Kasus Pengadaan Kapal Segera Dituntaskan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Kasus Pengadaan Kapal Segera Dituntaskan

AMBON, AE— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menargetkan, usai perayaan Idul Fitri, kasus pengadaan kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku dapat dituntaskan. “Kita target, usai lebaran kasus pengadaan Kapal DKP Maluku sudah bisa dituntaskan, “ kata Kepala Kejati Maluku, Chuck Suryosumpeno kepada wartawan, belum lama ini.

Dikatakan, walaupun terbatas dengan tenaga penyidik yang ada, tetapi pihaknya akan bekerja secara maksimal agar kasus itu dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon. Begitu juga dengan kasus korupsi dana keserasian di Dinas Sosial Maluku dengan tersangka Ongels Elisabet.

“Yang pasti saya minta masyarakat percaya saja sama kinerja kami. Kami akan arahkan segala kemampuan yang ada, untuk tuntaskan kasus pengadaan kapal maupun kasus keserasian secepatnya,” jelas dia.

Menurut dia, saat ini banyak kasus korupsi yang ditangani Kejati Maluku. Olehnya, pihaknya akan berkonsentrasi sehingga satu persatu kasus-kasus yang ada bisa segera dituntaskan. “Masih banyak kasus yang kita tangani di tahap penyidikan maupun penyelidikan. Untuk itu kita fokus kerjakan satu persatu,” ujarnya.

Untuk diketahui,  anggaran pengadaan dua kapal penangkap ikan berkapasitas 15 Gross Ton (GT) dan 30 GT di DKP Maluku ini, bersumber dari APBN tahun anggaran 2013. Nilai anggaran kedua kapal ini Rp 11 miliar lebih. Berdasarkan hasil penyidikan, penyidik menemukan bahwa ada kekurangan volume pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara.

Lima nama telah dibidik jaksa kemudian dijebloskan ke Rutan Klas II A Ambon. Mereka diantaranya, mantan Kapala Dinas DKP Maluku, Bastian Mainassy, Direktur PT Usaha Bahari, Benyamin Sutrahitu, dan Direktur PT Fibrit Fiber Glass, Suratno Ramly, Direktur PT Satum Manunggal, Satum, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Abdul Mutalib Latuconsina.

Sementara untuk kasus dana Keserasian di Dinas Sosial Maluku, penyidik intens memeriksa saksi-saksi, untuk tersangka kontraktor Ongels Elisabeth. Elisabeth mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar yang diperuntukan bagi 350 kepala keluarga di Desa Hunuth, Wayame, Nania, Gungu Malintang dan beberapa desa lainnya.

Hingga kini, jaksa telah memeriksa kurang lebih 50 saksi. Sementara 100 saksi diantaranya telah meneinggal dunia. Dan sisa 100 saksi yang akan diperiksa penyidik, terkait pekerjaan Elisabeth.
(AFI)

Most Popular

To Top