Pertina Maluku Kirim 10 Petinju di Kejurnas – Ambon Ekspres
Olahraga

Pertina Maluku Kirim 10 Petinju di Kejurnas

Gomies : Petinju Seribu Pulau Tak Lagi Garang

AMBON,AE—Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir, Agustus 2015 nanti. Kompetisi ini akan diikuti oleh ratusan altet tinju pria dan wanita dari beberapa provinsi di Tanah Air, termasuk Maluku.

Ketua Komisi Teknik dan Pelatihan, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Maluku, Agus Titaley mengatakan,  Pertina Maluku akan ambil bagian di kejuaraan itu. Mereka bakal  mengirim sepuluh petinju.’’ Ada sepuluh atlet yang kami siapkan untuk  kejuaraan itu,’’ beber Titaley.

Dijelaskan, atlet yang disiapkan ke Kejurnas tersebut adalah atlet Pra PON Maluku. Semua  atlet itu kini digenjot latihan di Gedung Pertina Maluku.’’ Saya minta mereka tetap disiplin selama melakoni latihan maupun saat turun di ajang resmi nanti,’’ pintanya.’’ Latihan yang mereka dapatkan selama ini harus diterapkan di atas ring,’’ sambung dia.

Titaley pun mengajak semua petinju bisa memanfaatkan kejuaraan ini secara baik, sebab event ini sebagai tolak ukur mereka sebelum Pra PON nanti.’’ Jangan takut menghadapi lawan,’’  katanya memberi semangat.

Diakhir perbincarang, pelatih tinju Maluku ini merincinkan nama sepuluh petinju, yakni Rocef Souhuka (kelas 46 kg), Ralin Lumoli (kelas 56 kg), Kenedy Pattinama (kelas 64 kg), Lodwik Batlajeri (kelas 69 kg), Bram Betaubun (kelas 75 kg), David (kelas 81 kg), Josua Sapulete (kelas 91 kg), Ester Kalayukin (kelas 54 kg), Tina Pentury (kelas 57 kg) dan Juki Patty yang turun di kelas 60 kg.’’ Semoga mereka bisa maksimal,’’ tutup Titaley kepada Ambon Ekspres di Ambon, kemarin.

PETINJU MALUKU TAK LAGI GARANG
Mantan Petinju Maluku, Wem Gomies menuturkan, perkembangan tinju Maluku sudah kalah dari wilayah lain, semisal Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Jawa Barat. Padahal, dulu para petinju asal Bumi ‘Seribu Pulau’ sangat ditakuti dan disegani atlet dari daerah lain.

’’ Kami mantan atlet, merindukan ada petinju Maluku di Pelatihan Nasional (Pelatnas). Jaman kami dulu, ada beberapa atlet Maluku di Pelatnas. Waktu itu jaman susah, tak ada uang. Kini, semuanya sudah berubah tapi prestasi olahraga Maluku merosot,’’ kata Gomies di Gedung Pertina Maluku, kemarin.

Menurutnya, merosotnya tinju Maluku disebabkan karena minimnya pembinaan ditambah dengan kurangnya kompetisi. Ini yang harus dipikirkan bersama.’’ Kami mau ada perubahan. Hidupkan lagi pembinaan di sasana, bukan di Pengcab atau Pengprov saja. Jadi bagaimana membina petinju di sasana, dan memperbanyak turnamen untuk jam terbang atlet,’’ saran dia.

Jaman dulu, terang Gomies, penjaringan atlet tinju dimulai dari sasana. Setelah itu ke tingkat kabupaten, dan ke level provinsi. Atlet yang berpotensi kemudian diikutkan Pelatihan Daerah (Pelatda). Namun bukan berarti  langsung lolos mewakili Maluku. Para atlet di Pelatda, akan diseleksi lagi, untuk mendapat yang terbaik.’’ Kalau menang diseleksi Pelatda, barulah naik ke level nasional. Makanya banyak lahir petinju terbaik dari Maluku di era saya,’’ jelasnya.’’  Pengurus harus menjaring atlet sampai ke daerah,’’ lanjutnya.

Gomies menambahkan, banyak atlet di kabupaten/kota punya potensi. Namun ketika penjaringan atlet, terkadang mereka terlewatkan.’’ Saya lihat, ketika event nasional,  petinju Maluku sudah tak lagi garang seperti beberapa tahun lalu. Semoga kedepan kejayaan tinju Maluku bisa terulang lagi. Itu harapan saya,’’ tutup dia.(ZAL)

Most Popular

To Top