Berkas Tersangka Ayah Cabul Masuk Jaksa – Ambon Ekspres
Metro Manise

Berkas Tersangka Ayah Cabul Masuk Jaksa

AMBON, AE— Penyidik Satreskrim Polres Ambon melimpahkan berkas tersangka Baltasar Lamere (34) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).  Baltasar yang juga warga Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe ini ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Perbuatan tidak perpuji itu sudah dilakukan dua kali dan terbongkar setelah kepergok isterinya pada 4 Juni 2015.

“Kasus pencabulan terhadap anak kandung dengan tersangka Baltasar Lamere sudah dilimpahkan tahap II tadi (kemarin, red). Ini setelah berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap (P21),” ungkap Kasubbag Humas, Iptu Meity Jacobus , Rabu (8/7).

Tindakan bejat itu dilakoni Baltasar karena tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 12 tahun. Kasus asusila ini terungkap setelah perbuatan itu diketahui isterinya. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak ini kemudian dilaporkan ke polisi.

Aksi bejat pelaku ini dilakukan rumah yang mereka tempati. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6) sekitar pukul 15.30 WIT. Usai kejadian, pelaku tidak dilaporkan ke polisi. Dua hari kemudian, isteri pelaku yang terbeban dengan kejadian itu melaporkan perbuatan bejat suaminya itu ke polisi.

‘’Setelah kejadiaan, dua hari kejadiaan baru istrinya datang lapor ke polisi. Baltasar tidak langsung diamanakan saat itu. Dia amankan setelah korban dan ibunya diperiksa,” terang Meity.

Pelaku melakukan perbuatannya yang tidak senonoh itu, istrinya juga berada dirumah. Awalnya, sang anak yang baru pulang sekolah dipanggil masuk ke kamar. Saat itu ibu korban melihat anaknya masuk ke dalam kamar. Tanpa rasa malu, pelaku mencabuli buah hatinya itu.

Ibu korban awalnya tidak curiga. Namun karena korban lama di dalam kamar, ibu korban kemudian membuka pintu kamar itu. Dia terkejut ketika mendapati korban sementara dicabuli ayahnya sendiri. Berdasarkan keterangan korban kepada polisi pelaku sudah dua kali melakukan pencabulan terhadap dirinya. Pertama kali pada bulan April saat itu ibu korban tidak berada di rumah.

Atas perbuatan yang dilakukan, lanjut dia, pelaku dijerat pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ‘’Ancaman hukumannya penjara selama 15 tahun,” tandasnya. (ERM)

Most Popular

To Top