Setelah Gainau, Tagop Berikutnya – Ambon Ekspres
Trending

Setelah Gainau, Tagop Berikutnya

AMBON,AE— Gubernur Maluku, Said Assagaff akhirnya melantik Asisten I Setda Maluku Angelus Renjaan sebagai Penjabat bupati kabupaten Kepulauan Aru, menggantikan Abraham Gainau yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah di sana pada pemilukada serentak, Desember mendatang. Gubernur berharap, para PNS yang ingin maju dalam Pilkada,  segera diproses untuk menanggalkan statusnya sebagai aparatur  birokrasi pemerintahan

Renyaan dilantik, Rabu  (10/6) di lantai 7 kantor  Gubernur Maluku   atas dasar Surat Keputusan Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo nomor 131.81-2484 tahun 2015 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Kepulauan Aru Provinsi Maluku.  Angelus Renjaan  merupakan satu dari tiga nama yang diusulkan oleh gubernur ke Mendagri, diantaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Dr. Frona Koedoboen, dan Kepala Bakorlu Pertanian Provinsi Maluku Jerry Uweubun.

Dalam sambutanya, gubernur mengatakan, undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, secara filosofis telah membawa perubahan mendasar terhadap tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Regulasi ini telah memberikan batasan tegas antara ranah politik dan ranah birokrasi.

Dengan demikian, pilihannya hanya satu. Bila ingin mengabdi dalam dunia politik, seorang birokrasi harus mengundurkan diri dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sebaliknya, seorang birokrasi sejati harus mengutamakan tugasnya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik serta dilarang keras melakukan politik praktis,” kata gubernur.

Dikatakan, berdasarkan amanat undang-undang Nomor 23, serta dengan adanya keinginan  Godlief A. A. Gainau untuk mengabdikan diri dalam dunia politik sebagai Calon Bupati Kepulauan Aru, maka untuk menjamin proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Aru, dilakukan pengambilan sumpah/Janji dan pelantikan Angelus Renjaan sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Aru menggantikan Godlief A. A. Gainau.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI tersebut, terdapat 2 (dua) tugas pokok yang harus diemban oleh Penjabat Bupati Kepulauan Aru. Pertama, Melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Kepulauan Aru, yakni menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi  kewenangan daerah, yang meliputi urusan wajib dan urusan pilihan maupun urusan-urusan pemerintahan umum.

Berikutnya, Renyaan ditugaskan untuk memfasilitasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, yakni terkait dengan agenda politik Pilkada di Kabupaten Kepulauan Aru yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 Desember 2015 bersamaan dengan 3 Kabupaten lainnya di Provinsi Maluku, yaitu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Maluku Barat Daya serta dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Kepada wartawan seusai melantik Renyaan, Gubernur mengatakan, bagi PNS yang akan maju dalam bursa pencalonan kepala daerah serentak, Desember mendatang, harus menangalkan jabatannya.

Gubernur mengatakan, bagi PNS dengan golongan IV/b menjadi wewenang Gubernur dalam pemberhentian PNS tersebut. Saat ini, Gubernur juga memproses pemberhentian bupati kabupaten Buru Selatan, Tagop Soulissa Soedarsono yang masih berstatus PNS golongan IV/b.

“Harus tegas soal ini. Siapa pun PNS yang calon, harus mundur. Untuk golongan IV/b ke bawah adalah wewenang gubernur, yang golongan III b ke bawah wewenang bupati,” jelasnya.(MAN)

Most Popular

To Top