Strategi Vanath Bongkar Basis MK – Ambon Ekspres
Trending

Strategi Vanath Bongkar Basis MK

AMBON,AE— Kurang lebih dua bulan lagi masa kepemimpinan Abdullah Vanath dan Sitti Umariyah Suruwaky sebagai bupati dan wakil bupati kabupaten Seram Bagian Timur berakhir. Sebelum meninggalkan jabatan, Vanath kembali memekarkan puluhan desa. Langkah itu menuai pro kontra.

Keputusannya dinilai tak lepas dari kepentingan pemilihan kepala daerah, namun sebagian masyarakat meresponnya sebagai langkah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sebagai bupati dan wakil bupati, pak Abdullah Vanath dan ibu Siti Suruwaky membuat langkah yang patut diapresiasi. Walaupun tidak lama lagi akan mengakhiri masa pengabdian, namun masih berfikir untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Idris Keliata.

Setidaknya ada 30 desa baru di kecamatan kepulauan Gorom dan Grom Timur yang akan dimekarkan. Saat ini tengah disiapkan oleh pemda setempat. Dari jumlah itu,  7 diantaranya  Pulau Amar Sikaru, Kecamatan Kepulauan Gorom, Desa administrasi Sera Amar, desa administrasi Matlen, Arwunin, Inlomin, Kilurat, Arwou, dan desa administrasi Pincalan.

“Sebagai tokoh pemuda pulau Amar Sikaru, kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada bupati dan wakil bupati yang masih mau memikirkan masa depan masyarakat di sana. Keduanya ingin agar masyarakat dipermudah dalam pelayanan dan pembangunan,” ungkapnya.

Menyoal ada tidaknya maksud kepentingan politik dibalik pemekaran desa tersebut, Keliata menegaskan, dari sisi waktu, pemekaran tersebut memang mudah diartikan sebagai bentuk kepentingan politik menyongsong Pemilukada kabupaten SBT, Desember mendatang.

“Tapi, bukan itu yang kita lihat. Dan saya rasa, tidak relevan kalau pemekaran dikaitkan dengan kepentingan politik, karena pilihan politik adalah hak masyarakat.

Terpenting dari pemekaran ini, bahwa  bupati dan wakil bupati sudah tunjukkan perhatian yang besar terhadap  masyarakat. Sehingga, harus didukung oleh segenap elemen masyarakat,” ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh tokoh pemuda lain dari kabupaten SBT, M. Jafar Tukwain. Maksud pemekaran desa tidak berbeda dengan rencana pemekaran dua Daerah otonom baru (DOB) di kabupaten SBT.

Abdullah Vanath dinilainya hanya ingin mendongkrak popularitas Siti Suruwaky  yang juga adalah  bakal calon kepala daerah kabupaten itu. Dengan pemekaran, Abdullah Vanath ingin mempengaruhi basis Mukti Keliobas, bakal calon pesaing Siti Umariyah  Suruwaky di bursa pencalonan kepala daerah nanti. Apalagi, pemekaran juga dilakukan di Pulau Amar Sekaru yang merupakan  basis utama Mukti Keliobas.

“Itu hanyalah strategi politik untuk mendapatkan simpati masyarakat.  Abdullah Vanath hanya ingin melemahkan MK (Mukti Keliobas-red), dia hanya ingin menimbulkan antipati masyarakat terhadap MK. Ini sebenarnya cara lama,” tegasnya.

Ketua Aliansi Maluku Bersatu (AMB) itu mengatakan, Abdullah Vanath terlihat  mulai panic, karena tidak lama lagi harus melepaskan jabatan bupati yang dijabatanya selama 10 tahun terakhir. Vanath pasti tidak ingin kekuasaannya  hilang bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan dia.

Pencalonan Siti Suruwaky merupakan bentuk lain dari upaya Vanath  untuk mempertahankan status quo, sebagai ‘ penguasa’ di SBT, meski secara hukum, statusnya sebagai penguasa telah berakhir.

“Dan perlu diingatkan bahwa pemekaran desa tidak bisa dilakukan semau Abdullah Vanath. Harus melalui rapat paripurna DPRD kabupaten SBT. Kami ingatkan DPRD agar tidak sejalan dengan Abdullah Vanath. Kita lihat desa-desa hasil pemekaran dia sebelumnya, itu belum tertata dengan baik, ada potensi konflik di sana, tapi dia malah ingin mekarkan desa baru. Ini patut disayangkan,” kata dia.

Tukwain berharap,  masyarakat tidak terpengaruh dengan pola permainan Abdullah Vanath dalam mendapatkan kekuasaan itu. Masyarakat harus  sadar dan ingat bahwa itu adalah cara lama yang masih diandalkan oleh Abdullah Vanath.

“Dan kami yakin, masyarakat sudah tidak bisa dipengaruhi dengan pola-pola seprti ini. Masyarakat sudah cukup merasakan pengalaman ini,” pungkasnya.(MAN)

Most Popular

To Top