Rakyat Dukung DOB di SBT – Ambon Ekspres
Trending

Rakyat Dukung DOB di SBT

Ambon, AE— Dua wilayah yang diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru, Kepulauan Gorom Wakate dan Kota Bula Werinama, jangan dipakai sebagai alat politik, oleh kelompok kepentingan jelang pemilihan kepala daerah. Pemekaran, harusnya dilihat sebagai kepentingan banyak orang, mengingat daerah-daerah terjauh di calon DOB itu tergolong terkebelakang, terisolasi, dan miskin.

Gorom dan Wakate, dua daerah paling terkebelakangan baik di SBT maupun di Maluku. Beberapa kali di wilayah Gorom terjadi kelaparan seperti, di Wasawasa, Pulau Amarsekaru. Masalah perhubungan yang tak kunjung tuntas, membuat daerah ini jauh dari sentuhan pembangunan maupun pengawasan atas pembangunan.

Kondisi ini membuat distribusi logistik atau kebutuhan Sembilan bahan pokok terganggu. Harga-harga barang dibandingkan dengan ibukota SBT, Bula, cukup besar. Masyarakat yang hanya berprofesi sebagai petani dan nelayan, tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perairan Wakate cukup besar potensi ikannya. Namun karena keterbatasan sarana transportasi, membuat potensi itu tidak pernah bisa dijadikan sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Bagaimana mau jual ke daerah lain, transportasi saja tidak ada,” ungkap tokoh pemuda Wakate, Irsan Elys.

Karena itu, lanjut Elys, DOB Kepulauan Gorom Wakate mendesak dilakukan. Saat ini Pembangunan di kedua daerah terutama Kecamatan Wakate memprihatinkan, dan jauh dari kemajuan. “Pro dan kontra itu biasa dalam setiap pemekaran bukan saja di Kabupaten SBT tapi daerah lain di Maluku juga terjadi. Namun, perlu diketahui cara tercepat untuk memajukan pembangunan disana adalah pemekaran,” kata dia menanggapi pernyataan pro dan kontra terkait DOB di SBT.

Menurut dia, keuntungan lain dari pemekaran Daerah Otonomi Baru, dapat menekan angka pengangguran karena adanya rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk ditempatkan di kabupaten baru. Meransang tingkat kesejateraan masyarakat di wilayah yang akan dimekarkan, juga menjadi alasan lain, setelah bertambahnya dana alokasi dari pemerintah pusat berupa DAK (dana alokasi khusus) dan DAU (dana alokasi umum).

Tokoh pemuda Kecamatan Pulau Gorom, Ali Rumau, juga mendukung DOB Kabupaten Kepulauan Gorom Wakate. Hanya saja dia menginginkan, itu tidak dilakukan jelang pemilihan kepala daerah SBT. “ Selama ini masyarakat Gorom kalau ingin ke Kota Bula untuk suatu urusan, harus keluarkan banyak banyak. Karena itu, pemekaran sangat perlu untuk memperpendek rentang kendali. Namun waktunya yang kurang pas sehingga ada kecurigaan bahwa pemekaran sebagai bentuk pencitraan AV (Abdullah Vanath) jelang pilkada, ” ujarnya.

Tokoh Pemuda lain Pulau Gorom, Munawir Rumbouw  mengungkapkan pendapat yang sama, tidak ada jalan lain, kecuali pemekaran dalam rangka meningkatkan kesejahtraan masyarakat dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan mengembangkan sumber daya manusia. “Soal adanya sikap menolak dari pihak lain, itu hak mereka, termasuk akademisi,” kata Rumbouw.

Hal senada juga disampaikan Toko masyarakat Bula Yusuf Paitaha. Kata dia, “SBT ini khan luas terdiri dari pulau-pulau kecil. Itu menjadi kendala rentang kendali pelayanan pemerintahan. De adanya pemekaran daerah baru, pemerataan pembangunan bisa dilakukan dengan jauh lebih baik,” katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD SBT dua periode ini berharap, masyarakat bisa memahami tujuan dari pemekaran ini dengan positif. Ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat. “Mari kita lihat rencana pemekaran ini secara profesional, tujuannya adalah untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

“Saya kira tidak ada gelombang penolakan secara besar-besaran baik di Pulau Gorom Wakate maupun Kota Bula Werinama. Para latupati dan kepala desa juga sangat antusias mendukung rencana ini,” tambah politisi PDIP ini.

Untuk memastikan persiapan dua DOB di SBT itu, pemerintah setempat telah mengundang Komisi II DPR RI. DPR RI menyatakan siap memproses DOB baru itu. Meski demikian syarat dalam Undang-undang mesti dipenuhi. Bahkan jika telah merampung, dua daerah itu bisa dimekarkan tahun ini.

Hanya saja upaya pemerintah yang dimotor Bupati Abdullah Vanath memantik pro dan kontra. Ini terkait dengan waktu untuk pelaksanaan pemekaran yang berdekatan dengan pilkada. Kelompok yang kontra menilai usulan DOB yang berdekatan dengan pilkada, hanya menjadi dagangan politik Vanath untuk meraih simpati rakyat. Apalagi Vanath jelas-jelas telah memberikan dukungan kepada kandidat Siti Umuriah Suruwaky.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!