Takbiran Hanya di Mesjid – Ambon Ekspres
Trending

Takbiran Hanya di Mesjid

AMBON,AE— Perayaan malam takbiran Idul Fitri 1436 hijria, akan terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini karena pemerintah daerah melarang perayaan malam takbiran dilakukan dengan pawai dijalanan. Ribuan aparat keamanan gabungan TNI Polri, akhirnya diterjunkan untuk pengamanan tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff saat pelaksanaan apel operasi ketupat mengatakan, operasi ini dilakukan guna mengantisipasi akan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sesaat dan setelah lebaran nanti.

Lebaran bagi masyarakat Indonesia, kata mantan wakapolri itu, merupakan salah satu budaya masyarakat bangsa ini, selain dari apa yang dituntun oleh agama Islam, yakni mudik. Kapolri berharap operasi ketupat didukung semua pihak guna menciptakan situasi yang aman dan nyaman selama pelaksanaan lebaran Idul Fitri nanti.

Kapolda Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Murad Ismail usai pelaksanaan apel operasi tersebut menjelaskan, pihaknya menerjunkan sebanyak 1095 personil yang terlibat diseluruh wilayah yang ada di Maluku, guna mengamankan arus mudik, malam takbiran hingga pada tingkat arus balik sendiri.

“TNI yang lebih banyak dengan menerjunkan 1436 personil gabungan TNI AD,AU dan AL. Kalau untuk polri sendiri 1095. Ditempatkan diseluruh wilayah ada,”katanya.

Dalam operasi ketupat itu, kata Kapolda pihaknya membangun pos pengamanan dan pos pelayanan sebanyak 67 unit. Pos pengamanan dan pos pelayanan itu tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Maluku.

Kapolda memastikan tidak akan ada pawai dengan menggunakan kendaraan bermotor yang berakibat terjadinya kecelakaan maupun gangguan keamanan. Hal itu diutamakan pada Kota Ambon. “Sesuai hasil rapat dengan pemerintah maupun intansi terkait, tidak akan ada pawai maupun hal lain yang berdampak pada gangguan kamtibmas maupun kamtibcarlantas,” kata dia.

Takbiran akan dilakukan diseluruh mesjid-mesjid yang ada. “Jika ada yang pawai akan kami tindak tegas. Maluku sudah sangat aman, jangan ganggu keamanan yang ada,” tegas perwira tinggi polri ini.

Hal senada disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff. Dia meminta kepada seluruh masyarakat Maluku, untuk tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan yang ada. Pasalnya setelah pelaksanaan idul fitri, Maluku akan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Pesparawi Tingkat nasional.

“Kita harus tunjukan pada masyarakat luas, bahwa Maluku adalah laboraturium perdamaian dan Maluku memang sudah sangat aman, nyaman dan wajib dikunjungi oleh siapapun. Mari kita jaga situasi dan kondisi yang ada, termasuk mensukseskan kegiatan pesparawi itu sendiri,”pesan Assagaf.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Maluku Abidin Wakano mengatakan, malam takbiran jelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, dilakukan di masjid masing-masing. Demi menjaga ketentraman dan kenyamanan serta menghindari hal-hal yang tidak dinginkan seperti hura-hura yang bisa menyebabkan angka kecelakaan meningkat.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP Kota Ambon Rofik Akbar Afifudin, lebih mengharapkan malam takbiran bisa dilakukan takbiran keliling. Namun tetap difasilitasi dengan pengamanan ketat dari kepolisian dan stakeholder lainnya.

“Kita sudah mengambil kesimpulan dari Rakor bersama, dan melalui beberapa kajian dan analisa.

Bahwa PHBI dan Organisasi Masyarakat Islam, tidak akan membuat takbiran keliling. Bahkan kita juga tidak membuat panggung di depan Masjid Raya Al Fatah Ambon seperti sebelumnya. Karena takbiran ini untuk membesarkan nama ALLAH SWT. Artinya jika dilakukan takbiran keliling, takutnya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti hura-hura dan sebagainya yang menodai makna daripada takbiran,” ungkap Wakano, kepada Ambon Ekspres, ketika dikonfirmasi, Kamis (09/07).

Menurutnya, dalam Agama Islam tidak diajarkan untuk melakukan takbiran keliling dengan cara hura-hura. “Kita hanya mencari suasana baru dan tidak bermaksud melarang. Kita sebenarnya mengharapkan juga takbiran keliling, tetapi ini untuk menangkal bahaya. Karena pastinya jika dibiarkan pastinya banyak korban tabrakan dan sebagainya,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PPP DPRD Ambon Rofik Akbar Afifudin mengatakan, pasti akan ada berbagai cara yang dilakukan demi mengekspresikan kemenangan tersebut. Salah satunya seperti melakukan takbiran keliling yang sudah menjadi agenda tahunan bagi umat Islam di Maluku khususnya Kota Ambon dan sekitarnya.

“Suka tidak suka, saya minta aparat keamanan tetap melakukan tugas dan fungsinya dalam melakukan pengamanan. Karena ada pengamanan ketupat. Jika siapapun yang melarang, itu pasti ada konvoi. Karena ini luapan dari kegembiraan khususnya Kaum Muslimin selama sebulan melaksanakan ibadah puasa. Nanti dengan cara masing-masing pihak keamanan dan tugas dari pemerintah itu adalah mengawal  itu. Dan kita tidak perlu berspekulasi yang bisa menimbulkan pemikiran tidak baik,” tegas Rofik, di balai rakyat Belakang Soya.

Selain itu, Ketua DPD PPP Kota Ambon ini menilai, seharusnya takbiran keliling ini bisa dibuat lebih meriah oleh pemerintah beserta stakeholder, seperti pesta karnaval takbiran. Sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan pemerintah mempunyai tugas untuk mengatur kegiatan tersebut untuk lebih meriah ketimbang mencegah masyarakat untuk melaksanakan takbiran keliling.

“Kenapa pemerintah tidak bisa buat pawai takbiran ini lebih bagus ? Kenapa tidak dikelola agar kegiatan tersebut enak ditonton. Kan tinggal diatur, selagi masih ada waktu beberapa hari. Dan ini tugas pemerintah, daripada dicegat nanti jadi masalah. Mending dikelola agar lebih baik. Kita perlu bercermin dari tahun kemarin, karena hampir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ingatnya. (AHA/ISL)

Most Popular

To Top