Golkar-PPP Bakal Absen di Pilkada SBT dan Aru – Ambon Ekspres
Trending

Golkar-PPP Bakal Absen di Pilkada SBT dan Aru

AMBON,AE— Ambisi Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan untuk meloloskan calonnya pada pilkada serentak di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Kepulauan Aru terancam kandas. Pasalnya, dua partai tersebut menerbitkan surat rekomendasi yang berbeda terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada SBT dan Kepulauan Aru.

Untuk itu jika tidak dilakukan perbaikan Komisi Pemilihan Umum setempat akan menolak rekomendasi tersebut. Dengan demikian otomatis dua partai tersebut akan absen dalam pesta demokrasi di dua kabupaten itu.

Kendati demikian, KPUD Maluku masih menunggu surat edaran dari KPU pusat, tentang solusi partai yang mengeluarkan rekomendasi yang berbeda kepada pasangan calon. “Iya, akan ada surat edaran dari KPU pusat, dasarnya pasal 36 PKPU nomor 12/2015 ayat 1 sampai 10,” kata Ketua KPUD Maluku Musa Toekan, kepada Ambon Ekspres, Selasa (28/7).

Perbedaan tersebut tercermin pada Rekomendasi Golkar versi Munas Ancol pimpinan Agung Laksono diberikan kepada pasangan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjarifuddin Goo (Susu-Goo), dengan nomor Surat Keputusan KEP-1012/DPP/GOLKAR/VII/2015, tentang penetapan dan pengesahan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku. Atas dasar rekomendasi tersebut kemarin, Pasangan Sus-Goo mendaftar di KPUD SBT,  sekira pukul 15.30 wit.

Kendati dua kubu mengklaim rekomendasi Golkar merupakan hasil kesepakatan Tim 10, namun berbeda dengan yang dikeluarkan DPP kubu Aburizal Bakrie. Buktinya, kubu ARB merekomendasikan pasangan Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri dengan nomor SK nomor R-218/Golkar/VII/2015 tanggal 26 Juli yang ditanda tangani ketua umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal, Idrus Marham.

Sementara untuk Pilkada Aru, Golkar juga merekomendasikan calon yang berbeda. Pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey direkomendasikan kubu Agung Laksono dan kubu ARB merekomendasikan Abraham Gainau-Jafrudin Hamu. Untuk Pilkada Bursel, Golkar dua kubu merekomendir pasangan Tagop Sudarsono Solissa-Ayub Saleky.

Atas persoalan tersebut KPU Provinsi Maluku berdasarkan Peraturan KPU nomor 12/2015 secara otomatis rekomendasi Golkar untuk Pilkada SBT ditolak. Sementara untuk Pilkada Aru, rekomendasi Golkar diterima dengan catatan.  “Iya betul. Untuk Pilkada Aru Golkar diterima dengan catatan, karena ketua umum belum tanda tangan dari kubu Agung,” ungkap Ketua KPUD Maluku Musa Toekan kepada Ambon Ekspres, Selasa, (28/7).

PPP juga melakukan hal yang sama untuk Pilkada SBT dan Aru. PPP kubu Romahurmuziy mengusung pasangan Mufakat, sementara Sus-Goo direkomendir PPP kubu Djan Faridz. Di Pilkada Aru, pasangan Obed Barends-Eliza Darakay direkomendasi oleh PPP kubu Romahurmuziy.

“Iya, PPP dan Golkar dua kubu rekomendasikan calon yang berbeda untuk Pilkada SBT,” ungkap anggota KPUD SBT Taib Wangsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Harian DPD Partai Golkar Maluku versi Musyawarah Nasional Ancol, Paulus Mantulameten, mengatakan, rekomendasi dikeluarkan atas nama atau tanda tangan Aburizal Bakrie dan Idrus Marham tak sesuai hasil kesepakatan Tim 10. “Golkar ARB maupun AL melalui tim 10, sepakat memberi rekomendasi kepada pasangan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjarifuddin Goo, bukan Mukti. “ ungkap Paulus saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, Selasa, (28/7).

Paulus mengklaim bahwa KPUD akan menggugurkan rekomendasi Golkar versi ARB setelah lembaga penyelenggara pemilu melakukan verifikasi. Kepalsuan rekomendasi, kata dia, akan terbukti pada saat verifikasi. ‘’Sahuburua lupa bahwa akan ada verifikasi surat dari KPU. Nanti rekomendasi ARB akan diverifikasi berdasarkan hasil tim 10 dan saat itu akan terbukti,” paparnya.

Sementara itu, hingga penutupan pendaftaran di empat KPUD kabupaten, hanya sembilan pasangan calon yang resmi mendaftar. Untuk Pilkada SBT, pasangan Mukti-Fachri dengan rekomendasi PPP, Demokrat, PKS, Gerindra dan Golkar versi ARB.  Sedangkan pasangan Sitti-Goo juga telah mendaftar sekitar pukul 15.00 wit, dengan rekomendasi PDIP, Nasdem, Hanura, PKB, PKPI, PPP versi Djan Faridz dan Golkar versi Agung Laksono. Pendaftaran diterima komisioner KPUD setempat.

Pilkada Bursel juga hanya dua pasangan, yakni Tagop-Ayub dan Hakim Fatsey-Anton Lesnusa.”Tagop-Ayub 10 parpol dan Hakim-Anton dua parpol, yakni Gerindra 3 kursi dan PKS 1 kursi,” kata komisioner KPUD Bursel Syarif Mahulauw.  Untuk Pilkada aru, paslon yang mendaftar yakni Johan Gonga-Muin Sogalrey dan pasangan Wellem Kurnala-Asis Goin.

Sementara untuk Pilkada Maluku Barat Daya, terdapat tiga pasangan calon. Diantaranya, Simon Mosse Maahury-Kim Devits Marcus yang diusung partai Gerindra dan Hanura. Kemudian pasangan Nicolas Johan Kili-Kili-Yohanis Hendrik Frans yang direkomendasikan Partai Nasdem dan PKB. Dan pasangan Barnabas Orno-Benyamin Thomas Noach dengan partai pendukung PDIP, Golkar dan PKPI.

Toekan menambahkan, pendaftaran akan diperpanjang, bila hanya terdapat satu pasangan calon atau tidak ada sama sekali. Batas waktu pendaftaran 28 Juli pukul 16.00.  “Iya. Ini seuai Surat Edaran KPU nomor 403. Jadi kalau kurang daru 2 bakal paslon yang mendaftar sampai dengan tanggal 28 Juli jam 16.00, maka akan di perpanang 3 hari. Terhitung tanggal 1,2 dan 3 Agustus, karena tanggal 29, 30 dan 31 Juli, penyampaian sosialiasi terkait penundaan kepada publik,” ungkap Toekan via sms, kemarin.(TAB)

Most Popular

To Top