Harga Murah di Pasar Murah – Ambon Ekspres
Amboina

Harga Murah di Pasar Murah

AMBON,AE—Kian melambungnya harga berbagai kebutuhan pokok jelang Ramadan membuat warga semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku sejak 12-16 Juni ini, membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan  dan Lebaran.

“Harga sembakonya sangat murah. Karena kalau di pasar, harganya bisa naik dari mulai dari Rp500. Sedangkan di sini, misalnya harga telur per butir dijual Rp1000 kalau di pasar Rp1500 per butirnya,” ujar Rini (39), warga  yang ikut mengantri paket sembako di halaman Kantor Disperindag Provinsi Maluku, Jumat(12/6).

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Maluku, Bustaman Ohorella mengatakan, Pasar Murah ini diharapkan dapat membantu mengatasi beban ekonomi warga dalam memenuhi kebutuhan saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran nanti.

“Momen digelarnya pasar murah sangat pas karena digelar saat menjelang Ramadan, dimana harga-harga kebutuhan pokok dirasakan semakin tinggi. Semoga kegiatan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat saat Ramadan nanti,”harapnya.

Ditambahkan, pasar murah akan berlangsung di dua lokasi, yakni mulai dari 12-16 Juni di Halaman Kantor Disperindag Provinsi Maluku. Sedangkan tanggal secara Mobile dilakukan mulai 13 Juni di  Kecamatan Salahutu dan 15 Juni di Kecamatan Leihitu.

“Hal ini dilakukan, agar seluruh masyarakat di daerah ini bisa berpartisipasi dalam acara pasar murah  tersebut. Penjualan kebutuhan juga kami bagi agar bisa mencukupi, misalnya untuk penjualan telur baik secara stay di halaman kantor atau. Satu hari dijual 100 ikat,”katanya.

Menyangkut kesiapan bahan pokok yang akan dijual dalam pelaksanaan murah kali ini, kata Ohorela pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh distributor yang ada di Kota Ambon.

“Adapun komoditi yang disediakan pemerintah pada pasar murah antara lain, telur sebanyak 148.500 butir, terigu sebanyak 4110 kg, gula pasir sebanyak 8.800 kilogram (kg), susu kental manis Omela sebanyak 4.800 kaleng, minyak goreng Bimoli 4.200 liter dengan selisih harga Rp2000 sampai Rp5000,”ungkapnya. (IWU)

Most Popular

To Top