Harga Bawang Naik Turun – Ambon Ekspres
Amboina

Harga Bawang Naik Turun

AMBON, AE.—Sejak Ramadhan hingga pasca Lebaran, harga bawang merah dan putih yang dijual pedagang di pasar tradisional Kota Ambon, naik turun.

Di Pasar Mardika, Sabtu (25/7) pedagang mematok harga bawang merah Rp 35.000 hingga Rp 37.000 per kilogram (kg). Harga ini tergantung ukuran bawang.

“Harga bawang naik turun.Sebelum Ramadhan sangat mahal. Tapi dihari terakhir Ramadhan hingga memasuki Lebaran sudah  mulai turun. Itupun tidak merata di semua pedagang,”ujar  Echa (38), salah satu pedagang bawang.
Sementara itu, harga bawang putih bertahan dengan harga Rp 22.000 per kg–Rp24.000 per kg.

Dia menjelaskan, sebelumnya bawang merah yang dibeli dari distributor Rp34.000 per kg masih kotor. Kemudian pedagang menyewa orang guna membersihkan dengan harga Rp2.500 tiap kg. Dengan demikian,dijual kepada para pembeli dengan harga Rp40.000 per kg.

Patokan harga seperti itu sudah terbiasa. Sebab, dalam karung yang berisi 20 kg setelah dibersihkan tinggal 18 hingga 19 kg saja.

BACA JUGA:  Harga Bawang Kembali Naik

Menurut Anita (56), salah satu pembeli, harga bawang masih tetap mahal bila dibandingkan tahun lalu. Untuk bawang merah tahun sebelumnya hanya Rp24.000 per kg. Sedangkan bawang putih Rp 16.000 per kg.

“Dengan harga bawang saat ini, saya hanya bisa mengurangi jumlah pembelian. Dulunya bisa beli sampai 3 kilo. Sekarang  1-2 kilo saja,”bebernya.

Secara nasional, harga eceran bawang merah di pasar tradisional, relatif stabil sejak awal 2014 sampai saat ini. Harga bawang merah per 13 Juni 2014 sebesar Rp.24.975 per kg atau naik 1,7 kg dibandingkan harga sebelumnya. Harga ini masih dibawah harga referensi harga bawang merah sebesar Rp. 25.700 per  kg.

Sebelumnya,Menteri Pertanian (mentan) Amran Sulaiman, menengarai adanya permainan pasar antara petani dengan pedagang bisa memengaruhi harga bawang merah yang sampai saat ini masih tidak stabil.

Di tingkat petani, harga bawang merah hanya mencapai Rp8.000 per kg. Sedangkan di tingkat pasar mencapai Rp14.000, sehingga muncul permasalahan flasi yaitu kotoran dari bawang merah yang dipotong 30 persen menyebabkan harga di tingkat petani jatuh.

BACA JUGA:  Harga Bawang Kembali Naik

Untuk menstabilkan harga bawang merah, Mentan akan menginstruksikan Bulog di seluruh Indonesia untuk membeli bawang merah tanpa flasi, sehingga petani hanya melakukan transaksi tawar menawar mengenai harga dengan harga yang lebih bagus dari pihak lain. (HIR/jpnn)

Most Popular

To Top