Pangdam Diganti Mendadak Danjen Kopassus Masuk Maluku – Ambon Ekspres
Trending

Pangdam Diganti Mendadak Danjen Kopassus Masuk Maluku

AMBON,AE— Panglima Daerah Militer XVI/Pattimura, mendadak diganti dari Mayjen Wiyarto kepada Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Doni Munardo. Belum diketahui apa alasannya, namun Markas besar TNI berdalih pergantian itu kebutuhan organisasi.

Pergantian pangdam ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015, kemarin. Doni Munardo menggantikan Mayor Jenderal TNI Wiyarto, Wiyarto selanjutnya akan meduduki jabatan baru sebagai asisten territorial Panglima TNI.

Pergantian jabatan pangdam yang baru di jabat selama 6 bulan oleh Mayjen Wiyarto itu, menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat Maluku. Pasalnya beberapa pekan yang lalu, situasi dan kondisi keamanan Maluku, terlebih kota Ambon mulai diganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Informasi yang diperoleh, Pergantian Pangdam dengan Danjen Kopassus ini berkaitan dengan situasi keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak dan Pesparawi Nasional, akan berlangsung di Maluku, akhir Tahun 2015 nanti. Namun hal ini dibantahkan oleh pihak Kodam XVI/Pattimura.

Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh Hasyim Lalhakim mengatakan pergantian jabatan ditubuh TNI merupakan hal yang biasa dan tidak terkait dengan situasi apapun. Terlebih situasi keamanan jelang perhelatan kedua kegiatan nasional tersebut.

“Pergantian ini merupakan kebutuhan organisasi saja. Sudah tanggungjawab aparat keamanan untuk mengamankan keamanan Negara ini. Tidak itu. Mutasi ini kan dalam rangka pembinaan organisasi TNI dan mengoptimalkan tugas TNI yang dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus berupaya meningkatkan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan. TNI ini siap ditempatkan dimana saja, ini merupakan amanah, jadi tidak terkait dengan apapun, melainkan hal yang biasa,” tegasnya, ketika dihubungi Sore kemarin.

Soal jabatan Danjen Kopassus sendiri, Kapendam menegaskan dalam institusinya itu, tidak memandang hal tersebut, melainkan jabatan pangdam adalah jabatan strategis yang wajib dijabat oleh perwira tinggi.

“Maluku ini sudah sangat aman, jadi janganlah kita berpikir yang negatif. Kan juga sudah saat untuk memberikan kesempatan bagi yang lain untuk menduduki jabatan itu. Maluku tetap Maluku, kejadian ditempat lain tidak akan mempengaruhi kondisi keamanan didaerah ini,” jelasnya. Sambil menambahkan, jabatan pangdam berbeda dengan jabatan Danjen Kopassus. “Banyak itu Danjen jabat pangdam. Mungkin inilah hal yang baru namun kami anggap biasa. Ya ini bentuk penghargaan bagi setiap prajurit TNI yang berprestasi,” terangnya.

Untuk itu, perwira menengah Kodam ini, meminta kepada masyarakat, agar jangan berpikir dan menilai sesuatu yang akan menimbulkan penilaian buruk bagi daerah ini. “Kondisi keamanan itu tanggungjawab kita bersama dan pergantian juga adalah hal yang biasa. Mari kita jaga dan bantu aparat keamanan dan pemerintah untuk menjadikan Maluku yang lebih maju,” pesannya.

Sementara itu, dalam surat keputusan Panglima TNI itu ada juga mantan Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Eko Wiratmoko, yang kini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya akan dimutasi dan menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Menko Polhukam.

Puluhan perwira tinggi TNI lainnya yang berjumlah sebanyak 84 orang juga turut dimutasikan. Diantaranya  TNI Angkatan Darat berjumlah 48 perwira, TNI Angkatan Laut 12 perwira dan ada 24 perwira TNI Angkatan Udara juga turut diganti.

Untuk serahterima jabatan sendiri, Kapendam mengaku dipastikan akhir Juli nanti. “Kalau tidak salah itu sertijabnya tanggal 31 Juli, dipimpin langsung oleh Pak Kasad Jenderal TNI Mulyono di markas besar AD,” kuncinya.
(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!