Mamala-Morela Aman – Ambon Ekspres
Trending

Mamala-Morela Aman

AMBON,AE— Kondisi Keamanan di Mamala-Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah kembali kondusif pasca bentrokan, dua hari lalu. Polisi juga belum berhasil mengungkap siapa pelaku pemboman yang menyebabkan satu anggota brimob tewas. Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku peledakan.

Kepala Bagian Operasional Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Ajun Komisaris Polisi Bachrie Hehanussa mengatakan, hingga kini situasi dan kondisi keamanan diperbatasan antar Mamamla dan Morela, sudah aman terkendali. Personil keamanan masih tetap disiagakan.

Meski sudah aman aparat keamanan baik dari pihak kepolisian maupun TNI, tetap bersiaga diperbatasan, guna mengantisipasi akan terjadinya gangguan keamanan.

“Ada sekitar 300 personil gabungan TNI/Polri, baik itu dari Brimob, Sabhara, Intelkam,  TNI dari Koramil, BKO, 733/Raider, masih berada di perbatasan kedua desa. Aman terkendali,”jelas Hehanussa kepada Koran ini diruang kerjanya, Selasa (21/7).

Penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pelaku penembakan dan pengeboman terhadap aparat kepolisian yang hendak melakukan penangkapan terhadap Jamal Sasole, terduga pelaku penganiayaan dan penembakan terhadap Agil dan Arsyad Malawat, juga masih dilakukan. “Kami tetap akan berupaya hingga pelaku pelemparan bom hingga tewasnya Bripda Anumerta Faisal Lestaluhu itu,” katanya.

Faisal Lestaluhu tewas saat bersama kapolres Pulau Ambon dan PP Lease menciduk pelaku penganiayaan terhadap warga Mamala. Faisal mengalami luka berat akibat ledakan bom berdaya ledak tinggi itu. Kapolres juga mengalami luka akibat serpihan bom.

Hehanussa menegaskan, tida Hehanussa  ada tawar menawar dalam pengungkapan pelaku pelemparan bom “Kami tetap akan cari sampai dapat. Dan usut hingga tuntas, siapapun pelakunya, tidak ada kata tidak itu,”tegasnya.

Kini pihak Satuan Reskrim Polres Ambon, masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pelaku pelemparam bom tersebut. “Reskrim sementara masih bekerja. Dan indikasi siapa pelaku yang melakukan itu (melempari pak Kapolres dan tim), itu masih menjadi konsumsi penyidik untuk dikembangkan lebih jauh. Jadi sabar dikit,” tuturnya.

Soal hasil pemeriksaan terhadap pelaku Jamal Sasole, orang nomor tiga di Mapolres Ambon ini mengaku, pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif guna pengembangan terkait sejumlah insiden yang terjadi antar kedua desa bertetangga itu.

“Masih diperiksa. Silahkan langsung ke Reskrim,” tandasnya, sambil menambahkan, kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, sementara masih istirahat dirumahnya, setelah terkena serpihan bom. “Beliau (Kapolres red), masih istirahat dikediaman. Dan belum bisa diganggu, Alhamdulilllah, pak Kapolres dalam kondisi baik,”kuncinya.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Izack Salamor menambahkan, Sasole masih menjalani pemeriksaan dan hasilnya pemeriksaan sementara belum bisa dibuka karena masih dilakukan pengembangan lanjutan. “Sementara masih manjadi rahasia penyidik dulu,”singkat Salamor ketika dikonfirmasi.

Untuk saksi tambahan yang diperiksa penyidik, pria berkumis tebal ini mengaku, saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik sudah lebih dari satu orang saksi.
Warga Inginkan Damai

Sementara itu, Warga dua negeri bertetangga Mamala dan Morela, menginginkan hidup damai serta menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib. Keinginan untuk menjalankan hidup damai dan saling berdampingan tersebut diungkapkan warga kedua negeri saat pertemuan secara terpisah dengan Bupati Tuasikal Abua, Senin,(20/7) kemarin.

Bupati yang didampingi Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Mat Pattimura, Ketua Fraksi PKB DPRD Malteng, Ruslan Hurasan, Camat Leihitu Bahrum Kalauw, Dandim 1504 Ambon serta Danramil mengawali pertemuan dengan warga Negeri Mamala. warga  meminta aparat kepolisian secepatnya mengungkap pelaku pembacokan yang menewaskan satu warga Mamala.

Selain itu, warga juga meminta bupati untuk melakukan pendekatan persuasif dengan raja negeri Hitu Lama terkait dengan pemukulan yang dilakukan salah satu oknum warga Hitu terhadap warga Mamala.

Bupati mengharapkan sedianya warga harus menahan diri dan tidak muda tersulut provokasi serta percaya kepada aparat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Saya berharap basudara semua warga Mamala untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan persoalan itu kepada aparat keamanan,” ujar bupati via telepon kepada Ambon Ekspres, Selasa, (21/7).

Usai pertemuan dengan warga Mamala, bupati dan rombongan berjalan kaki menuju negeri Morela. Keinginan untuk damai juga diungkapkan warga, dimana bupati meminta pemerintah negeri setempat membantu aparat keamanan untuk mengungkap pelaku pembacokan. “Raja dan warga sedianya dapat membantu aparat untuk mengungkap pelaku,” pintanya.

Pemerintah negeri Morela berjanji berupaya membantu aparat keamanan dan akan menggelar pertemuan dengan warga, namun saat ini warga khususnya pemuda sedang tidak berada di tempat. “Pemerintah negeri menyatakan siap membantu aparat dan menggelar pertemuan dengan warga.

Nah, dengan terungkapnya pelaku, maka ada keadilan hukum dan kepastian hukum sehingga persoalan selesai dan saya berharap agar konflik segera dihentikan, tidak akan terjadi lagi di masa-masa mendatang,” tandasnya.

Dalam pertemuan dengan warga kedua negeri itu juga, bupati meminta sedianya perayaan 7 Syawal atau yang dikenal dengan adat “pukul sapu” boleh dilaksanakan dengan selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menghindari provokasi.

“Perayaan 7 Syawal bisa dilaksanakan tapi harus dilokalisir artinya kalau adat itu wajib maka dilaksanakan secara tertutup dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menghindari adanya provokasi,” demikian bupati.(ANC)

Most Popular

To Top