Tagop Terkuat Diantara Petahana – Ambon Ekspres
Trending

Tagop Terkuat Diantara Petahana

AMBON,AE— Sejumlah calon kepala daerah yang telah mendapatkan rekomendasi partai politik, dinilai belum tentu mulus memenangkan Pilkada di daerah masing-masing. Sebaliknya, kandidat penantang dengan segala cara dan strategi akan menggembosi basis suara para petahana.

Ada empat Pilkada yang akan digelar Desember 2015, yakni di kabupaten Seram Timur, Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru dan Buru Selatan. Para bupati dan wakil bupatinya, kembali bertarung mempertahankan jabatan. Mereka sudah mendapatkan rekomendasi dari beberapa partai.

Di SBT ada Sitti Umuriyah Suruwaky (wakil bupati) yang secara resmi didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKP Indonesia dengan presentasi 5 kursi. Sementara paket petahana Tagop Solissa-Ayub Saleky untuk Pilkada Birsel juga telah mengantongi rekomendasi Partai Hanura, sebentara lagi PDIP.

Sementara Partai Gerindra mengusung mantan pelaksana tugas (Plt) bupati Aru Gotlief Gainau dan pasangannya Daniel Derek Kobrua. Tersisa Barnabas Orno yang belum mendapatkan satupun rekomendasi.

Pengamat Politik Universitas Pattimura Ambon Jen Latuconsina menilai, para petahana yang telah mendapatkan rekomendasi partai,  punya peluang menang. Namun, sangat tergantung evaluasi politik dari masyarakat terhadap lima tahun masa kepemimpinan mereka.
“Semua petahana rata-rata punya peluang. Tapi kan politik tidak bisa kita tebak linear bahwa, mereka incumbent punya peluang lebih besar. Kalau masyarakat sudah bosan dengan incumbent dan ingin perubahan, tentu akan membuka kesempatan bagi para penantang (challenger) memenangkan Pilkada,”tandasnya

Menurut dia, basis suara petahana dapat digembosi atau dikurangi oleh calon penantang. Dia mencontohkan untuk Pilkada SBT, hadirnya Fatani Sohilauw sebagai calon ketiga, bisa menggerus suara Sitti Umuriyah Suruwaky maupun Mukti Keliobas yang sudah pernah bertarung.

Sedangkan di Pilkada MBD, Arnolis Laipeny kemungkinan besar akan mampu gembosi suara Barnabas Orno. Pasalnya Arnolis yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode itu, merupakan rival utama Orno pada Pilkada MBD 2010.

“Dia (Arnolis) adalah rival Orno yang bersaing ketat. Dimana putaran pertama Arnolis unggul. Hanya putaran kedua dia tersingkir,”ujar Jen kepada Ambon Ekspres. Untuk Bursel, yang bisa saingi Tagop itu Zainudin Boy yang merupakan kader Golkar dan mantan ketua DPRD setempat. Pasalnya ia punya basis massa.

Sementara untuk Pilkada Aru, kata dia, figur yang mampu menggembosi kekuatan dan basis suara Gainau adalah Wellem Kurnala alias Titi yang saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku dari PDI Perjuangan. Selain sebagai pemain baru, Kurnala juga diuntungkan dengan modal ekonomi.

“Energinya luar biasa bagus, yakni dari sisi modal ekonomi (econom capital) yang bisa di konversikan. Bukan hanya ke modal sosial (social capital), tapi juga bisa menjadi modal politik (polical capital) untuk menggerogoti basis Gainau yang masih samar-samar,” katanya.

Jen mengatakan, para calon kepala daerah penantang akan menggerogoti basis suara para petahana di empat kabupaten tersebut dengan pelbagai cara dan strategi.”Mereka akan menggunakan semua logika sebagai isu sekaligus instrument pemenangan, yakni isu agama, etnis, keterwakilan wilayah dan politik uang,”papar kandidat doktor itu.

Dia menyimpulkan, dari empat petahan tersebut, hanya Gainau yang memiliki basis keropos dan sangat mudah dipatahkan oleh kandidat lainnya. Selain hanya sebagai caretaker bupati Aru, Gainau juga minim pengalaman dalam Pilkada serta tidak mempunyai kekuatan politik partai yang kuat.

“Yang paling keropos basisnya adalah Gainau di Aru, karena meskipun dia incumbent putra daerah, namun dia bukan incumbent hasil pilkada langsung. Dia ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden sebagai bupati Aru. Kemudian dia bukan kader partai. Disamping itu, popularitasnya juga tidak signifikan,” katanya.

Mohtar Nepa-Nepa menilai, Tagop Soulisa memiliki basis kuat dibandingkan petahana lainnya. Hal ini dapat diukur dari keberhasilan Tagop melakukan pembangunan di Bursel selama lima tahun kepemimpinan. “Sementara calon petahana yang memiliki basis, namun keropos saya kira Barnabas Orno dan Gainau. Kedua kepala daerah ini memiliki catatan pahit dalam penyelenggaraan pemerintahan selama memimpin. Dan publik akan menilai soal keberhasilan dan rekam jejak keduanya,” ungkap pengamat politik dan pemerintahan Unpatti itu.

Selain itu, lanjut Mohtar, Sitti Suruwaky juga memiliki catatan kritis bersama Abdullah Vanath bupati SBT sekarang. ”Saya kira calon ini akan banyak berimprovisasi dengan kekuatan lama, meski menurut saya basis massanya masih kuat karena ditopang rezim sebelumnya,”katanya.(TAB)

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!