Bus Terguling, 4 Tewas – Ambon Ekspres
Trending

Bus Terguling, 4 Tewas

Sebagian Penumpang Nekat Melompat

AMBON,AE— Rem blong, mini bus berusia puluhan tahun jurusan Hila-Kota Ambon menabrak pohon saat menuruni jalan memasuki Desa Hitu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Beberapa penumpang memilih lompat keluar dengan maksud menyelamatkan diri sebelum bus menabrak pohon, tapi justeru mereka yang mengalami luka parah. Empat penumpang meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya luka-luka.

Mereka yang meninggal, adalah Adella (25) warga Tuhulessy Seram, Samiliha (47) warga Tahoku, Umi Kalsum Kapitan Hitu (35) warga Hila, dan Suliana Wagola (24) warga Wailapia, Larike. Korban luka-luka, Novi Buton (42),  Haji Jafar Samanery (72),  Alvian Ahmad Gakor (21), Sadaria (35) warga Ureng, Udin Waly (35) warga Tehulesy, Ureng, La Sule Ode (25) warga Batu Lubang, Abu (53) warga Desa Batu Merah, dan Tata (19) warga Luhu.

Bus ini dikemudikan Udin Madura (45 ) warga Dusun Mamua, Desa Hilla itu. Bus bertolak dari Terminal Ruko Desa Batu Merah, Kota Ambon, Minggu (14/6) sekira pukul 8:00 WIT menuju Hila. Dari Ambon hingga di Passo, laju bus masih dapat dikendalikan oleh sang supir. Dia tak sadar kalau rem bus yang dikemudikan itu akan blong.

Dia pun terus injak pedal gas, sehingga laju bus terus meningkat. Mendekati Desa Hitu, bus dengan 12 orang penumpang itu nyaris melabrak sebuah mobil Avanza yang melaju dari arah berlawanan.

Insiden ini menyadarkan Udin. Dia pun ingin memperlambat laju bus. Namun saat menginjak pedal rem, Udin heran, rem  bus bernomor Polisi DE 7086 AG tersebut tidak berfungsi. Sementara laju bus masih pada kecepatan yang  tinggi. Dia kaget, tapi berusaha untuk tidak gugup. Tangannya tetap di setir untuk mengendalikan bus agar tidak keluar dari badan jalan.

Para penumpang mulai curiga dengan kondisi itu, tapi tidak bertanya. Supir pun tidak memberitahukan kondisi yang sebenarnya kepada para penumpang. Beberapa penumpang mulai panik saat bus menuruni untuk memasuki Desa Hitu sekira pukul 10:00. Lajunya tidak melambat, malah makin cepat.

Sekira 7 penumpang yang duduk di deretan kursi bagian belakang mulai berdiri dari tempat duduk mereka. Satu demi satu melompat melalui pintu mobil. “Penumpang yang duduk di belakang beta, teriak dan tarik beta supaya lompat, tapi beta seng mau karna takut. Beta dalam oto saja. Ada sekitar 5 orang yang lompat, beta lia ada yang taguling di jalan,” tutur Nani Buton (42), penumpang yang mengalami luka pada kaki dan tangan saat ditemui di Rumah Sakit Hative Kecil, kemarin.

Sang supir tidak dapat berbuat banyak ketika bus sudah sampai di tikungan ke arah kanan, menuju depan gedung SMP Negeri 3 Leihitu untuk selanjutnya masuk ke Desa Hitu tersebut.

Dengan terpaksa, dia pun membanting setir ke arah kiri. Akibatnya, bus keluar dari badan jalan sekira 10 meter. Masuk ke semak-semak. Dan menabrak pohon di sana. Bus rusak berat pada bagian depan, sang supir selamat, tapi mengalami luka robek pada kepala dan lebam di wajahnya.

Samat Pellu, saksi mata yang pertama mendatangi tempat kejadian, mendengar suara keras dari TKP. “Saya mau ke kebun, tetapi belum sampai di kebun, saya mendengar suara keras seperti mobil terjatuh. Saya langsung turun melihat apa yang terjadi,” katanya kepada wartawan di TKP.

Minibus tersebut menerobos pepohonan dan bebatuan di sekitar dan terjatuh ke tanah yang ketinggiannya mencapai tiga meter dari aspal. “Saya lihat mobil itu sudah dalam keadaan rusak parah, dan sudah menghadap arah ke Ambon,” katanya.

Para penumpang yang selamat, berhamburan keluar mobil, sementara yang terluka berada di dalam mobil. ”Para penumpang berada di sana-sini mereka keluar dari mobil. Saya melihat seorang penumpang wanita yang duduk di dekat supir tergantung, dan ada juga yang terjepit dibelakangnya,” kisah Samat.

Sang supir yang keluar dari mobil dalam keadaan terluka, lanjut Samat, sempat meminta pertolongan kepada warga. ”Ya saya melihat supir, dia sempat minta tolong ke saya untuk mengangkat para korban, tetapi saya bilang ke dia untuk pergi ke Polsek secepatnya menyelamatkan diri,” ujarnya.

Dikatakan, semua korban baik di dalam maupun di luar mobil langsung diangkat dan dibawa ke rumah sakit. “Kami sedang angkat korban disini, ternyata ada juga korban di atas, mereka penumpang yang melompat satu laki-laki dan satu perempuan, yang perempuan itu juga tewas ditempat,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Ambon Ekspres di Rumah Sakit Khusus Daerah (Nania), Rumah Sakit Hative Kecil, dan RSUD Haulussy, penumpang yang meninggal dunia, yakni Adella (25) warga Tuhulessy Seram, Samiliha (47) warga Tahoku, Umi Kalsum Kapitan Hitu (35) warga Hila, dan Suliana Wagola (24) warga Wailapia Larike.

Pengemudi bus, Udin Madura dirawat di RS Bayangkari Polda Maluku Tantui, pantauan Ambon Ekspres kemarin,  mengalami luka robek pada kepala, dan lebam diwajahnya, akibat benturan saat kecelakaan terjadi.

Kepada Ambon Ekspres, Udin Madura mengungkapkan, mengantar 12 penumpang. Sebelum berangkat, Udin  memastikan, kondisi mobil saat itu dalam keadaan baik-baik saja. ”Tadi (kemarin-red) dari terminal tidak ada apa-apa dengan mobil,”  ungkapnya, kemarin.
Selain itu, lanjut Udin, dirinya baru mengetahui kalau mobil dikendarainya itu mengalami rem blong setelah berada di Dusun Oli, ditanjakan tepat dekat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Leihitu.

” Rem blong setelah turun tanjakan, saat itu beta (saya) juga tidak panik, paksa injak rem, ofor porsneling juga sudah tidak bisa, beta (saya) terus ambil jalur kiri jalan sambil pantau mobil dari arah bawa (tanjakan) saat itu mobil tidak ada dari arah bawah tanjakan,” kata lelaki paru baya ini.

Setelah para penumpang yang mengetahui bus mengalami rem blong, ada yang langsung memberanikan diri untuk loncat keluar dari dalam mobil untuk mencari keselamatan.

Kasat Lantas Polres Ambon dan Pp. Lease Ajun Komisaris Polisi Deddy Dwitiya Putra mengungkapkan, pihaknya  belum memeriksa pengemudi bus karena masih dirawat di RS Bayangkara. “Kita akan lakukan pemeriksaan setelah kondisinya membaik, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan Udin dalam keadaan sehat, tanpa dipengaruhi miras atau apapun. Indikasinya kecelakaan terjadi karena rem blong,” ungkap perwira dengan tiga balok dipundaknya itu. (MAN/ERM/ARI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!