Pasangan Calon Mulai Mendaftar – Ambon Ekspres
Trending

Pasangan Calon Mulai Mendaftar

Di Aru Terbentuk 3 Pasangan

AMBON, AE— Sejumlah pasangan bakal calon, sejak tanggal 26 Juli sampai 28 Juli telah mendaftar. Kemarin, pasangan Mukti keliobas- Fachri Husni baru mendaftar di Pilkada SBT. Sementara Pilkada Aru, pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey (Nasdem, PKS, dan Demokrat) dan Wellem Kurnala-Asis Goin (PDIP, PAN dan Hanura).

Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten SBT, Taib Wangsi, mengatakan, Mufakat mendaftar dengan dukungan rekomendasi PKS (2 kursi), Gerindra (3 kursi), Demokrat (3 kursi), Golkar (3 kursi) dan PPP (2 kuris) atau total 13 kursi DPRD.  “Tadi, satu pasangan sudah mendaftar yakni Mufakat. Pasangan ini mendaftar dengan rekomendasi PKS, Gerindra, Demokrat, Golkar dan PPP,” katanya.

Sesuai tahapan dan jadwal pilkada, lanjut Taib, setelah pendaftaran, akan dilakukan verifikasi dan penelitian berkas. ”Batas waktu mendaftar sampai tanggal 28 besok (hari ini-red) jam 16.00 wit. Setelah pendaftaran, masuk tahapan penilitian berkas,”ungkap dia.

Ketua KPUD Kepulauan Aru, Victor Silaja, mengatakan, mulai kemarin pihaknya tengah melakukan penelitian berkas pasangan calon Johan Gonga-Muin Sogalrey dan pasangan Wellem Kurnala-Asis Goin yang telah mendaftar, kemarin.

“Kita sedang lakukan penelitian berkas dua pasangan yang sudah mendafttar, yakni Kurnala-Asis dan Johan-Muin. Dua pasangan tersebut, mendaftar pada hari ini (kemarin-red),”ungkap Silaja saat dikonfirmasi via telepon.

Untuk Pilkada Buru Selatan, hingga pukul 16.00 wit, belum ada pasagan calon yang mendaftar. ”Sampai detik ini, belum ada yang mendaftar,”singkat ketua KPUD setempat Said Sabi. Untuk Pilkada MBD, hingga berita ini naik cetak, belum dapat dikonfirmasi.

GAINAU
Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya dan Golkar, secara resmi telah mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati Abraham Gainau-Jafrudin Hamu di Pilkada kepulauan Aru. Dua partai ini optimis, pasangan yang diusung akan menang.

Penetapan Gainau-Hamu sebagai pasangan calon termaktub dalam Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra nomor 07-276/rekomendasi/DPP Gerindra/2015 tanggal 26 Juli, yang ditanda tangani Ketua Umum Partai Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku Hendrik Lewerissa, mengatakan, partainya punya target yang sama dengan pimpinan partai lainnya, yakni menang Pilkada pada 9 Desember mendatang. Olehnya itu, kata dia, dukungan dan pengawalan terhadap rekomendasi, menjadi kewajiban yang melekat pada setiap kader Gerindra.

“Terutama di empat kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak. Jika ada kader yang atau pengurus yang mengambil langkah bertentangan dengan keputusan partai, maka ada kebijakan internal partai. Kalau salah, akan diberikan sanksi. Namun, bila berbuat dan mendapatkan prestasi, akan diberikan award (penghargaan),” ungkap Lewerissa kepada wartawan di kantor DPD Partai Gerindra Maluku, Desa Rumatiga, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (27/7).

Lewerissa optimis, pasangan Gainau-Hamu, berpeluang menang pada Pilkada kabupaten Kepulauan Aru 2015. Selain kombinasi figur birokrasi dan politisi, faktor kewilayahan juga sangat mendukung peluang tersebut.

“Jadi ada banyak pertimbangan ketika Gerindra mengambil keputusan. Diantaranya ada faktor kewilayahan, elektablitas dan kombinasi kedua figur ini, yang berasal dari birokrasi dan politisi. Untuk itu, kami optimis, pasangan Gainau-Hamu punya peluang menang,” tandasnya.

Soal rekomendasi, ia menjelaskan, sebenarnya Gerindra lebih mengutamakan kader sebagai calon kepala daerah. Hanya saja, para kader yang berencana maju terjanggal dan memilih mundur, setelah keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi, bahwa anggota DPRD wajib mundur dari keanggotaan, bila mencalonkan diri sebagai kepada daerah dan wakil kepala daerah.

“Jadi Gerindra tak mengucilkan kader. Tapi karena ada regulasi yang memerintahkan anggota DPRD undur diri, maka kami tak bisa paksakan hak politik masing-masing kader. Buktinya untuk Pilkada Bursel, Gerindra merekomendasi Adjajad Makassar yang adalah ketua DPC Gerindra Bursel sebagai calon wakil bupati,” bebernya.
Dia melanjutkan, Gerindra tidak memasang target yang berlebihan pada Pilkada kali ini. Program yang diperjuangkan, kata dia, yang penting realistis dan aplikatif.

“Target dan program Gerindra pada pilkada, adalah untuk kepentingan umum dan dapat diterima atau realistis dan aplikatif atau dapat dilaksanakan,”katanya.

Untuk diketahui, calon bupati dan wakil bupati kepulauan Aru, mengerucut pada empat pasangan calon. Pasangan Gainau-Hamu mendapatkan rekomendasi Gerindra (4 kursi) dan Golkar (1 kursi).

Sementatara pasangan Wellem Kurnala-Asis Goin diusung oleh PDIP, PKS, PAN, Hanura. Pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey (Nasdem, PKS dan Demokrat) dan Obed Barends-Eliza Darakay (PKB dan PPP versi Romahurmuziy).

Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku versi Munas Bali, Piet Manuputty, mengaku, Golkar juga merekomendasikan pasangan Gainau-Hamu. Hanya, SK rekomendasi, hingga kemarin sore belum diterima DPD Golkar Maluku.

“Jadi Golkar juga merekomendasikan pasangan Abraham Gainau Jafrudin Hamu, untuk Pilkada. Tapi nomor SK atau, masih dalam proses pengiriman ke DPD. Yang baru kami dapatkan adalah SBT yakni Mukti-Fachri dan Bursel Tagop-Ayub,”kata Manuputty.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Basri Damis, saat dikonfirmasi, mengaku, partai mengusung Barends-Darakay. ”Di Aru, PKB merekomendasikan pasangan Obed Barend-Eliza Darakay,” singkat Damis.(TAB)

Most Popular

To Top