Diduga HGU Bank Maluku di Surabaya Palsu – Ambon Ekspres
Metro Manise

Diduga HGU Bank Maluku di Surabaya Palsu

AMBON, AE— Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) Bank Maluku cabang Surabaya yang terletak di Jalan Darmo Surabaya diduga palsu. HGU yang telah dikantongi pihak Bank Maluku dari calon penjual diduga bukan HGU sebenarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini dari lingkup Kejati Maluku mengatakan, pembelian gedung kantor Bank Maluku cabang Surabaya lewat calo yang bernama Faizal. Saat pembelian, pihak Bank Maluku mendapat HGU yang diberikan Faisal. Namun diduga HGU yang dikantongi Faisal adalah aspal alias asli tapi palsu. Lantaran berdasarkan penyelidikan kejaksaan, ternyata yang diduga asli dan juga surat-surat tanah lainnya yang masih tertulis dalam bahasa Belanda berada ditangan orang lain. “Dalam penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan, penyidik berhasil menemukan HGU yang diduga asli dan surat-surat bukti kepemilikan lahan Bank Maluku yang masih berbahasa Belanda,“ ujar sumber tersebut.

Selain itu, dari ditemukan pemilik asli bangunan, merupakan warga keturunan yang berdomisili di Malasia.

Untuk diketahui, kasus ini diduga kuat saat pembelian tersebut terjadi mark up. Gedung yang hanya senilai Rp 46 miliar, entah kenapa harganya melambung menjadi Rp 54 miliar.

Sementara itu, Kasipenkum dan Humas Kejakasaan Tinggi (Kejati) Maluku, Bobby Palapia ketika dikonfirmasi enggan berkomentar lebih jauh mengenai hal itu.

Karena menurutnya, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga dirinya, tidak dapat memberikan informasi lebih. “Saya tidak dapat berkomentar lebih jauh tentang kasus ini. Karena masih dalam penyelidikan, sehingga masih dirahasiakan,” katanya.

Palapia memastikan, jika sudah waktunya kasus ini dinaikan ke tahap penyidikan, barulah dieksphose kemudian dipublikasikan ke media untuk disampaikan kepada masyarakat. Untuk itu, Palapia berharap masyarakat memberikan kepercayaan kepada jaksa, dalam mengungkap kasus ini. Dan dapat dipastikan, tidak ada tebang pilih. “Kita tunggu saja perkembangannya. Jika sudah penyidikan, pasti kita publikasikan,” tandasnya.(AFI)

Most Popular

To Top