Puttileihalat Dinilai Gagal Bangun SBB – Ambon Ekspres
Politik

Puttileihalat Dinilai Gagal Bangun SBB

AMBON,AE— Bupati Seram Bagian Barat, Jacobis Puttileihalat dinilai tidak mampu memimpin daerah itu. Pasalnya, sejumlah persoalan di SBB tidak pernah diselesaikan. Akibatnya, warga setempat sering mengadu ke pemerintah provinsi dan DPRD Maluku.

Sebagai anggota DPRD Maluku dari daerah pemilihan SBB, sangat malu karena sejak dilantik medio September 2014 lalu, hingga sekarang aspirasi yang disampaikan 11 kabupaten/kota kebanyakan aspirasi masyarakat dari SBB,’’ kata anggota DPRD Maluku, Samson Atapary kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dia mengaku, aspirasi yang disampaikan warga SBB kepada pemerintah provinsi maupun DPRD Maluku terkait ketidakberesan Bupati dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan ditengah masyarakat.’’Buktinya aspirasi yang disampaikan soal pencaplokan hak-hak masyarakat Piru soal tambang nikel di Gunung Tinggi, pengelolaan tambang emas di Luhu-Iha, penyerobotan lahan warga di Taniwel terkait rencana perkebunan  Kelapa Sawit, persoalan 56 desa terkait status pemerintahan desa yang sudah selesai, tapi tidak diurus Bupati dan Pemkab. Bahkan, ada Pilkades yang sudah digelar 2 tahun lalu, tapi belum ada pelantikan. Itu terjadi di Hukuanakota, Tala, dan Lohi tala, tapi tidak ada pelantikan oleh Bupati,’’paparnya.

Terakhir, terang dia, Pilkades di Desa Buano Utara yang mestinya digelar Pilkades putaran kedua, namun Bupati tetap berpatokan pada Pilkades putaran pertama dan akan melantik calon kades tertentu. ’’Sejumlah persoalan ini disampaikan dari SBB. Sebagai anggota dewan saya sangat malu.

Bupati tidak sanggup. Ini soal etika politik dan pemerintahan. Masak Pilkades saja tidak mampu selesaikan. Akibatnya masyarakat sampaikan kepada DPRD Maluku dan Pemprov,’’sebutnya.

Politisi PDIP lantas mendukung rencana Zainudin Hitimala calon kades Buano Utara yang telah mensomasi Bupati SBB melalui kuasa hukumnya.’’Nah, kalau somasi tidak ditanggapi oleh Bupati saya mendukung penuh pak Hitimala melayangkan gugatan ke pengadilan untuk menggugat Bupati SBB,’’ ajaknya.

Mestinya, harap dia, Puttileihalat sebagai Bupati SBB bijaksana menyelesaikan persoalan ditingkat desa dan persoalan yang terjadi ditengah masyarakat tidak lagi dibawa ke provinsi. ’’2016 mendatang jabatan Bupati SBB berakhir. Mestinya, Bupati meninggalkan kesan yang baik setelah dua periode memimpin. Saya juga akan minta pimpinan dewan agar menyurati Gubernur dan Mendagri menegur dan memberikan sanksi tegas kepada Bupati SBB,’’pungkasnya.(JOS)

Most Popular

To Top