Beringin Berubah di Dini Hari – Ambon Ekspres
Trending

Beringin Berubah di Dini Hari

AMBON,AE— Partai Golkar akhirnya berubah keputusannya untuk mengusung Siti Umuriah Suruwaky-Syarifudin Goo. Menariknya keputusan berubah di saat dini hari. Mukti keliobas- Fachri Husni diusung beringin. Padahal sebelumnya telah beredar nama Sitti yang diusung Partai Golkar dua kubu.

Informasi rekomendasi partai Golkar buat Sitti Umuriah  Suruwaky, dibantah oleh  sejumlah kader. Pasalnya DPP Golkar kubu Aburizal Bakrie, justru memberikan rekomendasi kepada Abdul Mukti Keliobas sebagai bakal calon bupati Seram Bagian Timur.

Rekomendasi untuk pasangan dengan akronim Mufakat itu, bernomor R-218/Golkar/VII/2015 tanggal 26 Juli, yang ditanda tangani ketua umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal, Idrus Marham. Selain Mufakat, nomor SK rekomendasi juga telah didapatkan pasangan Tagop Sudarsono Solissa-Ayub Saleky untuk Pilkada Buru Selatan, dengan nomor R-160/Golkar/VII/2015.

Poin ketiga dalam rekomendasi menyebutkan, keputusan ini bersifat final dan mengikat bagi seluruh jajaran pengurus atau fungsionaris, kader dan anggota partai Golkar. Selain itu, pada poin keempat, segala tindakan yang bertentangan dengan hasil penetapan Rapat Tim Pilkada dan keputusan ini, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.

Wakil ketua Bidang Informasi dan Pencitraan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku versi Musyawarah Nasional (Munas) Bali, John Tomasoa mengatakan, kepastian rekomendasi kepada Mukti ditetapkan pukul 12.30 wib atau pukul 02.30 wit. Ia menegaskan, rekomendasi ke Sitti, hanyalah isu semata.

“Rekomendasi Golkar tadi malam (malam Senin) sekitar pukul 12.30 wib, baru diputuskan. Khususnya untuk Pilkada SBT, Golkar memberikan rekomendasi kepada Mukti Keliobas dan pasangannya. Ini informasi terakhir soal penetapan rekomendasi Golkar untuk empat kabupaten di Maluku. Saya dan pak Azis Samual yang tangani langsung,”ujar John kepada Ambon Ekspres via telepon, Senin (27/7).

Pemberian rekomendasi kepada pasangan Mufakat juga disampaikan wakil Bendahara Umum DPP Golkar Asis Samual. Kata dia, pihak yang memberikan informasi simpang siur, akan dipanggil ke DPP. “Tidak benar itu kalau rekomendasi Golkar diberikan kepada Sitti. Rekomendasi diberikan kepada pak Mukti dan pasangannya untuk Pilkada SBT,”singkat Asis saat menelepon Ambon Ekspres, kemarin.

Keterangan John dan Asis, sekaligus mengklarifikasi informasi sebelumnya yang disampaikan RA Malik, salah satu kader Golkar bahwa rekomendasi diberikan kepada Sitti Umuriah Suruwaky dan Sjarifuddin Goo. Ia mengaku, apa yang dikatakan RA Malik, tak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri, DPP Golkar juga mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Tagop Sudarsono Solissa-Ayub Salekey (Pilkada Buru Selatan), Abraham Gainau-Jafrudin Hamu(Pilkada Aru) dan Barnabas Orno-Benjamin Noach (Pilkada Maluku Barat Daya).

“Untuk Pilkada Aru, Golkar memberikan rekomendasi kepada Abraham Gainau dan wakilnya Jafrudin Hamu yang juga wakil ketua DPD Golkar Aru. Maluku Barat Daya, Barnabas Orno, dan Bursel pak Tagop dan wakilnya. Kami berharap, mereka bisa mendaftar hari ini (kemarin-red) hingga besok (hari ini-red),”tambah dia.

Penetapan rekomendasi Golkar kepada Mukti untuk Pilkada SBT, kata John, berdasarkan hasil survei elektabilitas oleh dua kubu yang digabungkan. Selain itu, hasil uji kelayakan dan kepatutan ditingkat DPD Golkar Maluku serta indikator lainnya.

“Golkar memberikan rekomendasi, melihat dari elektabilitas dan fit and proper test. Penilaian dilakukan oleh tim sepuluh, yakni lima orang dari kubu ARB dan lima orang lainnya dari kubu Agung Laksono. Hasil survei kubu AL dan ARB disatukan, ternyata Mukti mempunyai angka yang tinggi dari pada Sitti,”jelasnya.

Pemberian rekomendasi kepada Mukti-Fachri, merupakan keputusan final partai. Olehnya itu, kata dia, DPP dan DPD Golkar Maluku telah menginstruksikan kepada jajaran partai ditingkat kabupaten hingga desa, terutama empat kabupaten untuk mengawal dan memenangkan Calon yang diusung Golkar.

DPP dan DPD, akan memberikan sanksi tegas kepada kader yang terbukti tidak mengamankan rekomendasi Golkar. Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Petunjuk Organisasi (PO) dan regulasi internal lainnya.(TAB)

Most Popular

To Top