Ekonomi Lesuh, Justeru Terjadi Deflasi – Ambon Ekspres
Trending

Ekonomi Lesuh, Justeru Terjadi Deflasi

Inflasi Bisa Terjadi Jelang Lebaran

AMBON, AE— Ekonomi Indonesia lesuh, tapi harga sejumlah komoditi yang menyumbang inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual, relatif  turun sepanjang bulan Juni 2015. Ini membuat Kota Ambon mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0.25 persen, dan Tual deflasi sebesar 0.80 persen. Namun inflasi berperluang terjadi kembali di bulan Juli, karena dalam bulan ini ada perayaan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Pemerintah telah mengantisipasinya dengan menggelar pasar murah.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Jessica Eliziana Pupella mengatakan,  Kota Ambon merupakan satu dari 6 kota di Indonesia yang mengalami deflasi pada bulan Juni. Deflasi di Kota Ambon terjadi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120.87. Sementara di kota Tual, deflasi terjadi dengan IHK 133, 57.

“Dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Juni 2015 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 26. Untuk inflasi bulanan Kota Ambon pada peringkat 79. Inflasi tahun kalender, Kota Ambon berada  pada peringkat 2, untuk inflasi tahun ke tahun, Kota Ambon menduduki peringkat ke 23,” sebut Jessica saat menyampaikan rilis bulanan BPS di kantor BPS Maluku, Rabu 1/7).

Sementara untuk kota Tual, dari 82 kota IHK di Indoensia, di bulan Juni 2015 IHK Kota Tual menduduki peringkat 1.  Untuk inflasi bulanan, Kota Tual  pada peringkat 82, inflasi tahun kalender,  Kota Tual  berada pada peringkat 1, serta untuk inflasi tahun ke tahun, kota Tual menduduki peringkat ke 1.

Dijelaskan, inflasi di kota Ambon terjadi pada lima kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,55 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,55 persen. Kelompok sandang sebesar 0.84 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0.24 persen, serta kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 1.67 persen, dan pada kelompiok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen.

“Komoditas penyumbang inflasi di Kota Ambon adalah kangkung, ikan cakalang, cabai merah, dan tukang bukan mandor. Sementara  komoditas penyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan cakalang, ikan baronang, daun singkong, ketela pohon, dan baju anak setelan,” ungkap Jessica.

Menyoal kemungkinan inflasi bisa terjadi lagi menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan Juli, Jessica mengaku, prinsipnya, BPS tidak dapat menentukan ada tidaknya inflasi atau daflasi dalam  masa satu bulan berikutnya. Sebab, itu ditentukan setelah melihat dinamika pasar.

“Kita mencatatnya, ada yang per minggu, dua minggu dan satu bulan. Dan itu kita lihat dari perkembangan harga di pasar dari waktu ke waktu. Kalau kita masuk ke bulan Juli, maka kita akan melihat kondisi bulan Juli dibandingkan dengan bulan Juni. Tapi kita tidak bisa prediksi  akan terjadi inflasi atau deflasi dan pada angka berapa persen, karena kita kembalikan kepada kondisi di pasaran,” jelasnya.

Kendati demikian, Jessica mengatakan, dengan melihat trend harga sejumlah barang, terutama jenis sandang yang mulai bergerak naik, tidak tertutup kemungkinan inflasi bisa terjadi di bulan Juli, terutama pada saat jelang hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, Kepala bidang Perdagangan Dalam Negeri ( PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi Maluku Bustaman Ohorella mengungkapkan, guna mengantisipasi terjadinya inflasi, terutama naiknya harga sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang  hari Raya idul Fitri, pemerintah provinsi Maluku telah menetapkan program pasar murah pada pertengahan, dan akhir bulan suci Ramadhan.

“Bisanya, semakin dekat lebaran, ada saja gejolak harga sembako. Pemerintah sudah mengantsispasi hal itu. Pertama, melakukan monitoring harga setiap saat, dan menggelar pasar murah,” kata Ohorella.

Disperidang provinsi Maluku telah menggelar pasar murah pada tanggal 2 Juli di depan kantor Disperidang Maluku. Akan dilanjutkan dengan pasar murah mobail di kecamatan salahutu dan Leihitu menjelang hari Raya Idul Fitri.

“Pemerintah kota juga akan melaksanakan pada tanggal 6 hingga tanggal 11 di kota Ambon di tiga ttik, yakni belanag RST, Silale, dan di kawasan Kebun cengkeh. Kita berharap, pasar dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan mudah dan dengan harga yang relatif murah, di bawah harga pasaran,” jelas Ohorella.(MAN)

Most Popular

To Top