Ketua DPRD Buru Nilai Polisi Tidak Serius – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Ketua DPRD Buru Nilai Polisi Tidak Serius

Terkait Penanganan Berbagai Kasus di Gunung Botak

Namlea, AE.—Berbagai kasus tindak pidana yang terjadi di lokasi tambang ilegal Gunung Botak tidak pernah ditangani serius pihak Kepolisian Polres Pulau Buru.

Terkait hal tetsebut, Ketua DPRD Kabupaten Buru, Iksan Tinggapy mengatakan, berbagai permasalahan yang terjadi di lokasi tambang akibat ketidakseriusan aparat kepolisian Polres Pulau Buru yang mana tidak ada efek jera terhadap pelaku tindak pidana, terutama kasus penambangan ilegal yang telah berdampak luar biasa terhadap kerusakan lingkungan di Gunung Botak.

Ditemui usai rapat di Kantor Bupati Buru, Kamis (11/6), Tinggapi mengatakan, penilaian tersebut karena tidak transparansinya serta tidak ada ketegasan pihak kepolisian dalam melakukan penanganan.

Hal itu terbukti dengan banyaknya mesin dompeng yang beroperasi dan berdampak negatif terhadap lingkungan, namun tidak ada proses hukum yang menyentuh para pelaku pengrusak lingkungan itu. ”Saya sudah pernah berbicara dengan pak Kajari Namlea, Nelson Butar Butar.

Namun kata Nelson, belum ada satupun kasus dompeng yang beraktivitas di Gunung Botak masuk di Kejaksaan, pertanyaan dalam benak saya, polisi yang bertugas di lokasi tambang maupun yang ada di kantornya itu buat apa saja”,tanyanya.

Lanjut Ketua DPRD yang akrab disapa Nugie itu, kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil pembicaraannya dengan Kejari Namlea itu, yakni berbagai kasus mulai dari pencurian, pembunuhan, pengrusakan lingkungan hanya bisa diselesaikan jika ada penegakan hukum serius.

Untuk itu, Ketua DPRD dengan tegas meminta agar Kapolres Pulau Buru, AKBP Popy untuk tegas dan serius melakukan penegakan hukum di lokasi tambang ilegal, terutama kasus pembunuhan serta kasus pengrusakan lingkungan akibat aktivitas dompeng yang salah satu bos besarnya bernama Yadi.

Tinggapy mengatakan, dirinya sangat heran, apa hebatnya pemilik dompeng yakni Yadi dan rekan-tekannya itu, sampai-sampai mereka tidak satupun yang dapat disentuh hukum.

Jebatnya lagi, sudah merusak lokasi Tambang ilegal Gunung Botak, kini Yadi itu mulai membuka kawasan tambang Gogorea dengan dompeng-dompengnya itu, dikawal aparat keamanan pula, tuturnya kesal.

Oleh karena itu, dirinya akan melayangkan pemanggilan terhadap sejumlah oknum yang diduga membekuap Yadi dan teman-teman untuk masuk dan beraktivitas di lokasi tambang ilegal Gogorea.

”Kalau proses penegakan hukum jalan, walaupun ada seribu Yadi dan sejuta bekingan, pasti akan tunduk dibawah hukum yang berlaku di Negara RI ini.

Walhasil, tekad dari orang nomor 1 di Indonesia untuk membersihkan mafia tambang tidak akan berhasil, karena tindakan hukum tidak jalan di level bawahnya,jelas Tinggapi. (CR8)

Most Popular

To Top