Siapa Yang Pantas Diusul Assagaff? – Ambon Ekspres
Trending

Siapa Yang Pantas Diusul Assagaff?

AMBON,AE— Hiruk pikuk pergantian jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku tak pernah redam. Isu soal kandidat pengganti Ros Far-Far yang akan mengakhiri kariernya akhir tahun ini, sudah digulirkan sejak tahun lalu.  Dari sekian nama yang sempat di wacanakan, belakangan yang mencul dan memiliki peluang untuk diusulkan hanya beberapa. Bahkan meruncing hingga empat orang saja yang layak menjadi Sekda Provinsi Maluku.

Mereka diantaranya, Saleh Thio Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Romelus Far-Far Kadis Kelautan dan Perikanan, Sam Latuconsina Wakil Walikota Ambon, Sedek Sangadji Asisten III Pemda Maluku. Siapa-siapa dari sekian nama itu yang diusulkan ke Menteri Dalam Negeri, Gubernur Maluku Said Assagaff memilih rekomendasi dari Tim Seleksi yang tak lama lagi akan bekerja.

Timsel ini diwakili kalangan professional dan birokrasi. Lantas siapa saja figur yang pantas diusulkan untuk mengikuti seleksi, Direktur Mollucas Economy Reform Institute (MOERI) Tammat R Talaohu menilai, salah satunya Sam Latuconsina. Kata dia, Sam punya kriteria yang cukup lengkap, yakni pernah menjabat ketua KNPI Maluku, Kadis Tata Kota Ambon di masa kepempinan Jopy Papilaya dan saat ini menjabat wakil walikota Ambon

“Sudah saatnya dilakukan reformasi biokrasi di lingkup pemprov maluku. Dan figur sentral itu ada pada Sekda. Saya kira, Sam pantas diusulkan jadi calon sekprov. Dia adalah figur pendobrak,”Kata pria yang biasa disapa Temy itu kepada Ambon Ekspres via seluler.

Koordinator Mollucas Democratizatiion Voice (MDV) Rizal Sangadji menilai, ada nama lain pantas diusulkan untuk diseleksi menjadi calon sekda yakni Antonius Sihaloho MT, Kepala Bappeda Maluku. Dari sisi kepangkatan dan jabatan, kata Rizal, Antonius sudah memenuhi syarat dengan jabatan Eselon II atau setara kepala dinas.

“Kepantasan itu soal lain. Saya kira kalau selama pejabat lain memenuhi kriteria sesuai UU ASN (Aparat Sipil Negara) nomor 4/2014, maka harus diberikan ruang untuk mengikuti seleksi. Misalnya Pak Antonius Siloho (kepala Bepeda Maluku). Jabatannya itu setara dengan pimpinan SKPD. Dia merupakan pejabat eselon II,”katanya.

Thio, menurut Rizal, sudah layak, karena memiliki jenjang karier yang baik dan cukup berpengalaman. Thio pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkup Pemda Maluku, seperti Kepala Biro Kepegawaian Pemda Maluku, Plt. Bupati Bursel, Kadis Infokom Maluku, Kadis Sosial, Asisten III Setda Maluku, Kepala Balai Diklat Maluku dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, hingga saat ini.

Kemudian Romelus Far-Far juga pernah menjabat kepala Dinas Koperasi dan sekarang Kepala Dinas Perikanan. Sementara kita tahu Sam merupakan wakil Walikota Ambon. Sementara Sam, menurut dia, butuh pemahaman yang detail soal UU ASN yang mengatur soal persyaratan. Pasalnya, dari sisi kepangkatan Sam kemungkinan belum memenuhinya. “Tapi soal apakah Sam memenuhi kriteria kepangkatan atau tidak, nanti kita lihat di UU ASN dan bagaimana Timsel melakukan verifikasi,” tandasnya.

Olehnya Rizal berharap, Timsel yang sedang dibentuk, harus melakukan seleksi secara terbuka dan selektif sesuai amanat UU ASN. Diperlukan keterlibatan publik untuk mengontrol jalannya proses seleksi. “Kualitas, rekam jejak, kapabilutas, independensi dan integritas harus disenter dengan teliti oleh Timsel. Untuk memastikan hal itu, maka Timsel harus bekerja secara transparan. Embrio tiga nama yang akan diusulkan gubernur ke pusat itu, dilahirkan dari kerja Timsel,”tandas kandidat magister universitas Pattimura itu, mengingatkan.

Menurut Koordinator Indonesia Democracy Reform Instute atau INDEI, Wahda Mony, figur yang pantas diusulkan sebagai calon sekprov Maluku adalah Sedek Sangadji dan Antaonio Sioloho. Dua figur ini,  punya kualifikasi berupa kompetensi. Selain itu, dari sisi kepangkatan, mereka menjabat pada beberapa jabatan penting yang memberi nilai tambah untuk menjadi sekprov. Apalagi pak Sedek Sangadji merupakan lulusan Lemhanas.

Soal Sam, ia mengaku kendati pantas diusulkan mengikuti seleksi bahkan diusulkan menjadi salah satu kandidat sekprov, masih menyisahkan tanda tanya. Apalagi kata dia, Sam dikenal khalayak sebagai pejabat politik, bukan lagi pejabat karier.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Maritje Lopulalan belum memberikan komentar soal draf konsep pembentukan Timsel. Baik melalui seluler maupun saat Ambon Ekspres mendatanginya di ruang kerjanya, Senin (22/6). (TAB)

Most Popular

To Top