Hari Ini Nasib Buce Batmamolin Ditentukan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Hari Ini Nasib Buce Batmamolin Ditentukan

AMBON, AE— Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon mengagendakan sidang putusan terkait kasus pembunuhan terhadap Hilda Natalia Leuwol dengan terdakwa Butje Erasmus Batmomolin, Kamis (8/7) ini. Sidang kasus pembunuhan yang sangat menyita perhatian public ini sudah memasuki babak akhir.

Hari ini, dipastikan majelis hakim PN  Ambon yang mengadili perkara itu, akan membacakan putusan terhadap terdakwa Barmomolin. Sidang akan dipimpin hakim ketua Lilik Nuraini SH didampingi hakim anggota RA Didi Ismiatun SH dan Aleks Pasaribu SH. “Besok (hari ini, red) sidang kasus pembunuhan Hilda Natalia Leuwol akan digelar dengan agenda putusan,” kata Humas PN Ambon, Ahmad Bukhori kepada koran ini, Rabu (8/7).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mien Saliama dan Berthie Tenate dalam tuntutannya meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara itu, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidur kepada terdakwa. Terdakwa yang juga merupakan pacar korban ini, dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Batmomolin diseret ke pengadilan terkait kasus pembunuhan terhadap pacarnya sendiri, Hilda Leuwol. Kejadian tewasnya Leuwol, bermula pada Sabtu (8 Maret 2014). Ketika itu pukul 14.00 WIT, terdakwa bersama korban pulang dari tempat kerja di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Nania menuju rumah terdakwa di BTN Waitatiri.

Sampai di rumah terdakwa, mereka bertemu dengan Djidon Batmomolin yang tidak lain adalah ayah terdakwa beserta tiga adik terdakwa, masing-masing Viona Batmomolin, Alvino Batmomolin dan Alvido Batmomolin. Selanjutnya terdakwa bersama korban masuk kedalam kamar dan beristirahat.

Berselang beberapa menit, Djidon Batmomolin memanggil terdakwa dan korban untuk makan.
Pukul 16.00 Wit, Djidon Batmomolin bersama Viona Batmomolin pergi menuju Desa Hatu. Setelah beberapa menit, Jil Meyer mendatangi rumah terdakwa untuk meminta obat. Namun sesampainya Jil didepan rumah terdakwa, langsung mendengar suara teriakan korban yang meminta tolong.

Ketika saksi Jil mendengar teriakan itu, saksi merasa takut sehingga kembali ke rumahnya. Berselang 30 menit kemudian, datang tiga orang yang berprofesi sebagai penjual ikan, yakni Meri Wasarr, Welmince Parinusa dan Robeka Bakarbessy. Ketiganya berjalan di depan rumah terdakwa, mereka mendengar suara teriakan perempuan yang meminta tolong sebanyak dua kali dari dalam kamar rumah terdakwa.

Mendengar teriakan itu, ketiga penjual ikan itu duduk di bawah pohon nangka didekat rumah terdakwa. Berselang beberapa menit, datang kembali Jil Meyer untuk meminta obat.  Saat itu, saksi Jil, dan ketiga saksi penjual ikan mendengar teriakan minta tolong. Mendengar teriakan itu, Jil kemudian memanggil temannya Livya Polway, yang berada di kios di kawasan BTN Waitatiri. Saksi Jil dan Livia menuju rumah terdakwa.

Sampai disana, mereka masih mendengar teriakan meminta tolong. Jil memanggil terdakwa sebanyak tiga kali, namun tidak ada respons dari terdakwa. Kemudian, Robeka, salah satu penjual ikan, bertanya kepada Jil, siapa yang berteriak meminta tolong. ” Jil menjawab, “Laki-laki bernama Buce, perempuan bernama Nita.” Beberapa menit kemudian, semuanya pergi meninggalkan tempat itu.

Pada Selasa (11 Maret 2014), Djidon Batmomolin menerima informasi dari anggota Polsek Salahutu, tentang ditemukannya jenazah yang tidak lain adalah Hilda Natalia Leuwol. Tanggal 26 Maret, ketika penyidik Polres Ambon dan Pp Lease menggeledah rumah terdakwa, ditemukan sejumlah bercak darah.

Diantaranya, di lantai dibawah tempat tidur, pada daun pintu lemari kayu, pada permukaan rak TV dan pada tembok dinding kamar. Selain itu, penyidik juga menemukan satu gunting, satu buah martil/palu yang ada bercak darah. Barang bukti tersebut disita dari saksi Djidon Batmomolin.

Barang bukti berupa bercak darah dianalisis oleh Puslabfor Polri Cabang Surabaya, dinyatakan positif darah manusia bergolongan A milik korban. Serta, golongan darah itu mempunyai profil DNA sama dengan orang tua korban, dengan profabilitas 99,99%. Kemudian Butje Erasmus Batmomolin ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian.
(AFI)

Most Popular

To Top