Mencari Sekprov Ideal – Ambon Ekspres
Trending

Mencari Sekprov Ideal

AMBON,AE— Memilih sekretaris provinsi tidak bisa hanya sekadar di lihat dari aspek kepangkatan, dan kualitas, aspek politis termasuk kemampuan membangun koordinasi lintas sektor, menjadi faktor yang tak bisa dihindari. Yang paling penting orang terpilih mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan DPRD.

Hal ini disampaikan, akademisi Unidar Ambon Almudatsir Sangadji, kemarin. Dia mengemukakan, Sekprov adalah jabatan strategis dalam struktur birokrasi pemerintah, yang memiliki peran besar dalam pengelolaan pemerintahan, sehingga membutuhkan figur yang berkualitas. “Harus dapat membangun koordinasi lintas sektor. Baik di internal birokrasi pemerintah provinsi Maluku, maupun dengan pihak di luar,” katanya.

Karena itu, pertimbangan untuk mendapatkan calon Sekprov tidak sederhana. Disamping syarat jenjang karier, yakni kepangkatan dan golongan, Pansel juga harus mengukur tingkat kemampuan setiap kandidat calon Sekprov dalam bekerja sama dengan semua stakeholder.

Menurut dia, kemampuan untuk mengatur koordinasi lintas SKPD dengan DPRD. Dan menjaga agar hubungan antara gubernur dengan SKPD dan DPRD tetap berjalan lancar dan saling mendukung dalam menyukseskan program pembangunan di daerah ini.

“Jadi selain peritmbangan pangkat dan golongan, juga ada pertimbangan kapasitas dan pertimbangan politis. Misalnya dia sebagai pengendali birokrasi di dalamnya harus merupakan orang yang mampu menterjemahkan keinginan gubernur dalam membangun daerah ini. Yang paling penting adalah mampu dalam mengakselerasi koordinasi dan tugas-tugas lain dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan,” jelasnya.

Pengamat pemerintahan Universitas Darussalam (Unidar) Ambon Zulfikar Lestaluhu menilai, tepat  komposisi Pansel yang terdiri dari rektor Unpatti Thomas Pentury sebagai ketua merangkap anggota, beranggotakan staf ahli gubernur bidang pembangunan Lutfi Rumbia, Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Semy Risambessy, Direktur Utama Bank Maluku Idrus Rolobessy, Direktur Lembaga Antar Iman Jacky Manuputty, dan salah satu pejabat ahli Manajemen Aparatur Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri.

“Berarti  panitai seleksi itu representatif, ada akademisi, birokrat, kalangan masyarakat, serta ada dari kementerian dalam negeri. Ini sudah lengkap untuk memroses para calon Sekretaris daerah nanti,” kata Lestaluhu, Senin (27/7).

Pertanyaanya sekarang, lanjut Lestaluhu apakah komposisi yang tepat itu, juga dapat bekerja secara tepat atau tidak?.

“Ini yang saya mau sampaikan bahwa masyarakat memang harus optimis bahwa timsel bisa bekerja secara profesional. Setidaknya, dengan adanya  unsur akademisi dalam komposisi, apalagi berada pada posisi ketua Panitia seleksi, diharapkan bisa lebih memperkuat keberadaan pansel sebagai kelompok kerja yang independen,” katanya.
Pengamat pemerintahan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), L. Samson mengatakan, ditunjukkan rektor Unpatti sebagai ketua Pansel, menunjukkan gubernur Maluku Said Assagaff menginginkan Pansel bekerja profesional tanpa kepentingan lain selain untuk menghasilkan calon Sekprov yang berkualitas, yang  mampu untuk menunaikan tugas-tugas pokok yang melekat pada jabatan Sekprov, serta mampu mendampingi gubernur dalam berbagai program pembangunan di Maluku.

“Dan kalau kita lihat komposisi yang ada, sudah bagus, sudah lengkap karena ada perwakilan dari kalangan-kalangan yang dapat bekerja dalam menilai calon Sekprov  sesuai latar belakang mereka (anggota Pansel-red) masing-masing,” katanya.

Dengan komposisi tersebut, gubernur telah meyakinkan masyarakat Maluku bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam mencari dan menentukan pengganti Ros Far-Far nanti. Masyarakat hanya perlu mengawal kinerja Pansel hingga selesai.

Artinya, lanjut  Samson masyarakat harus memberikan kepercayaan penuh kepada Pansel untuk bekerja. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengawal kinerja Pansel. Bila ditemukan hal-hal yang keliru, masyarakat harus menyampikan kepada Pansel untuk diperbaiki.

“Jadi prinsipnya kita optimis. Apalagi kalau melihat ada keterwakilan dari akademisi dana lain-lain dalam komposisi Timsel. Pansel pasti dapat menghasilkan calon Sekprov yang berkualitas,” jelasnya.

Pansel tidak akan sulit untuk mendapatkan calon Sekprov yang berkualitas, bila beberapa nama pejabat yang pernah menguat sebagai calon Sekprov yang layak dipertimbangkan, itu ikut seleksi Sekprov. Diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Saleh Thio, Asisten Tata Pemerintahan, Angky Renjaan, dan Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina, mereka telah memiliki pengalaman dan jenjang karier serta kepangkatan yang baik dalam birokrasi. Selanjutnya, Pansel hanya menilai dari sisi yang lain, diantaranya aspek kemampuan dalam mengemban tugas sebagai Sekprov indiktaor non formal lainnya yang diperlukan.(MAN)

Most Popular

To Top