Bupati Didesak Copot Dirut RSUD Masohi – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Didesak Copot Dirut RSUD Masohi

Terkait Pemecatan Tenaga Harian Lepas

AMBON, AE—Sikap dan tindakan orogansi dilakukan Direktur RSUD Masohi, dr Ursula Prajustuti terhadap para bawahannya. Ini termasuk dengan pemecatan terhadap MM, salah satu tenaga harian lepas (THL) di RSUD Masohi, karena menanyakan hak-hak THL yang berjumlah sekitar 100 orang.

MM dipecat tanpa alasan pasti dari Dirut RSUD Masohi, berdasarkan SK nomor 445/378/RSUD.M/VI/2015. Surat tersebut membuat MM merasa dizolimi. Pasalnya, selama ini dia dan rekan-rekannya yang berjumlah 99 orang bekerja tanpa ada kontrak yang pasti.

“Dia bersama teman-temannya itu berkerja dibayar dengan bayaran yang bervariasi yakni Rp 450-750 ribu. Untuk bidang perawat dan tenaga administrasi Rp 450 ribu/bulan, supir mobil Rp 750 ribu/bulan, cleaning servis, tukang kebun, loundry Rp 650ribu per bulan.

Nah ketika dia menyakan hal tersebut yang selama beberapa bulan tidak dibayar koq malah dipecat,” kata salah satu keluarga dekat MM, yang tak mau mempublikasikan namanya kepada Ambon Ekspres di Ambon, kemarin.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Dirut RSUD Masohi itu, dinilai sangat arogan. Pasalnya para THL yang selama ini bekerja selama bertahun-tahun, juga terkadang tidak mendapatkan hak-hak mereka sebagaimana mestinya.

“Kalau mereka bekerja sudah dengan tidak memiliki kontrak yang jelas, maka hak-hak mereka juga harus dibayar sesuai dengan waktunya. Bukan malah menggantung, lalu kemudian ditanya malah dipecat. Inikan bunuh diri dan penyiksaan namanya,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua DPD Purna Prakarya Muda (PPM) Maluku, Hidayat Samalehu mendesak, Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua untuk segera mencopot Dirut RSUD Masohi. Karena tindakan dan sikap seperti itu, tidak menunjukan sikap sebagai seorang abdi negara.

“Kalau seperti ini maka makin memperburuk dan merusak citra birokrasi Pemkab Malteng. Oleh karenanya, bupati harus melakukan pencopotan yang bersangkutan karena tidak mencerminkan sikap abdi negara yang baik,” kata dia.

Mantan Sekretaris DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Maluku itu juga menuding. dengan sikap arogansi seperti itu, akan berdampak pada tingkat pelayanan di rumah sakit itu. “Orang seperti ini tidak perlu dibiarkan. Bayangkan saja, baru tanya dan minta hak-hak mereka saja langsung sudah dipecat.

Bagaimanai kalau dengan tindakan yang lain ? Untuk itulah sebelum memakan korban yang lebih jauh dan akan berdampak pada pelayanan di RSUD itu, maka dirut harus dicopot,’’ tandas dia.(AHA)

Most Popular

To Top