Suap Rp.600 Juta di Tambang Emas – Ambon Ekspres
Trending

Suap Rp.600 Juta di Tambang Emas

Namlea, AE— Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea, diam-diam menyelidiki dugaan praktek suap oleh PT Anugrah Mas Bupolo (PT AMB) kepada Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Buru dengan nilai fantastis mencapai Rp600 juta.

Sumber yang enggan namanya dikorankan, mengaku kalau informasi yang diterima kejaksaan sempat telat. Pasalnya, jika informasi tersebut diterima sejak awal, dapat dilakukan tangkap tangan. Karena itu, kejari sedikit kesulitan mendapatkan bukti dugaan suap tersebut.

Menurut sumber, pihak kejaksaan sudah melakukan konfrontir adanya dugaan suap di Kantor Lingkungan Hidup itu dengan kepala Kantor Lingkungan Hidup, Ajid Hentihu. Namun, Ajid Hentihu membantah adanya dugaan suap tersebut.

Kejari Namlea tidak berhenti dengan bantahan dari Ajid Hentihu. Kejaksaan akan terus melakukan pulbaket dan akan terus berupaya untuk mengumpulkan bukti adanya dugaan suap tersebut.

Ketua LIRA Maluku, Yan Sariwating melalui via telepon seluler, meminta agar aparat Kejaksaan Negeri Namlea dapat melakukan pengusutan terkait pemberian UPL-UKL oleh Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Buru kepada PT Anugrah Mas Bupolo (AMB) di Kecamatan Lolong Guba, Desa Kubalahin yang akan dijadikan lokasi pembangunan pabrik pengolahan emas.

Menurut Sariwating, lokasi yang diincar PT AMB ini dijaman Bupati Husnie Hentihu sudah dibuat master plan untuk dijadikan kawasan Kota Terpadu Mandiri yang anggarannya akan disuplai dari APBN. Namun rencana itu mentah, karena lokasi yang sama menjadi incaran dari sejumlah pengusaha industri pengolahan emas, terutama oleh PT AMB.

Sariwating, mengatakan seharusnya tidak boleh dilakukan oleh Kepala KLH Buru, karena yang hendak dilakukan oleh PT AMB itu harus mengurus izin AMDAL dari Bapedal Propinsi Maluku. Dia sudah menanyakan soal amdal ini dengan Unpatti dan mendapat jawaban kalau  tenaga peneliti mereka dari pusat studi universitas itu pernah dipakai untuk melakukan penelitian soal AMDAL di Walboly/Kubalahin.

Tapi Unpatti sendiri belum memberikan rekomendasi, karena hasil studi Amdal tersebut masih belum rampung. ”Lantas kenapa harus keluar UPL-UKL dari Kantor KLH Buru. Pasti ada sesuatu transaksi di belakang yang patut kita curigai. Kejaksaan dan aparat penegak hukum terdekat harus mengusut hal ini,” tegas Sariwating.

Sementara itu, di lokasi PT AMB, tidak ada aktifitas kegiatan pengolahan emas. Salah satu pemilik lahan yang ditemui di lapangan, Latif Besan mengaku PT AMB sudah dua kali memproduksi pengolahan emas. “Saya tidak tahu hasil yang mereka peroleh, tapi sekarang lagi terhenti, karena mendapat sorotan masyarakat,” jelas Latif yang mengaku sebagai pemilik lahan yang baru mendapat dana ganti rugi sebesar Rp 40 juta dari Mansur Lataka, Bendahara PT AMB.

Secara resmi PT AMB ini belum mengantongi izin Usaha Pertambangan (IUP). Termasuk izin membangun pabrik pengolahan emas di Lolong Guba oleh Gubernur Maluku. Tapi sejak tahun 2014 lalu, perusahaan ini sudah mengedarkan formulir kepada sejumlah pengusaha industri tambang di sekitar Wamsait, Gunung Botak, agar memindahkan seluruh aktifitas mereka di lokasi lahan yang dikuasai PT AMB di Wabloy dan Kubalahin.

Perusahaan ini sudah mengerahkan sejumlah alat berat di Wabloy maupun di kawasan Gunung Botak untuk menopang aktifitas mereka mencuri emas dari Kabupaten Buru. Mansur Lataka pernah menuturkan kalau pihaknya dalam uji coba di Wabloy berhasil memproduksi 50 kg emas murni. Bahkan, Mansur juga pernah bernyanyi membawa banyak material mengandung emas untuk diproduksi di Pulau Jawa.

Walaupun kejaksaan masih sulit membuktikan dugaan suap Rp.600 juta tersebut, namun salah satu teman dekat dari Bendahara PT AMB, kepada wartawan berani membenarkan ada penyerahan uang ratusan juta dari temannya itu langsung ke tangan Ajie Hentihu. Sementara, Ajie Hentihu yang ditanya wartawan, buru-buru membantahnya. Bahkan ia mengaku sudah tiga bulan terakhir ini tidak berkomunikasi dengan Mansur Lataka.(CR8)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!