Jaksa Rampungkan Berkas Lestaluhu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Rampungkan Berkas Lestaluhu

AMBON, AE.—Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, hingga kini masih merampungkan berkas perkara korupsi, Harun Lestaluhu, yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Gaa, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ketika proyek Jembatan Gaa ini berlangsung, Lestaluhu masih menjabat sebagai kepala Inspektorat SBT tahun 2007.

Hingga kini, penyidik Kejati Maluku masih merampungkan berkas Lestaluhu untuk dinaikkan ke tahap II. “Berkas Lestaluhu masih dirampungkan penyidik untuk nantinya dilimpahkan ke tahap II,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, berkas tersebut telah diserahkan penyidik ke JPU (tahap I) untuk diteliti. Setelah diteliti, ternyata masih ada kekurangan sehingga berkas tersebut dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi disertai dengan petunjuk. “Masih dilengkapi sesuai petunjuk dari JPU,” ucapnya.

Disinggung soal adanya penambahan tersangka lain, Palapia belum memastikannya. Namun, ditegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk adanya penambahan tersangka. Hal itu, tergantung dari hasil perkembangan penyidikan. “Untuk saat ini belum ada. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk penambahan tersangka lain.

BACA JUGA:  Jaksa Rampungkan Berkas Kadis Pendidikan MTB

Semuanya tergantung dari pengembangan penyidikan, maupun fakta sidang terhadap tiga tersangka lain,” terangnya,

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, proyek Jembatan Gaa ini, milik Dinas PU SBT. Sebelumnya jembatan tersebut sudah pernah dibangun dan sudah tuntas. Namun karena pekerjaan tidak sesuai dengan bastek, kemudian roboh hanya dalam setahun.

Kemudian atas usulan dari Dinas PU kepada pemerintah dengan persetujuan DPRD SBT, kemudian dianggarkan lagi pada APBD 2007, dengan total nilai yang sama sebesar Rp 2.162.728.000. Sayangnya, proyek tersebut dikerjakan, namun tidak selesai. Bahkan belum mencapai 50 persen. Anehnya, dana telah dicairkan 100 persen, dengan persetujuan dari Kadis PU SBT, Nurdin Mony.

Nurdin Mony beserta Tomy Andreas dan Bader Azis Alkatiri masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon  dengan agenda pemeriksaan saksi.

DESAK GANTI ALKATIRI
Sementara itu, keterlibatan Direktur PT Putra Seram Timur, Beder Aziz Alkatiri dalam proyek pembangunan Jembatan Gaa diminta segera disikapi.

BACA JUGA:  Jaksa Rampungkan Berkas Kadis Pendidikan MTB

Pasalnya, Alkatiri merupakan anggota DPRD SBT dari Partai Keadilan Sejehtera (PKS). Selama kasus ini bergulir, Alkatiri tidak pernah melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPRD.

Olehnya itu, dengan ketidakhadirinya membuat masyarakat meminta Badan Kehormatan DPRD SBT dan DPW PKS Maluku untuk segera menggantikan yang bersangkutan.

“Selama menjadi tersangka bahkan sampai terdakwa ini, pak Alkatiri tidak pernah melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPRD. Lantas apakah dengan statusnya itu, masih tetap dipertahankan oleh partai maupun BK sendiri,” kata Jamal Rumahtiga, salah satu warga SBT.

Menurutnya, sudah seharusnya DPW PKS Maluku dan Badan Kehormatan DPRD segara mengganti Alkatiri tanpa harus menunggu putusan resmi dari Pengadilan Negeri Tipikor Ambon. “Tidak perlu dibiarkan seperti ini. Ini demi kepentingan rakyat SBT secara keseluruhan.

Haruskah terdakwa tetap dipertahankan ? Jangan terlalu mencintai orang yang punya status seperti ini. Banyangkan saja jika selama dia tidak pernah laksanakan tugas, lalu aspirasi rakyat yang dia wakili itu bagaimana juga. Sudah waktunya untuk diganti,” tandas dia. (AFI/AHA)

Most Popular

To Top