PDIP Bursel Ancam Boikot – Ambon Ekspres
Trending

PDIP Bursel Ancam Boikot

AMBON,AE— Keinginan kader PDI Perjuangan Buru Selatan agar ketua DPC, Samy Latbual direkomendir sebagai calon wakil bupati Buru Selatan tak bisa ditawar lagi. Ultimatum pun dikeluarkan oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang dan Ranting. Samy diakomodir atau terpaksa mereka keluar dari PDIP.

Kemarin, Selasa (23/6) 6 PAC dan 6 Ranting PDI Perjuangan Bursel menggelar rapat bersama. Ini merupakan rapat kedua. Dalam rapat kali ini, mereka membicarakan arah politik PDIP soal rekomendasi yang kemungkinan besar diberikan kepada paket pasangan Incumben Tagop Sudarsono Solisa-Ayub Saleky. Melenceng dari keinginan mereka.

“Saya berbicara atas nama 6 PAC dan 6 Ratning yang saat ini sedang menggelar rapat. Intinya kesepakatan dan keinginan kami sudah bulat bahwa, partai harus mengusung kader (Samy Latbual-red) sebagai wakil bupati Bursel. Itu harga mati,” ujar ketua PAC PDIP Kecamatan Ambalau, Abdurahim Latuconsina via telepon dari Namrole ibu kota Bursel, sesuai rapat.

Selain itu, mereka menyikapi pernyataan sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku Lucky Wattimuri, seakan-seakan usulan Samy sebagai calon wakil bupati, merupakan pemaksaan kehendak. Menurut mereka, Wattimuri harus bersikap netral dalam kondisi saat ini, bukan menyudutkan kader PDIP di Bursel.

“Kami merasa tersinggung dengan apa yang disampaikan oleh pak Lucky bahwa perlu belajar dulu. Pak Samy itu sudah punya pengalaman memimpin sebagai anggota DPRD Bursel dua periode. Sehingga kami menilai beliau sudah layak  diusung sebagai cawabup. Kami juga sudah siap,” jelas Latuconsina.

Latuconsina mempertanyakan kesepakatan dan komitmen yang disampaikan Wattimuri selaku perwakilan dari DPD PDIP Maluku saat rapat dengan DPC PDIP Bursel beberapa bulan lalu. Kala itu, lanjutnya, Wattimuri mengaku bahwa Samy bisa diusung tergantung hasil survei partai.

“Setelah kami menyampaikan keinginan, pak Lucky mengatakan kita tunggu hasil survei partai. Faktanya pak Samy berada diurutan teratas melebihi Buce Saleky. Kok kenapa pak Lucky terkesan mengkhianati tantangannya itu?” kesalnya.

Selaku kader senior di PDIP, menurut dia, Wattimuri tidak boleh memperkeruh masalah dengan mengeluarkan pernyataan yang justru mengkerdilkan kader banteng di Bursel. Lucky juga dinilai menciderai kesepakatan bersama antara DPC dan DPD PDIP Maluku.

“Kita ini kader yang loyal. Sangat disayangkan kalau pak Lucky mengatakan bahwa, kami memaksakan kehendak dan perlu belajar dulu. Ini sama saja mengkerdilkan kader PDIP di Bursel. Jadi disampaikan pak Lucky itu menciderai  kesepakatan kita di Bursel,” tegasnya.

Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Namrole Husen Seknun mengaku, mereka mencurigai adanya dendam politik Wattimuri terhadap Samy, karena tidak diberikan suara pada Konferensi Cabang PDIP Maluku beberapa bulan lalu. Ini yang kemudian membuat Wattimuri terlihat tidak setuju Samy disandingkan dengan Tagop.

Selain itu, ia juga menduga kesepakatan bersama pada rapat di Bursel yang dihadiri langsung oleh Lucky Wattimuri selalu sekretaris dan salah satu ketua bidang Hendrik Sahureka itu, tidak ditindaklanjuti secara institusi ke ketua DPD maupun DPP.

“Kami khawatir jangan sampai kesepakatan dalam rapat di sekretariat DPC PDIP Bursel itu tak disampaikan ke DPD dan DPP oleh pak Lucky,” cetus dia.

Hasil rapat kemarin, akan disampaikan secara resmi ked DPD PDIP Provinsi Maluku dan DPP. Tujuannya, agar rekomendasi diberikan kepada Samy dan berpasangan dengan Tagop. “Dalam waktu dekat hasil rapat ini kami sampaikan ke DPD dan DPP PDIP. Kami akan mengawal proses penetapan rekomendasi PDIP untuk Pilkada Bursel,” katanya.

Andaikan DPD dan DPP tak menggubris keinginan tersebut, mereka memastikan proses konsolidasi dan sosialiasi pasangan yang diusung PDIP, tanpa kehadiran dan kerja kader. Bahkan mereka juga mengancam memboikot kegiatan berupa apapun atas nama PDIP di Bursel dalam momentum Pilkada kali ini.

“Kami berharap rekomendasi PDIP diberikan ke kader partai. Kalau sampai diberikan  kepada selain kader, maka DPD sendiri yang datang kerja di Bursel. Kami tidak mau bekerja. Kami juga tak segan memboikot kegiatan partai di Bursel. Yang saya sampaikan mengatasnamakan 6 PAC dan 6 Ranting PDIP Bursel,” kunci Seknun.

Wattimuri coba dikonfirmasi via telepon soal tudingan tersebut, namun belum memberikan komentar hingga berita ini naik cetak.

Sebelumnya, di Koran ini, Senin (22/6) Wattimuri mengaku, tidak ada yang menghalangi keinginan Samy Latbual dalam perebutan rekomendasi. PDIP tetap memakai pendekatan survei. Namun, semuanya dikembalikan ke DPP.
(TAB)

Most Popular

To Top