Pimpinan Bank Sinarmas Ambon Dinilai Sewenang-Wenang – Ambon Ekspres
Amboina

Pimpinan Bank Sinarmas Ambon Dinilai Sewenang-Wenang

Mantan Karyawan Lapor DPRD

AMBON, AE.—Johan de Fretes (36), mantan karyawan bagian operasional PT Bank Sinarmas Cabang Ambon, mendatangi Komisi I DPRD Ambon yang membidangi ketenagakerjaan untuk melapor terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap dirinya yang dinilai secara sepihak.

Merasa dipecat tanpa sebab dan alasan tertentu, Johan mendatangi langsung kantor DPRD Ambon di Belakang Soya untuk melaporkan permasalahan ketenagakerjaan kepada Komisi I DPRD Ambon.

Dia merasa pimpinan Bank Sinarmas Cabang Ambon telah melakukan tindakan sewenang-wenang tanpa alasan mendasar. Menurut dia, ada sesuatu yang janggal dan terkesan dipaksakan Eka O Putra selaku pimpinan cabang Bank Sinarmas Ambon agar dirinya berhenti bekerja di kantor itu. Pasalnya, dia merasa belum pernah menerima Surat Peringatan (SP) dari PT Bank Sinarmas Cabang Ambon maupun pusat.

“Maksud tujuan saya datang ke DPRD ini untuk meminta keadilan. Karena saya merasa telah diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Saya merasa PHK yang dilakukan pimpinan di Ambon ini sepihak.

Bahkan saat ini seluruh hak-hak saya sudah dirampas melalui pemblokiran semua akses pekerjaan saya yaitu absen, user, komputer, T24, email dan termasuk rekening gaji saya,” ungkap de Fretes kepada wartawan di DPRD Ambon, Kamis (11/6).

Menurut dia, persoalan di kantor itu berawal pada 15 April 2015 sekira pukul 12.00 WIT. Saat itu dia diperintahkan atasannya Irwan Marasabessy selaku kepala bagian operasional untuk membuat laporan prepeat bulan Maret 2015, yang berisikan nama-nama nasabah yang harus disampaikan melalui e-mail ke kantor pusat.

Namun diduga karena ada salah paham, dia kemudian ditelepon Irwan dan dimarah-marahi. Dia bahkan diancam akan diberikan SP.

Keesokan harinya, kata dia, saat briefing pagi, dia sempat ditanyakan kembali mengenai laporan bulanan. Dia mengaku sempat dipukul oleh Irwan dan dibalas sehingga terjadi perkelahian diantara keduanya.

‘’Namun persoalan ini telah diselesaikan secara baik-baik oleh pihak yang berwajib lewat perantara pimpinan cabang sebagai penengah. Dan kami berdua telah berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,’’ tutur dia.

Ironisnya, lanjut dia, pada 29 Mei 2015 ketika sedang bekerja seperti biasa, dirinya dipanggil Eka Putra untuk menghadap diruangan.

Ketika sedang berbincang-bincang, dirinya kaget karena laporan peristiwa perkelahian dirinya dengan Irwan dikirim ke kantor pusat bertolak belakang dengan kronologis yang terjadi. ‘’Justru saya dinyatakan bersalah dan di PHK secara sepihak. Padahal persoalannya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.

Dia berharap, dengan surat masuk yang disampaikan kepada Komisi I DPRD Ambon, bisa mendapatkan keadilan untuk menindaklanjuti permasalahan PHK yang menimpa dirinya.

Sehingga hak-haknya yang telah dirampas pimpinan PT Bank Sinarmas Ambon, Eka Putra bisa diselesaikan dengan adil sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.“Selaku buruh kecil saya hanya ingin mencari keadilan karena dirampas pimpinan saya di Ambon,” tandas dia.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Ambon, Asmin Matdoan mengatakan, pihaknya saat ini belum menerima surat dan belum bisa mengambil sikap untuk melihat sejauh mana permasalahan yang telah menimpa de Fretes selaku pelapor.

Namun, lanjut politisi muda asal PKB ini, pihaknya akan tetap mengawal proses PHK yang telah dilaporkan ini. “Kita belum bisa bersikap karena belum langsung diterima komisi sementara suratnya sudah masuk.

Nanti kita laporkan kepada pimpinan. Dan pimpinan akan mendisposisikan modelnya seperti apa, baru kita tindak lanjuti.

Tetapi kita akan tetap mengawasi. Prinsipnya, kalau memang sangat penting untuk diselesaikan, maka secepatnya pimpinan akan mendisposisikan untuk dipanggil dan diselesaikan secepatnya.

Dan bukan saja PT Bank Sinarmas Ambon, tetapi seluruh permasalahan ketenagakerjaan akan kita tangani untuk diselesaikan,” pungkas dia. (ISL)

Most Popular

To Top