Koruptor Kapal Dibui Lagi – Ambon Ekspres
Trending

Koruptor Kapal Dibui Lagi

KORUPSI

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, kembali menjebloskan satu tersangka ke Rutan Kelas IIA Waeheru dalam kasus pengadan dua kapal tangkap ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku. Kini sudah empat tersangka yang dibui dalam kasus ini.

Direktur PT Satun Manunggal, S ditetapkan sebagai tersangka tambahan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dua buah kapal penangkap ikan, di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, tahun anggaran 2013. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kontraktor S terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di Kejati Maluku. S diperiksa sebagai saksi, kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Pantauan koran ini Senin kemarin, di kantor Kejati Maluku, S diperiksa sejak pukul 10.00 hingga pukul 17.00 Wit. Saat diperiksa, S dihujani puluhan pertanyaan, terkait proyek yang dikerjakannya itu. Setelah kurang lebih 7 jam diperiksa, dia digiring ke Mobil tahanan operasional Kejati Maluku.Selanjutnya, S digiring ke Rutan. Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Kin Palapia mengatakan, S ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik mengantongi cukup bukti, untuk dijadikan sebagai tersangka. “Penetapan tersangka terhadap direktur PT Satun Manunggal karena penyidik sudah mengantongi cukup bukti,” kata Palapia.

Palapia menjelaskan, penahanan terhadap SR dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Yakni, untuk mempermudah proses penyidikan. Selain itu, untuk memenuhi UU Pasal 20 dan 21 KUHP. Alasan lainnya, agar tersangka tidak melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti.

“Agar tidak melarikan diri dan juga tidak menghilangkan barang bukti,” terangnya.
Palapia menjelaskan, dalam kasus pengadaan dua kapal penangkap ikan berkapasitas 15 GT dan 30 GT, S memenangkan tender untuk pengadaan kapal berkapasitas 30 GT. Nilai anggaran dua kapal ini Rp 10 Miliar lebih. Berdasarkan hasil penyidikan, lanjutnya, penyidik menemukan ada kekurangan volume pekerjaan. “Ada kekurangan volume pekerjaan, sehingga mengakibatkan kerugian negara,” akuinya.

Selanjutnya, tim penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, yang berada di lingkup DKP Maluku. Direncanakan, dalam pekan ini saksi-saksi tersebut, akan dipanggil untuk diperiksa. Ditambahkan pula bahwa, tidak tertutup kemungkinan untuk adanya penambahan tersangka baru. Karena proses penyidikan terus berlanjut. Jika dari hasil penyidikn tersebut ditemukan ada indikasi keterlibatan pihak lain, maka akan dijerat.

“Yang pasti penyidikan masih berlanjut. Jadi tidak tertutup kemungkinan untuk adanya penambahan tersangka yang lain. Kita tunggu saja perkembangannya ke depan,“ pungkasnya.
(AFI)

Most Popular

To Top