Bentuk Solidaritas Anak Negeri untuk Tuasalamony – Ambon Ekspres
Trending

Bentuk Solidaritas Anak Negeri untuk Tuasalamony

Dari Laga Amal ‘Charity Match Spirit For  Alfin’

Alfin Ismail Tuasalamony harus menanggung beban lebih berat di tengah kondisi sepakbola Indonesia yang belum menemukan titik terang karena konflik  Menpora kontra PSSI yang berujung pada jatuhnya sanksi FIFA akhir Mei lalu.

Saat rekan-rekannya menyiasati kevakuman  dengan melakoni di turnamen antarkampung (tarkam) maupun laga ekshibisi, mantan penggawa Tim U-15 Maluku itu tak bisa berbuat apa-apa karena cedera. Bek ‘Macan Kemayoran’,  (julukan Persija Jakarta) itu mengalami patah tulang kering di kaki kirinya. Dia ditabrak mobil saat keluar dari salah satu bank di Jakarta lima  bulan lalu.

Cedera tersebut membuatnya absen membela timnas U-23 yang tampil di SEA Games 2015 di Singapura. Segalah tabungan pribadinya juga habis untuk biaya pengobatan.

Beruntung, ada anak-anak negeri (Maluku) yang masih memiliki solidaritas untuk membantu pemain berpostur 173 cm itu. Untuk meringankan beban yang ditanggung Tuasalamony, mereka menggelar laga amal bertajuk  ‘Charity Match Spirit For  Alfin’ di Lapangan Matawaru, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah. Laga amal itu dihelat selama seminggu dan baru tuntas akhir pekan kemarin.

Bukan hanya di Tulehu, namun laga ini juga digelar di Lapangan Futsal Tantui 21 Juli lalu. Fenard Hutabarat (mantan timnas futsal), Jajang Mulayana (Mitra Kukar), Hendra Adi Bayau (Semen Padang), Hasyim Kipuw (Arema Indonesia), Diego Michels (Mitra Kukar), Rizki Pellu (Mitra Kukar), Dulsan Lestaluhu (Bantul) hingga mantan gelandang Timnas dan Persija Jakarta, Imran Nahumarury ambil bagian dalam laga tersebut. Mereka seakan merasakan empati yang sangat dalam atas derita yang dialami oleh Tuasalamony.

‘Charity Match Spirt For Alfin’ ini diikuti beberapa klub ternama, yakni Maehanu Fc, Nusaina Fc, PPSM Masohi, Pra PON Maluku, Persehi Hitu dan All Star Tulehu yang diisi oleh pemmain ISL (Indonesia Super Ligue). Sementara untuk futsal ada tiga tim, yaitu Futsal Pra PON Maluku, Misa All Star serta Tulehu All Star.

Imran Nahumarury, Kapten Tulehu All Star mengatakan, laga ini dijadikan sebagai ajang reuni antar pemain pasca diberhentikannya kompetisi sekaligus bentuk solidaritas anak-anak negeri untuk Tuasalamony. ”Menang atau kalah itu soal nanti. Yang penting kepedulian kami  mengajak kerjasama kepada siapapun sebagai rasa kepedulian yang tinggi terhadap adik (Tuasalamony) kita ini,” tutur Nahumarury kepada penulis akhir pekan kemarin.

Mantan pemain Persib Bandung yang sekarang menjadi komentator olahraga ini menuturkan bahwa, laga amal ini adalah bentuk kepedulian sesama pelaku sepakbola nasional terhadap musibah yang menimpa Tuasalamony.
”Tidaklah penting berapa jumlah uang yang terkumpul dari laga amal ini. Terpenting kami punya sikap kesetiakawanan terhadap sesama. Ini (musibah) bisa saja dialami oleh siapa pun,” tutur dia.

Nahumarury pun berharap kegiatan ini menjadi yang terakhir bagi seorang pemain yang sedang mengalami cedera parah. Ke depan butuh perhatian lebih dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab. ”Saya berharap ini yang terakhir. Jika ada lagi, berarti kan pesepakbola ini tidak diperhatikan oleh pihak-pihak yang semestinya lebih peduli atau bertanggung jawab,” tegas Nahumarury.
Sebelum di Tulehu dan Kota Ambon, imbuh Nahumarury, laga amal ini sudah bergulir di di Lapangan Sepak Bola

Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, (28/6) lalu.” Kalau di Jakarta, laga amal untuk Alfin bertajuk ‘Trofeo Charity Matches’. Laga itu di prakarsai oleh APPI bekerjasama dengan Specs Indonesia, MSG dan Dompet Dhuafa,” kuncinya.

Beberapa pemain pun ikut memberi semangat kepada Tuasalamony agar tetap semangat dan lekas kembali ke lapangan hijau.” Dia (Alfin) dalam kondisi sulit saat ini. Makanya, kami bantu dengan cara seperti ini (laga amal),” kata Dulsan Lestaluhu. ”Semoga Alfin lekas sembuh dan bisa kembali merumput bersama Persija ataupun Timnas Indonesia,” timpal Rizki Pellu.

Sementara itu, Sianatra Wijaya, pelatih Futsal Pra PON Maluku menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi sepakbola nasional saat ini, khususnya musibah yang dialami oleh Tualamony.”Kami ikut prihatin terhadap nasib sepakbola Indonesia yang kompetisinya dihentikan. Pemain pasti jadi korbannya. Kami mendukung penggalangan dana untuk Tuasalamony, sekaligus dukungan terhadap sepakbola Indonesia,” singkatnya.

Edo Kotta, Panitia Sprit For Alfin menjelaskan, dana yang didapat dari acara tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan Alfin. Selama ini, dia sudah menjalani dua kali operasi dan akan naik meja bedah ketiga.

”Hasil laga amal ini akan diberikan kepada dia (Tuasalamony). Semoga lekas sembuh, tetap semangat dan bisa merumput lagi,” tutup Edo.

Alfin Tuasalamony sendiri mengucapkan terima kasih kepada para pemain sepakbola dan anak-anak negeri yang telah hadir di laga amal untuk dirinya. ”Saya terharu, senang, bersyukur dan berterima kasih kepada rasa solidaritas dari teman-teman. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Tuasalamony.

Tuasalamony mengaku terharu dengan solidaritas yang ditunjukkan insan sepakbola Indonesia (Maluku) kepada dirinya. Tak hanya para pemain dan pelatih, semua warga Tulehu dan Kota Ambon juga turut andil membantunya.” Saya tidak menyangka sama sekali. Tapi, saya bersyukur karena masih banyak yang peduli dengannya,” ungkapnya.

Kapten Timnas U-23 itu sempat bercerita soal kondisinya saat ini, salah satunya soal proses pemulihannya yang masih panjang.

”Insya Allah, operasi lanjutan tahun depan. Sampai saat ini kemajuannya pergelangan kaki sudah bisa digerakkan,” beber dia.

Dukungan mereka sangat membantu proses penyembuhan  saya,” demikian Tuasalamony.
Cepat sembuh ya Alfin… (***)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!