Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Korupsi – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Korupsi

AMBON,AE— Kejaksaan terus mengungkap berbagai dugaan korupsi di Maluku Tenggara Barat. Kemarin, mereka kembali menetapkan Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayan, setempat HM sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki, dalam kasus dugan korupsi proyek pembangunan gedung ruang rapat dinas Pendidikan MTB.

HM ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, setelah kasus ini dilimpahkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. “Beberapa hari lalu, kami telah menetapkan Kadis pendidikan MTB, berinisial HM sebagai tersangka dalam kasus dugan korupsi pembangunan ruang rapat, milik dinas terkait,: kata Kasi Intel Kejari Saumlaki, Wahyu Wibowo kepada Koran ini, melalui telepon selulernya.

Selain HM, penyidik juga menetapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek, EL sebagai tersangka dalam kasus ini. Proyek pembangunan gedung rapat dinas Pendidikan MTB, anggarannya bersumber dari APBD tahun 2014, senilai Rp 838.500.000. Namun hingga kini, gedung rapat tersebut belum selesai dikerjakan.  Padahal, dana telah dicairkan 100 persen oleh Dinas.

“Hingga kami segel gedungnya, pekerjaan belum selesai dikerjakan. Tetapi dana sudah cair seratus persen,” jelasnya.
Sesuai kontrak kerja, proyek tersebut berlangsung selama 90 hari. Batas waktu pekerjaan pada tanggal 25 Desember 2014. Selain itu, kata dia, proyek ini seharusnya dilelang. Namun dengan alasan tertentu, maka dialihkan menjadi Swakelola oleh Dinas Pendidikan sendiri.

“Pelaksana proyeknya dari dinas pendidikan sendiri. Sehingga, dari hasil penyelidikan, kami menetapkan HM selaku Pengguna Anggaran (PA) dan EL selaku PPTK proyek,” jelasnya.

Hingga kini, penyidik belum menahan kedua tersangka. Karena selanjutnya, jaksa masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
JAKSA TAHAN JEP DI RUTAN SAUMLAKI, TERKAIT KASUS KM WETAR
Selain dua tersangka kasus korupsi Dinas Pendidikan, Kejari Saumlaki juga telah menahan satu tersangka tambahan, terkait kasus korupsi penyimpangan proses lelang terhadap pekerjaan docking kapal KM Wetar pada kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas II Saumlaki.

“Penyidik telah menetapkan ketua panitia lelang, JEP sebagai tersangka dalam kasus docking kapal KM Wetar,” kata salah satu Jaksa Saumlaki, Deny Syahputra kepada Koran ini, dan diperkuat oleh Kasi Intel Kejari Saumlaki di Pengadilan Negeri Ambon.

Penetapan tersangka terhadap JEP ini, dilakukan berdasarkan fakta sidang, terhadap tersangka lain. Dari fakta sidang itu, ditemukan bahwa JEP ini terlibat kuat dalam penyimpangan proses lelang proyek.

“Dari hasil pengembangan fakta sidang, maka kita tetapkan sebagai tersangka. Karena JEP yang berperan penting dalam meloloskan Teja Thomas Wulur selaku kontraktor, untuk memenangkan proyek ini,” katanya.

JEP juga telah ditahan jaksa di rutan Saumlaki. Dalam waktu dekat, jaksa akan menggiring tersangka ke Ambon, untuk dijebloskan ke Rutan Kelas IIA Waiheru. “Mungkin dalam waktu dekat tersangka sudah dibawa dari saumlaki ke Ambon, untuk selanjutnya dilakukan proses pelimpahan berkas ke Pengadilan,” jelasnya.

KM Wetar, merupakan kapal penumpang dengan rute pelayaran Ambon-Saumlaki. Tetapi kapal tersebut terbakar tahun 2010. Kemudian pada tahun 2012, kementrian perhubungan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,9 miliar untuk memperbaiki kapal tersebut.

Ketika lelang, terdakwa Teja Wulur yang memenangkan proyek ini. Teja Wulur sendiri mengerjakan kapal ini di Jawa Timur, tepatnya Bangkalan Madura. Namun hingga kini, perbaikan KM Wetar yang telah menelan anggaran sebesar Rp 15 Miliar ini, belum selesai dikerjakan.

Selain Teja Wulur, jaksa juga menjerat Margaretha Lilingmelat selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek itu. Teja dan Margaretha, kini sementara menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon. (AFI)

Most Popular

To Top