Bupati Paparkan Kemajuan Buru di Hadapan Gubernur – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Paparkan Kemajuan Buru di Hadapan Gubernur

Saat Acara Halal bi Halal

Kegiatan Halal bi halal yang digelar Pemerintah Kabupaten Buru, Selasa kemarin (28/7) turut dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaf. Kehadiran Gubernur dan rombongan mendapat sambutan positif dari pemerintah dan masyarakat Buru.

Ikut dalam rombongan Gubernur diantaranya: Dir Shabara Polda Maluku, Kobespol A.R. M. Priyono, Kasdam XVI Patimura Brigjen M. B. Taufik, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Said Mudzakir Assagaf, anggota DPRD Provinsi Maluku, Sudarmo, Karo Kesra Pemprov Maluku, Ida Saimima, Ketua MUI Provinsi Maluku, Idrus Toekan, Ketua Walubi Adam Waluyo dan Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Maluku, Faisal Musaad.

Dari pemerintah Buru hadir Bupati Buru Ramli Umasugi, Kapolres Buru AKBP Popy, Dandim 1506 Namlea, Letkol Umar, Ketua DPRD Kabupaten Buru Iksan Tinggapi, para anggota DPRD, para kepala SKPD dan Muspida Kabupaten Buru. Kegiatan dipusatkan di aula Kantor Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Buru Ramly Umasugi memaparkan semua potensi dan kemajuan yang telah dicapai. Salah satunya soal pengamalan nilai-nilai kebersamaan di masyarakat sebagaimana tercermin dari slogan bahasa adat Kai Wai. Karena itu, Kabupaten Buru layak menjadi contoh kerukunan umat beragama di Maluku.

Bupati mengaku bangga dengan semua potensi yang ada di daerah itu, termasuk potensi di sektor pertanian yang telah mengantarkan Kabupaten Buru menjadi terkenal di nusantara.

Apalagi beberapa waktu lalu Kabupaten Buru berhasil melakukan uji coba teknik penanaman padi Salibu yang berhasil dengan sangat memuaskan.

Umasugi mengatakan, pertanian di Kabupaten Buru mendapatkan sejumlah bantuan dari Kementrian Pertanian diantaranya puluhan alat mesin pertanian, dan bantuan tersebut sementara dalam perjalanan menuju Kabupaten Buru.

Juga beberapa program unggulan yang sementara dijalani di Kabupaten Buru diantaranya Program Gerakan Bupolo Magrib Mengaji (Gelora) untuk anak usia sekolah mendapat sambutan dan apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Kegiatan Gelora itu merupakan kerjasama Pemkab dengan Kementrian Agama Kabupaten Buru.

Selain Gelora, Bupati juga telah mengeluarkan larangan untuk penjualan minuman keras di Kabupaten Buru. Untuk itu, dirinya berharap kepada Gubernur agar tidak mengeluarkan ijin untuk penjualan miras di Kabupaten Buru.

Bupati juga sempat menyinggung agar Pemprov Maluku bisa tanggap dan segera menutup aktivitas lokasi tambang Gunung Botak karena aktivitas di tambang emas itu sudah sangat meresahkan dan berdampak pada tindak kriminal dan maksiat.

Sementara Gubernur Maluku, Said Assagaf mengaku, kegiatan Halal bi halal merupakan media silahturahmi antara sesama anak bangsa yang berbeda idiologi, suku maupun agama.

“Kegiatan Halal bi halal itu tidak ditemukan di negara manapun di dunia, cuman ada di Indonesia. Khusus di Maluku, kebersamaan dalam mensukseskan kegiatan keagamaan telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat dan sudah menjadi kearifan lokal Maluku,” ujar Gubernur.

Kesadaran kolektif tentang hidup orang basudara merupakan modal sosial yang memiliki peran sangat penting untuk saling memaafkan, mengasihi, saling membanggakan, saling menopang dan saling menghidupkan.
Untuk itu, Gubernur berharap masyarakat di Kabupaten Buru dapat terus menjaga tali persaudaraan yang ada.

“Jangan sampai masyarakat saling memusuhi lantaran adanya Gunung Botak yang nantinya akan menjadi berkah untuk seluruh masyarakat Kabupaten Buru,” sindir Gubernur.

Usai mengikuti kegiatan halal bi halal, rombongan Gubernur melanjutkan perjalanan ke Desa Sawah, Kecamatan Lilialy, untuk menghadiri kegiatan peletakan batu pertama Mesjid Al Muhajirin.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pencanangan penanaman 24 ribu anakan pohon Bunga Tanjung di lingkungan sekolah se Kabupaten Buru yang secara simbolis dilakukan di SMA Negeri 1 Namlea. (CR8)

Most Popular

To Top