Masuk Rengking 22, Miliki Aset Rp.6,2 Triliun – Ambon Ekspres
Trending

Masuk Rengking 22, Miliki Aset Rp.6,2 Triliun

Publikasi Perkembangan Kinerja PT Bank Maluku Tahun 2015

Kendati tahun sebelumnya PT Bank Maluku diguncang sejumlah masalah internal, namun secara keseluruhan hingga pertengahan Tahun 2015 ini PT Bank Maluku menunjukan tren positif. Mulai dari aset yang dimiliki, kredit yang tersalurkan hingga dana yang dihimpun dari pihak ke tiga menunjukan angka yang menggembirakan dan masuk kategori bank daerah yang sehat.

Ini tercermin dari beberapa indi kator pengelolaan keuangan medio Januari-Mei 2015. Dari sisi aset misalnya, total asset PT. Bank Maluku/Malut posisi per akhir tahun 2014 sebesar Rp 4,5 triliun, sedangkan sampai dengan akhir Mei 2015 sebesar Rp 6,2 triliun. Artinya selama lima bulan terakhir di tahun 2015 ini,  mengalami peningkatan setiap bulan, yaitu Januari 2015  Rp.5,1 Triliun, Februari 2015 Rp.5,3 Triliun, Maret Rp 5,9 Triliun, April 2015 Rp. 6,3 Triliun. Hal ini mengandung makna bahwa sejak Januari sampai dengan Mei 2015, total  asset PT. Bank maluku Malut mengalami peningkatan sebesar 37,78 % atau sebesar Rp 1,7 Triliun.

Di sisi lain, target total asset sesuai rencana kerja dan anggaran tahun 2015 sebesar Rp 5,2 Trilun. Artinya baru 5 (lima) bulan total asset yang dicapai sudah mencapai Rp.6,2 Triliun angka tersebut dianggap sudah melewati anggaran sebesar Rp 1 Triliun.

Demikian pula halnya dengan realisasi penyaluran Kredit kepada Masyarakat di Provinsi Maluku dan Maluku Utara sampai akhir Desember 2014 sebesar Rp 3,0 Trilun, sedangkan sampai dengan minggu ke-II (dua) Juni 2015 sebesar Rp 3,2 Triliun. Terjadi peningkatan sebesar kurang lebih Rp.200 milyar selama 5 bulan terakhir (Januari – 18 Juni 2015). Peningkatan ini terkesan melambat, karena sejak Februari 2014 sampai dengan April 2015 komposisi Direksi belum lengkap–tidak ada Direktur Utama dan Direktur Pemasaran, sehingga proses penyaluran kredit hanya sebatas kewenangan Kepala Divisi Kredit sebesar Rp.750 juta.

Realisasi kredit sampai akhir Mei 2015, sebesar Rp 3,2 triliun tersebut terdiri atas kredit konsumtif sebesar Rp 2,7 Triliun dan kredit modal kerja dan  investasi sebesar Rp 455 milyar, dimana dari Kredit Modal kerja tersebut sebahagian besar disalurkan kepada pelaku usaha UMKM sebesar Rp.270 milyar.

Realisasi penyaluran kredit KUR bagi masyarakat sampai dengan akhir Mei 2015, sebesar Rp. 251,7 Milyar dengan jumlah debitur (penerima KUR) sebanyak 5.873 debitur. Pembiayaan KUR ini terbesar berada pada sektor Perdagangan, perikanan dan lalin-lain.

Perlu diketahui bersama bahwa dengan pergantian pemerintahan dari Presiden SBY ke Presiden Jokowi, maka kebijakan penyaluran kredit KUR ini sementara dihentikan sambil menunggu kebijakan baru, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) sampai akhir Mei 2015, sebesar 2,27 % . Rasio NPL dinilai cukup sehat karena batas tolenransinya sesuai ketentuan BI adalah sebesar Rp 5 %. Realisasi kredit yang disalurkan oleh BPD Seluruh Indonesia sampai akhir Desember 2014 sebesar Rp 294,6 triliun, Bank Maluku Malut berada pada renking ke 22, sedangkan BPD Kalteng, BPD Bengkulu, BPD Sultra dan BPD Sulteng berada pada renking 23, 24, 25 dan 26.

‘’Alhamdulillah saat ini berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar biasa tanggal 28–29 April 2015 lalu, telah mengangkat Sdri. Aleta da Costa selaku Direktur Pemasaran dan Sdr Idris Rolobessy selaku Direktur Utama, maka diharapkan proses penyaluran kredit untuk 6 (enam) bulan kedepan berjalan dengan baik, sehingga target realisasi kredit sebesar Rp 3,5 triliun dapat terealisir pada akhir Desember 2015,’’ kata Direktur Utama Bank Maluku Maluku Utara Idris Rolobessy, dalam rilisnya yang disampaikan kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Untuk dana pihak ketiga berupa giro, tabungan dan deposito yang dapat dihimpun dari masyarakat medio Desember 2014 sebesar Rp. 3,3 triliun, Januari 2015 sebesar Rp 4,3 triliun, Februari Rp 4,5 triliun, maret Rp 5,1 Triliun, April Rp 5,4 triliun)dan Mei 2015 Rp 5,4 Triliun.

Perkembangan peningkatan dana Pihak ketiga ini merupakan wujud nyata bahwa masyarakat dan semua stakeholder di provinsi  Maluku dan Maluku Utara masih memberikan kepercayaan kepada Bank Maluku/Malut. Untuk itu posisi dana pihak ketiga yang dihimpun oleh BPD Seluruh Indonesia sampai dengan akhir Desember 2014 sebesar Rp 333,1 trilun, dimana Bank MalukuMalut berada pada renking ke-22 dari 26 BPD di Indonesia, sedangkan renking ke 23, 24, 25 dan 26 masing-masing BPD Lampung, BPD Bengkulu, BPD Sultra dan BPD Sulteng.

Dari 21 bank umum yang beroperasi di Maluku (Ambon) berdasarkan marketshare dari Bank Indonesia Ambon, posisi Desember 2014 menunjukkan bahwa market share (penguasaan pasar) Bank Maluku/Malut adalah sebagai berikut: Total asset, berada pada renking 1 dari 21 Bank. Dari Total Kredit yang disalurkan kepada Masyarakat, berada pada renking 2 dari 21 bank, sedangkan dari penyaluran kredit pada sektor konstruksi, berada pada renking 1 dari 21 bank dan dari total Dana pihak ketiga, berada pada renking 2 dari 21 bank
Sedangkan laba sebelum pajak yang diperoleh sejak Januari 2015 sampai dengan 18 Juni 2015 sebesar Rp.105 milyar, dengan rincian posisi Januari 2015 Rp. 11,3 Miliar, Februari 2015 Rp. 25,4 Miliar, Maret 2015 Rp.51,1 Miliar, April 2015 Rp.65,8 Miliar, Mei 2015 Rp.95,8 Miliar dan 18 Juni 2015 Rp. 105 Miliar. Mengacu pada pertumbuhan laba tersebut, maka Direksi Bank Maluku/Malut optimis, target laba sampai akhir tahun 2015 sebesar Rp 203,5 Milyar dapat terealisir pada waktunya.

Untuk rasio keuangan  aampai dengan posisi akhir Mei 2015 cukup sehat sebab berada di bawa 5 persen.
-Rasio CAR =15,77 % (sehat/baik) karena berada di atas 8 % ketentuan bank Indonesia.
-Rasio ROA = 3,95 % dinilai baik
-Rasio Net Interes margin (NIM) = 9,08 % dinilai baik karena berada diatas target BPD Regional champion sebesar 5,5 %
-Rasio BOPO yaitu perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional adalah sebesar 68,36 % dikategorikan aman/baik karena berada dibawah 100 %
Sedangkan loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 59,13 % dikategorikan aman, karena berada dibawah range target yang ditetapkan yaitu 78 – 92 % dan rasio NPL berada pada 2,27 % yang dikategorikan cukup sehat karena dibawah 5 % yang syaratkan oleh Bank Indonesia.
Untuk jaringan kantor dan sumber daya manusia (SDM) mulai bertambah  hingga ke luar Maluku. Sesuai data akhir Mei 2015 Kantor Pusat (1 unit), kantor cabang (17 unit), kantor cabang Pembantu (21 unit), kantor Kas (20 unit), Mesin ATM (54 unit) dan Mobil Kas Keliling (25 unit). Jaringan kantor tersebut tersebar di semua kota/kabupaten dan kecamatan/pedesaan di wilayah provinsi Maluku dan Maluku Utara dan Jakarta.

Sedangkan jumlah pegawai tetap sampai dengan Mei 2015 sebanyak kurang lebih 678 orang (tidak termasuk Direksi dan Komisaris).Dari jumlah tersebut yang memiliki jabatan struktural maupun fungsional mulai dari kepala seksi, Analis kredit, Kontrol Intern cabang (KIC), kepala sub divisi/sederajat, kepala divisi/kasatker telah memiliki sertifikasi manajemen risiko sesuai yang disyaratkan oleh ketentuan Bank Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semua pejabat Bank Maluku/Malut memeliki komptensi yang diakui oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), disamping pegawai tetap (organic), ada tenaga outsorshing yang digunakan dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari, seperti, Satpam, Sopir dan clearning service dan sampai dengan akhir Mei 2015 berjumlah sekitar 274 orang.

Terkait dengan teknologi informasi merupakan sarana pendukung utama dalam rangka menunjang kelancaran operasional sehari-hari berjalan secara terencana dan terukur, maka dibentuk salah satu sub divisi khusus (Sub divisi teknologi infomrasi) dibawah koordinasi Divisi Pengendalian Keuangan dan teknologi dan staf yang ditempatkan pada sub divisi ini adalah tenaga S1 yang berlatar belakang pendidikan formalnya adalah teknologi infomrasi. Sedangkan untuk kelancaran operasional sehari-hari, perangkat teknologi infomrasi berupa computer dan laptop yang disediakan/dimanfaatkan adalah sebanyak 637 unit dari jumlah pegawai sebanyak 678 orang. Selanjutnya perangkat software (perangkat lunak) berupa program/aplikasi yang telah dikembangkan dan dioperasikan saat ini 54 program/aplikasi dan server sebanyak 12 unit.
(*)

Most Popular

To Top