Operasi Gabungan Narkoba Ciduk Lima Warga – Ambon Ekspres
Metro Manise

Operasi Gabungan Narkoba Ciduk Lima Warga

AMBON, AE— Upaya pemberantasan peredaran dan pemakaian narkoba terus dilakukan. Minggu (26/7) dini hari, tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, Propam Polda Maluku dan Polisi Militer (POM) Kodam XVI/Pattimura melaksanakan razia di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Ambon.

Operasi di mulai pukul 01.00 WIT dan dipimpin Kabid Pemberantasan BNNP Maluku, AKBP Luther Banne. “Operasi itu dimulai sekira pukul 01.00 WIT, dipusatkan di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di kota ini. Ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyagunaan narkoba. Kalau tidak salah yang paling senior dalam tim itu pak Luther (Kabid Pemberantas),” kata sumber koran ini, kemarin.

Dalam operasi gabungan tersebut, tim berhasil mengamankan puluhan warga yang diduga mengkomsumsi minuman keras (miras) dan menggunakan barang haram tersebut. Namun setelah dites urin, dari puluhan orang tersebut lima orang dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Yang diduga positif menggunakan obat terlarang itu ada sekitar lima orang,” jelasnya.

Sejumlah warga yang terjaring diamankan dari dua tempat berbeda yakni di cafe Penstion yang terletak di kawasan AM Sangadji dan di karaoke Grand Palace, yang terletak dikawasan jalan Tulukabessy, Kecamatan Sirimau. Kelima warga yang positf menggunakan narkotika langsung diamankan oleh petugas gabungan BNNP dan TNI/Polri ke kantor BNNP Maluku dikawasan Karang panjang Ambon, guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dipastikan, dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan oknum TNI maupun Polri. Kegiatan razia ditempat hiburan malam itu berlangsung aman dan lancar hingga berakhir sekira pukul 03.40 WIT.

Sementara itu, AKBP Luther Banne yang dihubungi membenarkan razia tersebut. Menurut dia, kelima warga yang diamankan itu terduga sebagai pemakai sehingga mereka tidak ditahan.

“Tidak ada yang ditahan. Mereka terduga sebagai pemakai. Mereka hanya dikenakan rehabilitas dan rawat jalan. Tak perlu untuk identitas mereka. Mereka bukan tersangka,” singkat Luther kepada koran ini. (AHA)

Most Popular

To Top