PT Nusa Ina Angkut Galian C di Lahan Warga – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

PT Nusa Ina Angkut Galian C di Lahan Warga

MASOHI,AE—Aktifitas PT Nusa Ina disebut-sebut menyerobot lahan warga untuk pengambilan material batuan bukan logam illegal pada areal milik warga negeri Latea, di Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah .

Pengambilan material pasir tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pembangunan insprastuktur perusahan.
Salah satu warga yang juga pemilik lahan mengungkapkan, aktifitas  pengambilan material pasir oleh perusahan tersebut tanpa pemberitahuan kepada pemilik lahan maupun pemerintah negeri setempat.

“Itu illegal karena tidak ada pemberitahuan kepada kami selaku pemilik lahan maupun pemerintah negeri, ” kesal Jopi Latea kepada Ambon Ekspres di kediamannya, Sabtu,(20/6).

Jopi menuturkan, areal yang dijadikan lokasi pengambilan material pasir merupakan tanah Dati miliki klan Latea untuk itu, adanya aktifitas apapun di dalam kawasan tersebut seharusnya diberitahuan kepada pihak keluarga.

Diungkapkan, aktifitas pengambilan material di lokasi tersebut baru diketahui setelah dia bersama keluarga melintas di jalan tersebut.

“Ada dua unit tronton yang angkut pasir kita kaget, ini ijin dari siapa karena harusnya kita yang tahu,” tuturnya menegaskan.

BACA JUGA:  PT Nusa Ina Bakal Dijemput Paksa

Karena itu, pihak keluarga sudah melakukan larangan untuk tidak beraktifitas di areal tersebut sebab dapat menyebabkan abrasi berkepanjangan dimana pengambilan material sejak, Kamis pekan lalu itu telah menimbulkan lubang besar di sekitar pantai. Namun toh, larangan tersebut tidak digubris pihak perusahan.

Perusahan yang bergerak dibidang perkebunan tersebut terus melakukan aktifitas pengambilan material. “Akibatnya ada lubang besar di sekitar pantai ini pasti bisa terjadi abrasi dan kita sudah larang tapi sama sekali tidak digubris,” terangnya.

Tak terima, klan Latea kemudian melaporkan tindakan perusahan tersebut ke pemerintah negeri setempat selanjutkan ke polsek Seram Utara Barat karena tanpa pemberitahuan kepada pemilik lahan maupun pemerintah negeri.

“Pasti abrasi karena material yang diambil bukan 1 atau 2 ret, tapi ribuan kubik, kita sudah larang tapi tidak digubris, karena itu kita laporkan ke pemerintah negeri dan polsek, ” beber Jopi.

Setelah melayangkan laporan adanya aktifitas illegal di areal tersebut ke polsek setempat, polisi sebut Jopi langsung turun ke lokasi melakukan pencegatan. Pantauan koran ini, setumpuk material pasir belum sempat diangkut pihak perusahan.

BACA JUGA:  PT Nusa Ina Bakal Dijemput Paksa

Ribuan material pasir tersebut masih berada di lokasi. “Sisa-sisa material masih berada di lokasi, ada dua unit mobil tronton yang angkut pasir ke lokasi perkebunan sawit,” ungkapnya.Hingga berita ini naik cetak, pihak PT Nusa Ina belum berhasil dikonfirmasi.(ANC)

Most Popular

To Top