Setahun Mengabdi di Darwin – Ambon Ekspres
GMGM

Setahun Mengabdi di Darwin

Setelah mengikuti seleksi yang dilaksanakan Tingkat Provinsi Maluku, guru Sekolah Menengah atas (SMA) Negeri 10 Ambon Piet Salhuteru akhirnya ditetapkan mewakili Kota Ambon pada Pertukaran guru Bahasa Inggris Ambon-Darwin Australia.

Salhuteru mengaku, bangga dengan hasil seleksi yang diberikan Pemerintah Provinsi yang telah menetapkan dirinya untuk melakukan pertukaran guru di Darwin. “Saya ikut seleksi Pertukaran Guru pada tahun 2013-2014.

Nah, selama satu tahun saya dikirim melakukan proses belajar mengajar kepada siswa SD sampai SMA yang ada di Ely Sprint Darwin. Disana proses belajar mengajar dilakukan setiap hari secara bergiliran pada sekolah-sekolah tersebut,’’ katanya kepada Ambon Ekspres, Kamis (11/6).

Dia menjelaskan, proses belajar mengajar yang dilakukan di Ely Sprint berbeda dengan SMAN 10 Ambon, karena metode pembelajaran yang berbeda, namun berbagai fasilitas yang mendukung program belajar mengajar sehingga dibutuhkan suatu program untuk menyamakan program belajar yang dimiliki sekolah.

“Ada berbagai metode belajar mengajar yang harus dilaksanakan SMAN 10 Ambon, namun kita masih terbatas dengan berbagai fasilitas meskipun ada metode pembelajaran yang dapat diterapkan kepada siswa-siswi di SMAN 10 Ambon,’’ terangnya.

Dia berharap, semua guru SMAN 10 Ambon dapat mengikuti pertukaran guru di Darwin, karena SMAN 10 Ambon telah mengeluarkan 2 orang guru ke Darwin. “Sejauh ini sudah dua guru yang telah melakukan pertukaran di Darwin,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 10 Ambon Margreet Pupella mengaku bangga dengan pertukaran guru Darwin-Ambon, karena dari sekian banyak guru di Kota Ambon, SMAN 10 dipercayakan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya bangga ada guru kita dapat mengikuti pertukaran ke Darwin. Keberhasilan sekolah atau siswa tergantung dari sumber daya guru di sekolah. Kalau siswa berhasil karena guru berkualitas,’’ tunjuknya.
Dia mengakui sudah dua orang guru yang dipimpinnya meraih prestasi dan ditunjuk dalam program tersebut.

“Sebelum ikut pertukaran, mereka juga diseleksi. Jadi ada jejang yang mereka ikuti dan ternyata berkualitas sehingga terpilih dalam seleksi tersebut,’’ tandasnya. (PRO2)

Most Popular

To Top