Dualisme Golkar, KPU Pilih Bungkam – Ambon Ekspres
Trending

Dualisme Golkar, KPU Pilih Bungkam

Ambon, AE— Dualisme Partai Golkar belum tuntas. Islah yang digagas untuk pemilihan kepala daerah juga tak lancar. Kubu Agung Laksono di Maluku kini menunggu pelaksanaan survey elektabilitas kandidat bupati empat kabupaten, kubu Aburizal Bakrie juga masih melakukan penjaringan. Sementara KPUD Maluku pilih bungkam, sambil menunggu petunjuk KPU Pusat soal dualisme Golkar.

Ketua KPUD Provinsi Maluku Musa Latua Toekan saat ditanya, apakah calon yang sudah ditetapkan oleh kedua kubu tanpa keabsahan kepengurusan dari Menkumham, mengaku belum bisa memberikan penjelasan. Prinsipnya, KPUD masih menunggu instruksi dari KPU RI
“Pak belum bisa jawab. Karena soal ini nanti KPU provinsi dan kabupaten/kota akan mendapatkan petunjuk dari KPU RI terkait dualisme pengurus parpol sampai dengan pendaftaran tanggal 26-28 Juli 2015,”ungkap Toekan, singkat via sms.

Sementara itu kendati belum ada keputusan final soal konflik partai Golkar, namun kedua kubu tetap melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kubu Agung Laksono, bahkan hanya tinggal melakukan survei untuk penetapan rekomendasi.

“Tinggal survei saja. Survei seharusnya sudah dilakukan, hanya karena ada kesepakatan islah, maka ditunda,” ungkap Ketua Harian DPD Partai Golkar Maluku hasil Munas Ancol Paulus Mantulameten, kemarin.

Meski islah terbatas sudah ditanda tangani kedua kubu, namun proses hukum tetap dilanjutkan. Olehnya itu kata dia, pihaknya telah mengajukan gugatan uji materil (judicial review) terhadap pasal dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 9/2015 tentang Pencalonan.

“Karena kepengurusan Agung sudah disahkan Menkumham (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia-red), walaupun ada putusan PTUN dan pengadilan Jakarta Utara, tapi belum incraht (karena ada asas praduga rechmatig,” ungkapnya.

Mantulameten mengaku, kubunya belum memikirkan konsekuensi yang akan dihadapi bila Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menolak calon yang telah direkomendasikan.

“Kalau tidak diterima, maka telah terjadi pelanggaran hak konstitusi yang luar biasa terhadap masyarakat dan partai politik. Kami juga tidak pernah berpikir untuk mengorbankan bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah daftar di partai kami,”paparnya.

Sementara di kubu ARB, tahapan pendaftaran bakal calon sudah ditutup sejak 9 Juni. Sebanyak 22 orang yang mendaftar. DPD Golkar Provinsi Maluku dan Tim Penjaringan berencana melakukan rapat pada pertenghan bulan, untuk menentukan waktu uji kelayakan dan kepatutan.

“Awal Ramadhan, Tim Penjaringan dan DPD Golkar Maluku akan mengadakan rapat untuk penentuan waktu uji kelayakan dan kepatutan bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar,”ungkap Sekretaris DPD Golkar Maluku versi ARB, Fatani Sohilauw.

Kubu ARB bersandar pada keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta nomor 62/G/2015/PTUN-JKT yang membatalkan Surat Keputusan Menkumham nomor M.HH.01.AH.11.01 tentang pengesahan kepengurusan DPP Golkar versi Munas Ancol.

Selain itu, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang mengabulkan permohonan provisi yang diajukan kubu Munas Bali dan menguatkan DPP Partai Golkar hasil Munas Riau 2009 sebagai kepengurusan yang sah. Putusan inilah yang dipakai oleh Golkar di daerah untuk melakukan penjaringan.

“Karena itu, kami tetap melakukan penjaringan. Pasalnya, dalam poin 4 putusan PN Jakarta Utara disebutkan bahwa pengurus DPP Golkar hasil Munas Pekanbaru untuk melaksanakan semua aktivitas politik termasuk mengusulkan calon kepala daerah sampai dengan adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,”jelas salah satu balon bupati SBT itu.

“Golkar tidak akan mengorbankan para kandidat yang telah mendaftar di Golkar. Justru Golkar berjuang untuk menyalurkan keinginan para kader maupun tokoh masyarakat yang ingin menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” paparnya.

Fungsionaris partai Golkar Maluku Hairudin Tuarita mengatakan, segala kemungkinan telah dimatangkan sebelum keputusan pembukaan pendaftaran balon kepala daerah wakil kepala daerah. Juga aktivitas partai lainnya oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Riau sesuai putusan PN Jakut tersebut. (TAB) pelaksanaan survey elektabilitas kandidat bupati empat kabupaten, kubu Aburizal Bakrie juga masih melakukan penjaringan. Sementara KPUD Maluku pilih bungkam, sambil menunggu petunjuk KPU Pusat soal dualisme Golkar.

Ketua KPUD Provinsi Maluku Musa Latua Toekan saat ditanya, apakah calon yang sudah ditetapkan oleh kedua kubu tanpa keabsahan kepengurusan dari Menkumham, mengaku belum bisa memberikan penjelasan. Prinsipnya, KPUD masih menunggu instruksi dari KPU RI
“Pak belum bisa jawab. Karena soal ini nanti KPU provinsi dan kabupaten/kota akan mendapatkan petunjuk dari KPU RI terkait dualisme pengurus parpol sampai dengan pendaftaran tanggal 26-28 Juli 2015,”ungkap Toekan, singkat via sms.

Sementara itu kendati belum ada keputusan final soal konflik partai Golkar, namun kedua kubu tetap melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kubu Agung Laksono, bahkan hanya tinggal melakukan survei untuk penetapan rekomendasi.
“Tinggal survei saja. Survei seharusnya sudah dilakukan, hanya karena ada kesepakatan islah, maka ditunda,” ungkap Ketua Harian DPD Partai Golkar Maluku hasil Munas Ancol Paulus Mantulameten, kemarin.

Meski islah terbatas sudah ditanda tangani kedua kubu, namun proses hukum tetap dilanjutkan. Olehnya itu kata dia, pihaknya telah mengajukan gugatan uji materil (judicial review) terhadap pasal dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 9/2015 tentang Pencalonan.

“Karena kepengurusan Agung sudah disahkan Menkumham (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia-red), walaupun ada putusan PTUN dan pengadilan Jakarta Utara, tapi belum incraht (karena ada asas praduga rechmatig,” ungkapnya.

Mantulameten mengaku, kubunya belum memikirkan konsekuensi yang akan dihadapi bila Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menolak calon yang telah direkomendasikan.

“Kalau tidak diterima, maka telah terjadi pelanggaran hak konstitusi yang luar biasa terhadap masyarakat dan partai politik. Kami juga tidak pernah berpikir untuk mengorbankan bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah daftar di partai kami,”paparnya.

Sementara di kubu ARB, tahapan pendaftaran bakal calon sudah ditutup sejak 9 Juni. Sebanyak 22 orang yang mendaftar. DPD Golkar Provinsi Maluku dan Tim Penjaringan berencana melakukan rapat pada pertenghan bulan, untuk menentukan waktu uji kelayakan dan kepatutan.

“Awal Ramadhan, Tim Penjaringan dan DPD Golkar Maluku akan mengadakan rapat untuk penentuan waktu uji kelayakan dan kepatutan bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar,”ungkap Sekretaris DPD Golkar Maluku versi ARB, Fatani Sohilauw.

Kubu ARB bersandar pada keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta nomor 62/G/2015/PTUN-JKT yang membatalkan Surat Keputusan Menkumham nomor M.HH.01.AH.11.01 tentang pengesahan kepengurusan DPP Golkar versi Munas Ancol.

Selain itu, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang mengabulkan permohonan provisi yang diajukan kubu Munas Bali dan menguatkan DPP Partai Golkar hasil Munas Riau 2009 sebagai kepengurusan yang sah. Putusan inilah yang dipakai oleh Golkar di daerah untuk melakukan penjaringan.

“Karena itu, kami tetap melakukan penjaringan. Pasalnya, dalam poin 4 putusan PN Jakarta Utara disebutkan bahwa pengurus DPP Golkar hasil Munas Pekanbaru untuk melaksanakan semua aktivitas politik termasuk mengusulkan calon kepala daerah sampai dengan adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,”jelas salah satu balon bupati SBT itu.

“Golkar tidak akan mengorbankan para kandidat yang telah mendaftar di Golkar. Justru Golkar berjuang untuk menyalurkan keinginan para kader maupun tokoh masyarakat yang ingin menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” paparnya.

Fungsionaris partai Golkar Maluku Hairudin Tuarita mengatakan, segala kemungkinan telah dimatangkan sebelum keputusan pembukaan pendaftaran balon kepala daerah wakil kepala daerah. Juga aktivitas partai lainnya oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Riau sesuai putusan PN Jakut tersebut. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!