Wakil Rakyat yang Ganteng ini Juga Seorang Pembalap – Ambon Ekspres
Trending

Wakil Rakyat yang Ganteng ini Juga Seorang Pembalap

HAMZAH Purwandoyo memiliki dua kursi sekaligus yang bisa diduduki. Kursi dewan dan kursi mobil balap.

Laporan: Miftakhul Fahamsyah, Sidoarjo

TAK sering memang. Tapi, sesekali Hamzah Purwandoyo terlihat datang ke gedung DPRD Sidoarjo dengan mengendarai mobil yang layaknya mobil balap. Jenisnya Honda Jazz. Warnanya putih. Mobil itu penuh stiker seperti stiker-stiker yang menempel di mobil balap. Ada pula stiker bertulisan namanya, Ipung Hamzah, di kaca pintu depan sisi kanan.

Bagian interiornya tidak ubahnya mobil balap. Tempat duduk sopir dan jok di sampingnya misalnya. Bukan lagi jok standar yang terpasang. Tapi, lebih cekung sisi bawah dan bagian belakangnya. Di dalamnya juga terlihat helm dengan tempelan beberapa stiker. ”Ini memang mobil untuk balapan. Khususnya slalom,” ungkap pria yang akrab disapa Ipung itu.

Jauh sebelum menjadi anggota DPRD Sidoarjo, Ipung memang lebih dahulu memiliki ”kursi”. Ya, kursi mobil balap. Kiprah pria yang kini berusia 40 tahun itu di lintasan balap bukan sekadar iseng. Selain untuk menyalurkan hobi, dia berprestasi.

”Dalam hidup, saya memiliki moto harus berprestasi. Itulah yang ingin selalu saya wujudkan. Baik di lintasan balap maupun di tempat lain,” kata anggota Komisi B DPRD Sidoarjo itu.

Di lintasan balap, prestasi Hamzah lumayan apik. Pada 2010, bapak dua anak tersebut mampu memenangi tiga seri dari sepuluh seri yang dilombakan dalam kejuaraan nasional slalom untuk kelas pemula. Tiga kemenangan itu menempatkannya pada peringkat ketiga klasemen akhir nasional. Status tersebut membuatnya promosi ke seeded B.

Pada tahun pertamanya tampil di seeded B pada 2011, capaiannya juga tidak bisa dikatakan jelek. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo itu nangkring pada posisi keempat klasemen akhir setelah memenangi tiga di antara delapan seri yang dimainkan.

Setahun berikutnya, Hamzah bertahan pada posisi yang sama dengan satu kemenangan dari enam seri perlombaan.
Meski belum menjadi yang teratas, Hamzah tetap bangga. Apalagi, kejuaraan yang diikuti berkelas nasional yang tentu saja persaingannya tidak ringan. ”Mudah-mudahan di tahun mendatang bisa (teratas),” harapnya.

Selain turun di lintasan slalom, Hamzah kini menjajal lintasan sprint rally. ”Ini kelasnya untuk Jawa Timur. Sebab, waktu balapan, saya harus menyesuaikan dengan jadwal di dewan,” terangnya.

 

Kalau sudah tampil di lomba balap, sekali seri bisa menghabiskan waktu tiga hari, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jumat digunakan untuk latihan, sedangkan Sabtu dan Minggu untuk balapan resmi. Atau Sabtu digunakan untuk latihan resmi dan Minggu perlombaan.

”Pada hari-hari itu, biasanya dewan punya agenda kunker atau rapat pembahasan raperda atau anggaran. Kalau pas jadwalnya berbarengan, saya utamakan tugas di dewan,” aku pria yang suka balapan sejak kelas II SMA tersebut.

Dengan kedudukannya sekarang di dewan, Hamzah ingin mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk membuat event-event otomotif di Kota Delta. Salah satunya drag race untuk motor. Hal itu disebutnya bisa meminimalkan balap liar yang menjamur di Sidoarjo.

Daripada melarang, bagi dia, lebih baik anak-anak tersebut diwadahi dalam bentuk kejuaraan resmi. Selain lebih terkontrol, mereka bisa diarahkan ke jalur prestasi. Misalnya, ke arena road race. Dengan demikian, mereka tidak lagi kebut-kebutan di jalanan yang bisa mengganggu ketertiban dan keamanan pengguna jalan lain.

”Tempatnya sudah ada, jalan eks tol di Jabon. Terus terang, saya ingin membuat event drag race di sana,” paparnya.
Hamzah tentu ingin pemkab terlibat. Sebab, kejuaraan seperti itu tidak hanya untuk meminimalkan balap liar, tapi juga bisa menjadi promosi daerah. Balapan tersebut diyakini bisa menyedot penonton dari luar daerah. Dengan asumsi yang sama, legislator PKB itu juga ingin membuat event kejuaraan nasional sprint rally di kawasan Porong. Tepatnya, di eks rumah-rumah warga yang sudah dirobohkan di sisi barat Jalan Raya Porong.

”Harapannya, dengan event itu, orang luar Sidoarjo bisa tahu bahwa musibah luapan lumpur hanya terjadi di sedikit titik wilayah Sidoarjo. Selain itu, mengoptimalkan lahan yang sekarang dibiarkan kosong,” ujar penyuka lontong kupang tersebut.

Jika pemerintah belum tergerak, Hamzah menegaskan bakal melangkah sendiri dengan rekan-rekannya. Toh, dalam beberapa tahun terakhir, dia mampu membuat event balapan di Sidoarjo bersama rekan-rekannya.

Misalnya, motocross di Kahuripan Nirwana Village tiga tahun lalu. Lalu, event yang sama setahun lalu di Lingkar Timur dan sprint rally di tempat sama pada tahun yang sama pula.

”Kebetulan sekarang saya duduk di dewan. Jadi, saya ingin memberi manfaat sesuai dengan salah satu kemampuan yang saya miliki,” sebut suami Yuanita F.A. itu. (jpnn)

Most Popular

To Top