Manuputty-Wakano Jadi Timsel Sekprov – Ambon Ekspres
Trending

Manuputty-Wakano Jadi Timsel Sekprov

AMBON,AE— Dua aktivis perdamaian Maluku, yakni Jacky Manuputty dan Abidin Wakano ditunjuk sebagai anggota Tim Seleksi calon sekretaris daerah provinsi Maluku dari kalangan professional. Olehnya itu, mereka diingatkan untuk menjunjung tinggi dalam melakukan seleksi.

Selain Manuputty dan Wakano, tiga orang lainnya yang ditunjuk sebagai anggota Timsel berasal dari Badan Kepagawaian Daerah (BKD), Biro Hukum dan Staf Ahli Sekda. Namun hingga kemarin belum diketahui nama-nama tersebut.

Abidin Wakano saat dikonfirmasi mengaku, sudah mendapatkan telepon soal penunjukan dirinya sebagai salah anggota Timsel. namun, akademisi di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Ambon itu belum bisa berkomentar lebih.

“Iya memamg ada yang telepon kasih tahu. Namun, belum ada SK (surat keputusan) resmi. Jadi saya belum bisa memberikan komentar,” singkat Wakano via telepon, Minggu (21/6).

Hal senada juga disampaikan Jacky Manuputty yang juga ketua Lembag Antar Iman (LAMI) Maluku itu. “Wah saya belum bisa kasih komentar. Saya belum diundang. Nanti saja kalau sudah pasti,” kata dia, via sms.

Pengamat pemerintahan Universitas Darussalam Ambon, Alfa Sikar mengatakan, anggota Timsel, terutama dari kalangan professional (akademisi, aktivis, LSM dan lainnya), harus menjunjung tinggi profesionalisme. Kepentingan umum yang perlu diutamakan.

“Juga dilandasi dengan etika dan rasa tanggungjawab secara profesi dengan mengutamakan kepentingan umum, bukan pada kelompok tertentu. Hal ini dapat meminimalisir kepeberpihakan dan pengaruh dari segala intervensi. Terutama intervensi politik,” kata Alfa.

Selain itu lanjut dia, kalangan professional yang dipilih sebagai timsel, juga harus mempunyai track record (rekam jejak), prestasi, spesialisasi. Ini penting untuk memastikan kualitas, baik proses maupun hasil seleksi yang akan melahirkan Sekda baru pengganti Ros Far-Far. ”Semua indikator itu perlu dipertimbangkan. Sehingga publik bisa mempercayai mereka. Karena saya yakin apapun konsekuensinya, mereka akan mempertaruhkan reputasi mereka,” paparnya.

Bukan hanya itu, lanjut Alfa, pemahaman dan kompetensi mendasar tentang birokrasi juga perlu dimiliki setiap anggota Timsel calon Sekprov Maluku. Baik secara teoritis maupun konseptual.”Karena Sekprov yang akan diseleksi sebagai seorang birokrat atau jabatan, bukan pimpinan birokrasi politik. Sehingga apa yang menjadi output yang dibutuhkan itu bisa tercapai. Apalagi dengan tantangan birokrasu yang modern sekarang,” tabah dia.

Menurut dia, keputusan Gubernur Maluku Said Assagaff membentuk Timsel sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan. Selain itu, dapat juga menjadi solusi agar seleksi dan penetapan Sekprov Maluku dapat dilakuan dengan transparan dan akuntabel serta professional.

“Kemudian kita harus mengapresiasi langkah pak Gubernur ini dengan membentuk team seleksi sekprov. Ini memberikan indikasi terhadap model pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Sehingga mencerminkan kearah good governance dan good goverman,” jelasnya.

Seperti diberitakan Ambon Eksres, Kamis (17/6), draf konsep pembentukan Timsel telah sampai di meja Sekda Maluku sekarang, Ros Far-Far. Setelah diresponi oleh sekprov, akan dilanjutkan ke Biro hukum dan Hak Asasi Manusia unutk diperiksa dari aspek hukumnya.

Pembentukan Timsel ini berdasarkan Undang-Undang nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara. UU ini menyebutkan, dalam hal pengisian jabatan pimpinan tinggi, sebelum diusulkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), harus dibentuk tim seleksi. Jumlah Timsel sekitar 5-7 orang dengan presentasi 55 persen dari kalangan professional dan 45 adalah orang birokrasi.
(TAB)

Most Popular

To Top