Identitas Korban Terungkap, Pelaku Terlacak – Ambon Ekspres
Trending

Identitas Korban Terungkap, Pelaku Terlacak

AMBON,AE— Identitas korban pembunuhan di bukit Cinta, Desa Hattu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (29/6) akhirnya diketahui. Ini setelah keluarga korban mendapatkan informasi tentang penemuan mayat tanpa identitas.

Pihak keluarga kemudian mendatangi Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, dan memastikan identitas korban di RS Bhayangkara, Tantui.

Korban diketahui bernama Sapia  Rumkel, usia 18 tahun. Korban yang  diketahui baru lulus dari salah satu SMA di kota Tual ini berencana  menjenguk orang tuanya di Desa Yaputi, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah. Korban kemudian berangkat ke Kota Ambon. Tiba di Ambon dari Tual bersama beberapa anggota keluarganya, korban tidak langsung ke Desa Yaputi.

“Ini kan dia (korban) baru dari Tual, dan baru beberapa hari di Ambon, sama-sama dengan ada satu kakaknya dari sana (Tual) tetapi kakaknya  langsung  ke Moso (Seram). Sedangkan dia (korban) mau tinggal beberapa hari untuk berobat, setelah itu baru pulang ke kampung (Yaputi) lebaran di sana,” ungkap salah satu keluarga korban Samiun Rumkel ketika didatangi Ambon Ekspres Kemarin.

Korban tinggal bersama keluarga di jalan Amalatu IAIN. Pada Minggu, (28/6) korban meminta izin untuk menemui keluarga lainnya di Galungung,  Tanah Rata, Desa Batu Merah, kota Ambon. “Kita tau kalau dia ke Galunggung dan menginap, karna disitu juga keluarga dan setahu kita, dia disitu. Tetapi ketika mamanya telepon ke nomor hpnya, tidak aktif. Dihubungi keluarga yang ada di Galunggung untuk menanyakan keberadaanya, tapi katanya dia sudah balik ke STAIN dari hari Senin,” jelasnya.

Salah satu keluarga korban yang tinggal di Galunggung, Atika, mengungkapkan, sebelumnya, korban menghubunginya bahwa ingin ke rumah keluarga di Galunggung dan menginap di sana. Setelah menginap satu malam, korban kemudiaan pamit untuk kembali ke IAIN pada Senin (29/6), karena ingin ke Desa Yaputi,  Tehoru.

“Dia (korban) telepon kalau mau ke rumah, sekalian mau tidur, besok pagi dia bilang kalau mau balik ke IAIN mempersiapkan pakaian untuk pulang ke Tehoru. Katanya mau pulang hari Selasa. Jadi saya  kira sudah pulang ke kampung, kita baru tau kalau keluarga tanya keberadaannya ke  kita,” kata Tika.

Sempat korban mengeluh sakit dan mau berobat disalah satu kenalannya. Kenalan itu, dia kenal saat di atas kapal dari Tual menuju kota  Ambon. Tika sempat mengingatkan korban agar tidak terlalu percaya dengan orang baru dikenal.

“Saat dia nginap di rumah, dia sempat bilang dia ada sakit, tapi tidak tau sakit apa. Dan mau berobat di salah satu kenalannya, yang baru dia kenal di kapal.  Katanya orang itu mau berobat tapi tidak di rumah harus di luar rumah. Dia tidak kasi tau siapa orang yang mau berobat,” kata Tika.

Keluarga mulai panik setelah mengetahui korban tidak berada di Galunggung maupun Stain. Setelah mendapatkan informasi berupa himbauan dari pihak kepolisian melalui media cetak, keluarga korban langsung melapor di Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Rabu (1/7) sekira pukul 23:30 WIT untuk memastikan identitas korban pembunuhan yang belum diketahui identitasnya.

“Kemudian kita ke Rumah  sakit Bhayangkara untuk cek, ternyata betul, dia (korban) yang kita cari,” katanya. Dari RS Bhayangkara, jenazah langsung di bawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kahena sekira 15:30 WIT.

Ditempat terpisah, Kaur Bin OPS Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease Iptu Izack Salamor, mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan upaya untuk mengungkap pelaku pembunuhan. untuk itu polisi telah kembali melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait dengan kasus itu. ”Tadi (Kamis-red) ada dua saksi tambahan yang kita periksa, pemeriksaan dua saksi ini meliputi situasi saat itu di lokasi kejadian. Jadi saksi yang sudah kita mintai keterangan sudah lima orang saksi,” kata Salamor.

Polisi berencana secepatnya akan meminta keterangan dari pihak keluarga korban. Pemeriksaan yang akan dilakukan ini meliputi semua aktifitas sebelum terjadi pembunuhan. ”Tadi rencana sudah langsung kita panggil pihak keluarga untuk kita mintai keterangan, apa yang terjadi dengan korban sebelum korban dibunuh. Ya karena masih dalam suasana berduka, jadi mungkin besok (hari ini) kita akan panggil dan dimintai keterangan,” tuturnya.

Ditanyakan terkait identitas pelaku, ata dia, pihaknya sudah mendapatkan titik terangnya, namun tidak mau gegebah dalam mengambil langka. Polisi memastikan, cepat atau lambat pelaku akan terungkap.

“Sudah ada yang mengarah ke pelaku, tapi maaf saya belum bisa kasi tau. Ini masih sebatas konsumsi kita, guna kepentingan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Mudah-mudahan pelaku secepatnya tertangkap,” tutupnya.(ERM)

Most Popular

To Top