Anggota Brimob Tewas Dibom – Ambon Ekspres
Trending

Anggota Brimob Tewas Dibom

Kapolres Terkena Serpihan Bom

AMBON, AE— Satu anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Faisal Lestaluhu, tewas kena bom, setelah berusaha mencegah konflik Mamala-Morela agar tidak meluas. Kemarin, Kapolri Jenderal Badarodin Haiti langsung melayat ke rumah duka, di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

apolri kepada sejumlah wartawan, mengaku situasi keamanan di Mamala-Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sudah kondusif. Sudah ada ratusan aparat keamanan dari TNI dan Polri yang diterjunkan. “Pelaku penembakan terhadap warga Mamala juga sudah ditangkap,” kata Kapolri.

Tinggal dilakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus lain, termasuk beberapa orang yang dikejar polisi yang melakukan penembakan dan pelemparan bom sampai menyebabkan tewasnya Bripda Faisal Lestaluhu. “Baru satu orang yang ditahan,” kata Kapolri, menjawab pertanyaan wartawan.

Ditanya soal pemicu, kata Kapolri, berawal dari adanya kasus penembakan terhadap seorang warga Mamala, sehingga polisi melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku, bernama Jamal. “Saat membawa Jamal, dihadang oleh warga Morela. Kemudian terjadi penembakan dan pelemparan bom,” ungkap dia.
Informasi di tempat kejadian perkara, konflik berawal dari penganiayaan yang dilakukan oleh Jamal Sasole (45), terhadap Agil, warga desa Mamala, sekitar pukul 16.00 Wit, Jumat sore. Saat itu Agil tengah bersilaturrahmi di Desa Morela. Usai bersilaturrahmi, Agil kemudian dicegah oleh Jamal, di ujung kampung desa Morela. Agil langsung dianiaya oleh Jamal.

“Waktu itu, Beta pergi silaturrahmi di mama pung keluarga, kebetulan mama dari Morela. Saat pulang, Jamal cegah. Ketika cegah itu, langsung di hantam dengan parang sebanyak dua kali, karena seng makan, kemudian dia mundur dan beta langsung kabur. Saya lapor polisi,” kata Agil, dengan menggunakan dialeg Ambon, kepada koran ini di Desa Mamala, kemarin.

Sehari setelah penganiayaan terhadap Agil tersebut,  kembali ada penembakan terhadap Arsyad Malawat (40), sekitar pukul 14.00 Wit, Minggu kemarin. Penembakan dilakukan di tengah hutan perbatasan kedua desa tersebut. Usai penembakan, konsentrasi massa di kedua desa bertetangga itu terjadi. Namun konsentrasi massa itu, akhirnya bisa dibubarkan oleh aparat keamanan dari Polsek, Koramil, BKO Brimob dan TNI diperbatasan kedua desa.

Aparat kepolisian dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, yang berhasil mengungkap identitas terduga pelaku penganiayaan dan penembakan terhadap kedua warga asal Desa Mamala, sekira pukul 19.30 Wit, menuju Desa Morela untuk mengamankan terduga pelaku yakni Jamal Sasole.

Tim yang dipimpin langsung oleh kapolres Pulau Ambon dan pp Lease, AKBP Komaruz Zaman itu, dihadang oleh warga desa Morela, terutama pihak keluarga dari terduga pelaku, dengan melakukan pemblokiran jalan di Desa Morela. Tim yang dipimpin kapolres itu tetap saja masuk. Jamal Sasole, akhirnya ditangkap.

Usai penangkapan itu, tim yang hendak berbalik arah, dihadang dan dihadiahi satu buah bom, dengan daya ledak yang cukup kuat. Akibatnya Bripda Faisal Lestaluhu, Briptu Fitri Arodes dan AKBP Komaruz Zaman, terkena serpihan bom. Bripda Faisal Lestaluhu, tewas ketika hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Sekitar 19.30 Wit, waktu kita masuk itu untuk menangkap terduga pelaku JS ini, kita langsung dihadang oleh warga. Mereka melempari kita dengan batu serta memblokir jalan. Namun kami tetap masuk, nah setalah mau balik sekitar pukul 20.00 Wit, tenyata jalan sudah diblokir. Saat itu Faisal dan Fitri dan pak kapolres hendak membuka blokir itu, tiba-tiba bom meledak, akibatnya ketiga orang ini terkena serpihan bom. Namun yang cukup parah itu Faisal ini, akibatnya meninggal setelah dalam perjalanan menuju rumah sakit,” kata salah satu aparat keamanan kemarin.

Kapolres Pulau Ambon dan pp Lease, AKBP Komaruz Zaman, terkena luka akibat serpihan bom di tangan dan luka robek pada pelipis kiri. Seorang anggota Brimob, Briptu Fitri Herodus pun luka robek di bagian leher kanan.

Merasa terancam dengan melihat kedua rekan mereka yang sudah terkena bom tersebut membuat aparat keamanan terlebih Brimob kompi A, akhirnya berupaya menyelamatkan nyawa mereka dengan melepaskan tembakan. Setidaknya ada sekitar 11 warga yang menderita luka, setelah terkena tembakan itu.

Raja Morela, Yunan Sialana kepada koran ini menyesali, peristiwa yang menimpah masyarakatnya itu, terlebih tindakan aparat keamanan saat hendak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

“Jadi tadi malam itu, sekitar abis sholat magrib Pak Kapolres, memanggil saya dan menyampaikan ada kegiatan. Dalam artian penangkapan terhadap Jamal ini. Ternyata saat penangkapan itu terjadinya hal-hal tidak diinginkan. Masalah ini sebelumnya sudah dibicara oleh kedua belah pihak dan itu dilakukan di Desa Mamala,” jelasnya.

Yunan sendiri, meminta agar persoalan pelaku penembakan secara membabi buta kepada warganya saat penangkapan Jamal Sasole, segera diungkap oleh pihak yang berwajib.

“Pelaku harus diungkap. Tindakan aparat keamanan itu sangat diluar kewajaran dan tidak mencerminkan aparat pelindung dan pengayom bagi masyarakat. Dari tadi malam sampai saat ini situasi dan kondisi di kampung suada sangat aman. Karena tidak ada lagi laki-laki dikampung semuanya sudah mengunsi ke hutan. Karena ada informasi akan dilakukan penyisiran oleh aparat keamanan kepada warga,” terangnya.

Sementara itu, raja Mamala Ramli Malawat mengatakan, peristiwa yang terjadi antar kedua desa tersebut merupakan tindakan kriminal murni, sehingga akan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Insiden pembacokan itu memang sudah ada mediasi dengan catatan akan diselesaikan melalui jalur hukum. Namun setelah mediasi itu dilakukan, ternyata ada peristiwa penembakan itu. Kita langsung laporkan ke pihak kepolisian. Mungkin itulah hasil kerja pihak kepolisian sehingga terungkapnya JS ini,” kata Ramli sambil mengaku tidak mengetahui, lebih jauh soal peristiwa yang terjadi semalam, saat penangkapan Jamal itu.

“Itu saya tidak tahu. Namun saya sudah sampaikan dan minta kepada masyarakat agar biarlah hukum akan berjalan. Dan jangan lagi membuat kegaduhan dan keributan di kampung ini. Apalagi sampai timbul hal-hal yang dapat merugikan kita dan orang lain. Saya akan mengubah mainset warga saya, agar Mamala ini tidak seperti yang dulu,” paparnya.

Semetara itu, ketua DPD Hena Hitu Juhri Wael mengaku sangat menyesali, peristiwa penembakan terhadap warga desa Mamala maupun warga desa Morela oleh aparat keamanan itu.

“Kami prihatin dengan kondisi ini. Untuk itulah kami mengajak seluruh masyarakat di Jajirah Leihitu dan Salahutu, untuk tetap menahan emosi. Jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan yang nantinya dapat menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri. Kami DPD Hena Hitu juga meminta kepada Kapolda Maluku, untuk segera menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan prosedur hukum,” pintanya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!