Kemacetan tak Diurus, Swiping Diurus – Ambon Ekspres
Trending

Kemacetan tak Diurus, Swiping Diurus

AMBON,AE— Arus lalulintas di beberapa ruas jalan di Kota Ambon kian semraut. Tak hanya terjadi di waktu-waktu sibuk, tapi setiap saat. Sayangnya, anggota satuan polisi lalu lintas terkesan membiarkan saja. Mereka hanya terlihat di Batumerah, itupun kemacetan tak tertangani.

Di depan Pasar Arumbae, depan Hotel Amans, maupun AY Patty, dibiarkan begitu saja dengan kemacetan parah. Mata mereka hanya tertuju pada pengendara yang tak memiliki kelengkapan kendaraan bermotor. Swiping mereka sangat giat. Tak hanya siang, di malam hari pun itu dilakukan.

“Ada yang ditahan ada juga yang tidak ditahan. Misalkan saya lewat tidak ada kaca spion 1, saya ditahan, waktu yang bersamaan ketika ada orang lain yang lewat mereka tidak ditahan inikan aneh. Dan itu sering terjadi. Bahkan ada satu pasal yang sering ditemui, ketika hendak berdebat dengan para oknum anggota lantas itu namanya pasal baku malawang,” kata salah satu pengendara yang tidak mau menyebutkan namanya kemarin.

Sementara itu salah satu aktifis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Bangsa Hadi Sella, mengatakan tindakan yang dilakukan oleh para oknum anggota lantas di lapangan itu, harusnya dievaluasi kembali oleh atasannya. Karena kata dia, jika merujuk pada aturan lalulintas tersebut, harusnya Polantas lebih berperan aktif dalam mengurus kemacetan yang ada. Bukan malah melakukan swiping dengan mencari kesalahan orang lain itu.

“Inikan sebuah kekeliruan besar bagi para anggota polantas. Benar tindakan swiping itu merupakan langkah penegakan hukum, guna menekan tingkat laka lantas yang ada. Akan tetapi bukan berarti tilang orang dengan gaya penerapan aturan yang tidak sesuai,”katanya.

Bukan saja itu, lanjut pengurus Yayasan Satu Darah Maluku ini, ada sebagian oknum anggota Polantas juga yang sering melakukan swiping secara tidak jelas, hal itulah yang membuat masyarakat sering terganggu. “Sudah menjadi rahasia umum, jika ada pasal ‘baku malawang’ itu diterapkan, seakan kita di organisasi mengatakan senior tidak pernah bersalah. Itu yang sering kali terjadi,” tuturnya.

Untuk itu dia meminta, agar Kapolda Maluku, dan Direktur Lalulintas, segera mengevaluasi kinerja anak buahnya di lapangan karena, banyak temuan masyarakat atas kinerja oknum anggota lantas yang tidak sesuai dengan undang-Undang tentang lalulintas sendiri.

Sementara itu, ketua wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Maluku Gafar Bahta, meminta Direktorat Lalulintas Polda Maluku, Satuan lalulintas dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, agar memperhatikan kondisi kemacetan yang sering terjadi di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Ambon.

“Seharusnya kehadiran polantas itu untuk mengatur arus lalulintas, terlebih saat kemacetan yang ada. Terutama jalan umum yang dilalui kendaraan roda 4 dan roda dua, terutama saat jam kantor kemudian jam pulang kantor. Bukan urus swiping terus,” timpalnya.

Dikatakan, yang anehnya akibat dari banyaknya mengurusi swiping, sehingga anggota lantas sendiri tidak pernah ditempatkan pada kawasan hotel Ambon Manise maupun depan Kafe Hatukau, padahal lanjut mantan ketua badan eksekutif mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Ambon ini, kedua ruas jalan itu merupakan jalan yang sering terjadi kemacetan.

“Jangan jalan utama saja yang diperhatikan, lalu kemudian perhatikan kesalahan orang lain, yang semestinya itu hanya sebatas teguran bukan penilangan. Lihat juga situasi jalanan dan kemacetan dikawasan depan Hotel Amans dan wilayah hingga sepenjang jalan menuju ke Ongkoliong itu. macet berjam-jam, kok tidak pernah ada anggota lantas di situ kalau ada hanya 5 sampai 10 menit saja. Kalau bisa harsu ada penempatan anggota dikawasan itu,”herannya.

Tempat terpisah Kepala Satuan Lalulintas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Polisi Dedy Dwitya Putra mengatakan, kegiatan razia yang dilakukan oleh pihaknya merupakan operasi rutin, terkait dengan maraknya kasus pencurian sepada motor di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya.

”Ya kalau swiping yang kita lakukan kemarin dalam rangka operasi patuh dan kalaupun di luar dari operasi patuh, itu adalah operasi rutin kami dari kepolisiaan satlantas, karena masih banyak masyarakat yang melaporkan sepada motor hilang,” ungkap perwira dengan tiga balok dipundaknya itu.

Selain itu, mantan Kasat Lantas Polres Malra ini juga mengakui, dibeberapa tempat juga sering terjadi kemacetan, namun di tempat-tempat ini juga telah ditempatkan anggota,dan kemacetan ini juga dampak dari tidak tertibnya kendaraan, terutama angkutan kota. dan tambah lagi situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

”Untuk lokasi-lokasi macet suda ada anggota yang menanganinya, terutama di Batu Merah dan Mardika, ini dampat dari pada angkot yang menaikan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya. Warga yang tidak tertib menyebrang jalan, dan juga para pengendara yang juga tidak tertib. di tambah lagi cuaca alam yang sering turun hujan, sehingga pengendara sering berteduh di pinggir jalan,” pungkas Dedy. (AHA/ERM)

Most Popular

To Top