Hari Ini Awal Puasa Ditentuka – Ambon Ekspres
Trending

Hari Ini Awal Puasa Ditentuka

Kementerian Agama Dukung Pesparawi

AMBON,AE— Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin memastikan, penentuan 1 Ramadhan 1436 Hijriah akan ditentukan pada hari ini, melalui sidang Isbat. Bila hilal dilihat setelah Magrib, maka puasa dimulai besok.

“Besok sore (hari ini) setelah Magrib kalau ada yang menyaksikan hilal, muda-mudahan ada kesepkatan bahwa besoknya (Rabu-red) adalah 1 Ramadhan,” kata Lukman wartawan seusai membuka acara pembukaan seminar kerukunan umat beragama, Rapat Koordinasi Kantor Wilayah Agama Provinsi se-Indonesia dan Launching Pesparawai Tingkat Nasional ke XI di Islamic Center Ambon, Senin (15/6).

Sebaliknya lanjut Lukman, bila sampai Magrib belum ada yang melihat hilal, 1 Ramadhan akan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Olehnya itu kata dia, penentuan awal Ramadhan akan ditentukan oleh sidang Isbat yang akan digelar hari ini.

“Tapi sebaliknya tidak ada satupun yang menyakiskan hilal, maka bulan Sya’ban akan digenapkan 30 hari. Itu artinya 1 Ramadahan baru bisa ditentukan atau jatuh pada hari Kamis. Jadi semuanya berpulang pada sidang Isbat yang akan dilakukan besok sore (hari ini),”tambahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Faisal Musaad yang tanyai Ambon Ekspres soal lokasi untuk melihat bulan (Hilal) di Ambon, mengaku akan ditentukan hari ini.”Besok akan kita lakukan hilal. Mengenai lokasinya, nanti kita lihat besok (hari ini-red),”singkat Mussad.

Pesparawi
Soal Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawai) ke XI yang akan diselenggarakan di Ambon 12-20 Oktober 2015, Menteri sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan tersebut. Pesparawi kata dia, merupakan wujud kepedulian masyarakat Maluku untuk menunjukan kepada dunia soal kerukunan dan keberagamaan umat di Maluku.

Menurut Menteri, Maluku merupakan laboratorium kerukunan umat beragama, karena memiliki kisah sendiri soal keberagaman suku, agama, dan bahasa. Selain itu, Maluku pernah mengalami konflik komunal yang berpengaruh terhadap harmonisasi kehidupan beragama.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Kota Ambon 2012, menjadi bukti nyata keberagaman yang dipupuk dan dijaga oleh masyarakat Maluku dalam mengisi pembangunan pasca konflik. Olehnya itu, ia berharap, Pesparawi ke XI bulan Oktober mendatang pun dapat menunjukan kepada dunia, keberagaman itu bisa dihargai dalam bingkai.

Menurutnya, cara pandang orang luar Maluku terhadap kondisi Maluku yang belum aman hanya stigmatisasi. Namun, seiring berjalan waktu, masyarakat Maluku sudah mulai menghapusnya.  “Misalnya pelaksaan MTQ 2012 di Kota Ambon, membawa dampak yang luar biasa terhadap stigmatisasi bahwa Maluku belum aman. Banyak kedutaan besar luar negri yang ada di Indonesia menelpon saya. Dan saya kira Pesparawi kali ini akan semakin menambah keyakinan orang luar tentang kerukunan umat beragama di Maluku,” tandasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Tingkat nasional ke XI Zeth Sahuburua mengharapkan partisipasi semua elemen masyarakat untuk turut mensukseskan kegiatan itu. Empat bulan menuju hari pelaksanaam, sebanyak 6.646 peserta dari seluruh Indonesia sudah mendaftar.

“Olehnya itu kita berharap bapak Presiden, para Menteri, anggota DPR RI, para Duta Besar dan Kakanwil Agama 34 Provinsi hadir pada acara Pesparawi ini. Saya meminta seluruh masyarakat dan tokoh agama di Maluku dapat berpartisipasi demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini,” kata Sahuburua yang juga Wakil gubernur Maluku itu.(TAB/ISL)

Most Popular

To Top