Miliki Kelainan Seksual, Suami Dipolisikan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Miliki Kelainan Seksual, Suami Dipolisikan

AMBON, AE— Seorang lelaki paruh baya bernama Muhnisin Rohani terpaksa berurusan dengan polisi. Dia diduga memiliki kelainan seksual. Pasalnya, dia melakukan tindakan kekerasan seksual yang menyimpang. Akibat perbuatannya, isterinya menjadi korban. Muhnisin kemudian dilaporkan ke polisi.

elaku yang sudah berusia 61 tahun ini akhirnya ditangkap aparat kepolisian dari Polres Ambon dan Pp Lease. Dia langsung dibui setelah menjalani pemeriksaan.

Informasi Ambon Ekspres di Mapolres Ambon menyebutkan, perbuatan pelaku ini terakhir terjadi pada Rabu (10/6) sekira pukul 03.30 WIT di kos-kosan tempat tinggal pelaku dan korban dikawasan Galunggung. Sebelum aksi bejatnya itu, pelaku memaksa korban meminum minuman keras oplosan antara sopi dan bir.

Selajutnya pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun entah setan apa yang merusuki otak lelaki ini. Ditambah lagi korban yang sudah dalam keadaan mabuk berat. Pelaku langsung melakukan kekerasan seksual terhadap korban dengan memasukkan sejumlah benda ke dalam alat vital korban.

Korban sempat menolak dan membrontak. Namun, pelaku justru kesetanan. Bukannya kasihan terhadap isterinya, dia justru melayangkan pukulan ke wajah isterinya hingga babak belur. Korban dalam keadaan lemah akhirnya hanya bisa menahan sakit melihat tindakan diluar akal sehat yang dilakukan pelaku. Akibat perbuatan pelaku, korban selalu merasakan sakit pada bagian alat vital setiap buang air.  Karena tidak tahan dengan tindakan pelaku, korban akhirnya melapor ke polisi sekira pukul 21.30 WIT.

Kasubag Humas, Iptu Meity Jacobus ketika dikonfirmasi membenarkan kejadiaan itu. Menurut dia, kasus ini sudah langsung ditangani polisi. ”Setelah ada laporan, pelaku langsung diamankan. Dia sementara menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik PPA Satreskrim Polres Ambon. Dugaan sementara pelaku mengalami kelainan seksual,” ungkapnya.

Menurut dia, tindakan kekerasan ini sangat tidak pantas dilakukan terhadap isteri pelaku. ”Keterangan korban saat diperiksa, dia mengaku pelaku memasukkan martil, botol parfum, buah ketimun dan bahkan raket bulu tangkis ke dalam alat vital  korban. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya saat diperiksa. Korban juga sudah divisum di RS Bhayangkara Polda Maluku Tantui. Beradasarkan hasil pemeriksaan visum, korban mengalami luka gores pada alat kelaminnya,” tandasnya.

Untuk mepertanggungjawabkan perbuatanya, lanjut dia, pelaku  dijerat UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Nomor 23 tahun 2014 pasal 46. ”Ancaman hukumannya penjara maksimal 12 tahun,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top