Pesawat Tua itu Pun Rontok – Ambon Ekspres
Trending

Pesawat Tua itu Pun Rontok

Medan, AE— Pesawat Hercules C-130 tipe B dari Skuadron 32 yang dibuat tahun 1964 atau sudah setengah abad lalu, jatuh di Jalan Djamin Ginting, Medan Sumatera Utara. Ada sekitar 50 penumpang, dan 12 awak. Awak seluruhnya adalah anggota TNI. Belum diketahui sebab-sebab terjadinya pesawat tersebut, namun sejumlah saksi mata mengaku, tidak mendengar bunyi pesawat, sebelum dia menambrak tower.

Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya menyebut ada 50-an penumpang dan 12 awak. Kedua belas awak terdiri dari 3 pilot, 1 navigator, dan 8 teknisi.  “Jadi sampai detik ini informasinya ada 50-an penumpang dan 12 awak,” jelas Fuad, Selasa (30/6) di laman detik.com.

Fuad tidak menampik ada sejumlah penumpang sipil di dalam pesawat. Mereka adalah anggota keluarga anggota TNI yang berdinas. “Jadi begini, ini kan misalnya ada anggota TNI pindah dinas dari Medan. Anak istrinya dibawa, dinaikin ke Hercules,” jelas Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, Selasa (30/6/2015).

Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriatna seperti dikutip dari MetroTV menyebutkan, pesawat sempat take of dua menit dari Lapangan udara Suwondo, Sumatera Utara,  setelah itu pilot meminta pesawat untuk kembali.

Elfrida Efi, Resepsionis Golden Eleven Hotel, mengaku pesawat sempat berputar-putar beberapa kali dengan ketinggian sangat rendah. “Pesawat itu melintas di atas kepala beberapa kali. Benar-benar rendah,” terang Elfrida sebagaimana dilansir laman The Star Online.

Zani Tarigan seorang saksi mata juga menyebutkan hal yang sama. “Saya tidak mendengar mesinnya bunyi. Tapi pesawat sudah oleng, tapi terus berputar. Pesawat kemudian menghantam tower di depannya,” ungkap Zani di MetroTV tadi malam.

Elfrida menambahkan, pesawat juga sempat menghantam tempat pijat yang ada di hotel. Biasanya, tempat pijat tersebut dipenuhi para tamu ketika hari sudah beranjak siang.

“Ada api dan kepulan asap. Yang terjadi karena pesawat jatuh di atas atap dan langsung meledak,” tambah Elfrida sebagaimana dilansir laman Reuters.
Dari proses evakuasi yang dilakukan saat ini, Tim SAR Gabungan sudah menemukan sekitar 50 jenazah yang langsung dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik.  Proses evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di lokasi jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Kompleks Gardenia, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6).

Sumut Pos (Jawa Pos Group) melaporkan, evakuasi dilakukan sejak pukul 12.30 WIB. Satu per satu korban kecelakaan pesawat hercules milik TNI AU di komplek Gardenia, Padang Bulan mulai dievakuasi dengan mobil ambulance.

Kepala Bidang Kedokteran Dan Kesehatan Polda Sumut, Kombespol Setyo P mengungkapkan hingga sore,  Tim DVI (disaster victim identification) belum mendapatkan informasi manifes pesawat? “Kita tetap berupayakan agar identifikasi hari ini bisa selesai setelah data antem mortem diterima,” katanya.

Kasau mengatakan, diduga pesawat tersebut jatuh karena ada masalah mesin. Dia membenarkan bahwa pesawat sempat meminta untuk kembali sesaat setelah take off dari Lanud Soewondo. Namun dia belum memberikan penjelasan rinci lainnya seputar penyebab dan korban dalam kecelakaan militer ini.

“Namun pesawat itu sedang dalam operasi PAUM, penerbangan angkutan udara militer. Itu tugasnya melakukan pengantaran logistik ke pangkalan-pangkalan atau mengangkut personel yang bergeser. Di dalam operasi PAUM terdapat 12 kru yang terdiri dari 3 penerbang, 1 navigator dan 8 teknisi. Ini saya akan langsung ke Medan dari Balikpapan,” ujar Agus.

Saat ini masih belum dapat diketahui jumlah korban yang jatuh dalam insiden, namun tempat jatuhnya pesawat disebut berada di lokasi permukiman padat penduduk di sekitar wilayah Jamin Ginting, Medan.

Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan pesawat Hercules itu pesawat tua. Menurut mantan Sesmil era Presiden Megawati Soekarnoputri ini, Hercules C-130 itu merupakan pesawat yang diproduksi tahun 1954 di Amerika Serikat dan tiba di Indonesia tahun 1959-1960.

Bahkan, pesawat tipe short ini menurutnya sudah dua kali ganti mesin di Singapura. “Jadi seperti apapun, misalnya dioverhold tapi framenya bisa crag. Ini bisa diselidiki seperti apa, tapi memang sudah uzur, sudah waktunya diganti,” katanya di gedung DPR Jakarta, Selasa (30/6).

Insiden ini menurut politikus yang akrab disapa Kang TB itu, menunjukkan bahwa peralatan Angkatan Udara (AU) harus direnovasi dengan menggantinya pakai produk baru meski hanya dalam jumlah sedikit.

“Harus beli jangan ada lagi hibah yang lebih mahal. Beli meski jumlahnya sedikit tapi kondisi baru dan ada TOT sehingga ada nilai tambah untuk PT DI (Dirgantara Indonesia),” jelasnya.(JPNN/DTC)

Most Popular

To Top