PT Nusa Ina Bakal Dijemput Paksa – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

PT Nusa Ina Bakal Dijemput Paksa

MASOHI,AE—Mayoritas anggota Komisi B DPRD Maluku Tengah (Malteng) merasa geram dengan sikap PT Nusa Ina yang selalu mangkir dari undangan rapat, terkait persoalan pengambilan material batuan bukan logam serta bagi hasil dengan masyarakat negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat.

Wakil Ketua Komisi Maur Kerepesina menegaskan, hari ini (Rabu, 29/7), telah mengagendakan rapat bersama dengan PT Nusa Ina, serta Pemerintah Negeri Latea, guna meminta penjelasan terkait laporan pengambilan galian C serta bagi hasil penggunaan lahan masyarakat Latea sebagai kebun kelapa sawit.

Khusus untuk galian C, politisi Partai Bulan Bintang tersebut merasa dilecehkan oleh PT Nusa Ina karena selalu mangkir dari undngan. “Kita sudah layangkan surat untuk rapat besok, (Hari ini, red-),” tegasnya kepada Ambon Ekspres, di Masohi,  Selasa, (28/7).

Tak segan-segan, Karepesina menegaskan, jika undangan kali ini masih diabaikan, maka komisi akan mengambil sikap tegas, menggandeng aparat keamanan untuk menghentikan aktifitas perusahan kelapa sawit tersebut.

“Jika undangan ini kembali diabaikan, kita akan turun langsung dengan aparat untuk menghentikan sementara semua aktifitas disana,” katanya.

Dia mengaku heran dengan sikap yang ditunjukan perusahan tersebut. Sikap demikian, lanjutnya, mengindikasikan adanya bekingan kuat dari oknum-oknum anggota DPRD Malteng. “Saya sinyalir sikap itu karena ada bekingan dari teman-teman anggota.

Tapi ini masih perlu dibuktikan, makanya mereka harus kita panggil, terutama menyangkut hak-hak masyarakat Latea,” sentil Karepesina.

Sebelumnya, masyarakat Latea, khususnya pemilik lahan yang digunakan PT Nusa Ina untuk perkebunan kelapa sawit mengeluhkan janji bagi hasil yang tak kunjung ditepati perusahaan tersebut. Berbagai alasan disampaikan PT Nusa Ina kepada masyarakat, baik alasan gagal panen atau masih dalam tahap uji coba.

Sulitnya masyarakat menuntut hak mereka akibat tidak mengantongi akta notaris yang didalamnya tertera hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Ada dugaan, kalau PT Nusa Ina telah menunaikan kewajibannya kepada masyarkat pada oknum Pemerintah Negeri setempat. Karena pembuatan akta notaris di wakilkan pada Pemerintah Negeri Latea.

“Olehnya semua pihak akan kita panggil. Ini untuk mencegah jangan sampai masalah ini menjadi pemicu konflik antara warga dengan perusahan maupun warga dengan pemerintah negeri,” tutup Karepesina.(ANC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!