Pisau Sopir Angkot Nyaris Tewaskan Teman Sendiri – Ambon Ekspres
Metro Manise

Pisau Sopir Angkot Nyaris Tewaskan Teman Sendiri

AMBON, AE— Minuman keras (miras) kembali menjadi penyebab tindak pidana. Kali ini gara-gara miras, seorang sopir angkot Jurusan Kudamati, Wilyam Koritelu (25) nyaris membunuh temannya sesama sopir, Adam Patinawe (23). Peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin (20/7) sekira pukul 17.30 WIT.

Beruntung, tikaman pisau yang digunakan Koritelu tidak tepat sasaran mematikan sehingga Adam masih bisa dapat diselamatkan. Adam saat ini mendapat perawatan medis di RSUD dr M Haulussy. Sedangkan pelaku langsung diciduk polisi. Dia diamankan di Hotel Prodeo Polres Ambon guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kaur Binops Satreskrim Iptu Isaak Salamor mengungkapkan, sebelum terjadi peristiwa berdarah itu, korban dan pelaku serta beberapa rekan supir lainnya mengkonsumsi miras di rumah pelaku di Jalan Perumtel Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe. “Jadi saat itu korban dan tersangka dan ada satu temanya sesama sopir angkot sejak pagi sudah tidak lagi membawa angkot. Angkot diberikan ke sopir bantu. Mereka kemudian membeli sopi dan minum di rumah tersangka pelaku di Gunung Nona,” ungkap Salamor diruangan kerjanya, Selasa (21/7).

Setelah itu, kata dia, karena sudah dipengaruhi miras, korban memukuli adik dari salah satu temannya itu. Akibatnya, pertengkaran antar pelaku dan korban. Korban kemudiaan dibawa pelaku keluar rumah. Korban sempat meminta pelaku untuk mengatarnya pulang dengan motor ke rumahnya di kawasan Benteng Atas. Namun pelaku justru mengambil pisau dan menikam korban. “Korban mengalami luka tusuk pada leher bagiaan belakang,” kata Salamor.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr M Haulussy untuk mendapat perawatan. Istri korban yang mengetahui kejadian itu kemudian melapor ke polisi. “Istrinya yang datang lapor setelah diberitahu salah satu teman korban kalau suaminya sementara dirawat RSUD Haulussy. Setelah kita dapat laporan, pelaku langsung diamankan. Pelaku kita jerat dengan Pasal 351 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top