Ada Proyek Tambal Sulam di Pelabuhan Teor – Ambon Ekspres
Trending

Ada Proyek Tambal Sulam di Pelabuhan Teor

AMBON,AE— Kendati dikerjakan dengan anggaran puluhan milyar, namun  proyek fasilitas pelabuhan laut di Desa Rumalusi, Kecamatan Pulau  Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur belum juga tuntas. Tidak hanya itu, hasil pekerjaan sementara  sudah rusak berat. Tahun 2015, pemerintah kembali    menggelontorkan anggaran untuk proyek tersebut.

Proyek  itu  didanai secara multiyears melalui  APBN  sejak tahun 2013.  Anehnya hingga tahun anggaran 2014, sudah menelan anggaran sebesar Rp.22 Milyar lebih. Namun, belum rampung seluruhnya. Kini mengalami kerusakan parah terutama pada bagian talud penahan ombak. Alhasil,  pekerjaan di bagian lain pun terganggu.

Sumber Ambon Ekspres menyebutkan, kerusakan terjadi karena diduga pekerjaan tidak berkulitas. Talud penahan ombak yang semestinya dibangun dengan kaulitas yang baik, justeru  mudah rusak diterjang ombak.

“Mereka pasang material berupa batu disusun begitu saja. Setelah semua batu disusun tinggi, baru dilapisi campuran semen dari luar. Ini kan tidak kuat. Harusnya, ada campuran semen diantara batu-batu sebagai perekat dulu di dalam, supaya ada ketahanannya kuat. Kalau campuran semen hanya dipasang dari luar, apalagi tidak tebal, ya pasti tidak bisa bertahan lama,” beber sumber yang enggam  namanya ditulis ini.

Parahnya lagi, kerusakan itu sudah terjadi pada awal tahun 2014, namun hingga kemarin tak kunjung diselesaikan Oleh PT Pasific Multindo Permai selaku rekanan. “Pejabat-pejabat di Pelabuhan Geser maupun Adpel  Ambon juga sepertinya tutup mata.  Harusnya, mereka perintahkan kontraktor untuk perbaiki. Kita menduga ada yang tidak beres dalam proyek ini,” jelas sumber yang merupakan warga kabupaten SBT ini.

Kepala seksi Perencanaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, Thomas Sipahelut ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Kantor Pelabuhan (Kanpel) Kota Geser Vera Alvaris sebagai Kuasa Pengguna Anggaran proyek tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, Sipahelut membatah. “Yang menjadi KPA merangkap PPK adalah kepala pelabuhan Geser. Bukan saya,” bantahnya via seluler, kemarin.

Kendati demikian, Sipahelut mengakui adanya keruskaan talud di Pelabuhan Teor, tersebut. Namun itu menjadi tanggung pihak Pelabuhan Geser untuk perbaikan. “Kalau soal kerusakan, sudah dibicarakan dan Sudah  ada persiapan untuk perbaikannya. Untuk lebih jelas, silahkan hubungi Ibu Vera (kepala Pelabuhan Geser),” katanya.

Kepala Kantor Pelabuhan (Kanpel) Kota Geser, Vera Alvaris  mengakui hal yang sama. Terjadi keruskaan talud penahan ombak di Pelabuihan Teor. Pihaknya telah memerintahkan pihak PT Pasific Multindo Permai untuk memperbaiki kerusakan tersebut. “Untuk kerusakan-kerusakan itu akan kita perbaiki tahun ini juga. Ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga kami sudah minta pihak kontraktor untuk memperbaikinya. Dan pihak kontraktor sudah siap untuk melakukan perbaikan, “ jelas Vera via seluler, kemarin.

Dikatakan, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran  dalam APBN- Perubahan tahun 2015 sebesar Rp.6 Milyar  untuk perampungan pelabuhan tersebut.  Anggaran tersebut akan digunakan untuk pemasangan penahan gelombang (Breakwater) pelabuhan. “Jadi, kerusakan yang ada adalah tanggunga jawab kontraktor. Sementara anggaran tahun 2015, untuk membangun penahan gelombang, tapi masih dalam proses lelang,“ jelasnya.

Menyoal penyebab kerusakan talud tersebut, Vera mengatakan itu lebih disebabkan oleh kondisi cuaca  di sana, sehingga untuk pernbaikan nanti, kontraktor harus membangun talud yang berkualitas. “Di sana, memang ombaknya cukup tinggi sehingga  kita minta talud itu diperkuat lagi,” katanya. (MAN)

Most Popular

To Top