Anak 18 Tahun Cabuli Bocah 4 Tahun – Ambon Ekspres
Trending

Anak 18 Tahun Cabuli Bocah 4 Tahun

Nasib malam menimpah salah satu bocah berusia tujuh tahun. Bocah malang itu mendapat kekerasan seksual dari salah satu anak oknum anggota Kodim 1506 Pulau Buru. Inisialnya DA (18), kejadian memilukan itu terjadi di depan penginapan Haider Kota Namlea, sekitar awal Mei lalu.

Kekerasan seksual yang menimpah bocah tersebut, membuat alat kelamin bocah malang itu mengalami pendarahan, Akibatnya keluhan sakitpun tak bisa disembunyikan oleh sang bocah dari orang tuanya.

Menurut salah satu keluarga dekat korban yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebutkan, kejadian pada siang hari. Saat itu bocah malang itu tengah bermain. Datalanglah pelaku, kemudian pelaku mengajak korban bermain.

Entah setan apa yang merasuki pikiran anak yang berusia sekira 18 tahun itu, hingga kemudian melakukan tindakan biadab.“Kejadian ini terjadi sebulan lalu, kalau tidak salah tanggal 1 Mei, didepan penginapan Haider. Saat itu memang kita tidak tahu, namun malamnya ketika dia (korban), hendak buang air besar, dia menangis. Saat diperiksa dikira semut. Rasa penasaran itu timbul karena dia terus menjerit kesakitan. Akhirnya kita bawa ke dokter. Setelah diperiksa dokter mengaku ada orang yang merusak alat kelamin korban,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan dokter itu, menyebutkan alat kelamin sang bocah rusak, karena ada sesuatu yang dimasukan. Akibatnya alat vitalnya menjadi bengkak dan rusak disekitarnya. “Jadi setelah dokter mengatakan itu maka kami langsung melaporkan kepada Polsek Namlea, untuk diproses,” katanya.
Setelah dilaporkan polisi membawa korban disekitar lokasi kejadian, guna mencari tahu pelaku tersebut. Disaat bersamaan ada pelaku, dan

korban menunjuknya. Setelah menemukan pelaku,  polisi membawa membawa korban ke RSUD Namlea, untuk divisum.

“Korban sendiri yang menunjuk pelaku. Masa anak kecil itu bisa berbohong. Dari situ baru polisi bawa korban visum. Hasil visum itu memang tidak berada di tangan kami, tetapi yang kami tahu, pelaku menggunakan benda tajam, akibatnya itu luka robek di bagian kelamin kiri dan kanan dengan besar luka 1,5 centimeter,” tutur keluarga korban.

Namun kasus ini mulai tidak beres, setelah ada dugaan intervensi dari pimpinan TNI disana. “Yang kami tahu itu seperti itu, Ayah pelaku namanya LR anggota Kodim. Makanya kasus ini tidak berkembang. Ditangani oleh polsek Namlea,” akuinya.

Untuk itu dia meminta kepada Panglima Kodam, bisa melihat persoalan tersebut, karena keluarga menduga ada campurtangan pimpinan TNI di Kota Namlea. Dehingga kasus tersebut tidak berjalan.

Sementara itu Kepala Satuan Reskrim Polres Pulau Buru, Ajun Komisaris Polisi Adi Nugroho, yang dihubungi Ambon Ekspres, mengaku pihaknya tidak menangani kasus tersebut. Melainkan Polsek Namlea. “Memang ada tetapi Polsek yang tangani. Kasus itu kalau tidak salah diproses dan masih berjalan di Polsek,” singkatnya saat dihubungi. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!