Minim Pengetahuan, Masih Ada Warga yang Cabut Gigi Sendiri Pakai Tang – Ambon Ekspres
Kesehatan

Minim Pengetahuan, Masih Ada Warga yang Cabut Gigi Sendiri Pakai Tang

Gigi goyang merupakan salah satu masalah yang banyak dialami orang-orang. Namun tidak semua orang memiliki pengetahuan memadai terkait penanganan sakit gigi maupun soal cabut gigi.

Bahkan masih ada yang menyerahkan masalah cabut gigi ke kepala desa yang bukan dokter gigi. Pencabutan gigi pun hanya dilakukan menggunakan tang biasa.

“Ada masyarakat desa mengalami keluhan seperti sakit gigi atau gigi goyang, maka kepala desa yang bertugas untuk mencabutnya. Sayangnya, kepala desa hanya berbekal tang yang tidak diketahui kebersihannya dalam mencabut gigi masyarakat,” kisah Kapten Kapal Vega, Shane Granger, seperti ditulis pada Minggu (14/6/2015).

Vega merupakan sebuah kapal pinisi asal Swedia dengan misi sosial yang bergerak di bidang kesehatan, edukasi, dan community development di daerah Indonesia Timur. Kapal kemanusiaan ini sejak tahun 2013 bersama produsen perawatan gigi dan mulut, Formula, berupaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

Menurut Shane, setelah timnya terjun langsung untuk mengedukasi masyarakat, diketahui bahwa sesungguhnya masyarakat memiliki keinginan yang kuat untuk berubah. Banyak warga yang ingin mengetahui kebiasaan yang lebih baik dalam menjaga kebersihan gigi.

“Namun sayangnya, keinginan ini tidak didukung oleh pengetahuan dan sikat gigi yang layak,” ucap Shane sembari mengatakan masih ada warga yang menyikat gigi menggunakan batang kayu manis.

Selain menggunakan tang yang tidak diketahui kebersihannya, ada pula warga yang mencabut gigi dengan mengaitkan gigi yang goyah ke gagang pintu menggunakan benang.

Gagang pada pintu yang terbuka tiba-tiba ditutup, sehingga gigi yang goyah pun tanggal. Bahkan ada pula yang mengaitkan dengan benang pada kendaraan yang berjalan.

Soal kebiasaan ini, Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKGA (K), PhD mengatakan jika gigi yang goyah tersebut masih sangat tertanam dalam gusi atau masih ada akarnya, maka cara mencabut gigi dengan menariknya menggunakan tangan ataupun seutas tali yang dikaitkan ke mobil yang berjalan tentu tidak bisa membantu.

“Kalau masih ada akar, mungkin setelah dicabut seperti itu akan kesakitan, mungkin juga terjadi perdarahan yang banyak. Mungkin pula terjadi infeksi jika benang yang dipakai kotor,” kata Prof Heriandi. (vit/vit)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!